(Un)Perfect Pandhawa

(Un)Perfect Pandhawa
Keduapuluh enam



Dari kelima lelaki kembar itu, hanya Arjun yang masih sedikit waras. Tunggu, bukankah saat di kamar malam itu, Arjun juga bersifat aneh dan agresif ?? Felitha mendapatkan informasi baru, jika Arjun hanya akan bertingkah gila, dan menjadi liar saat mencium aroma darah.


Saat lelaki itu tidak menyentuh atau mencium aroma darah, maka dia akan tenang dan aman. Bahkan dia tidak melakukan hal seperti memeluk Felitha, memangku atau bahkan mencium kening dan pipinya. Arjun malah bertingkah manis, seperti memberikan bunga dan pujian lewat kata-kata. Atau mungkin menyiapkan makanan untuk Felitha, dan kemudian memberikan senyuman manis miliknya itu.


Bagi Felitha, Arjun lah laki-laki satu-satunya yang membuatnya tidak merasa takut atau bingung. Justru lelaki itu mencoba memberikan rasa aman dan nyaman kepada Felitha. Tapi jika lelaki itu mencium aroma darah, dia bisa jauh lebih liar daripada keempat saudara laki-lakinya itu.


'Maaf, memaksamu menjalin hubungan yang tidak kau inginkan sebelumnya.'


Arjun menulis dengan sedikit merasa bersalah, dia bahkan meminta maaf dan menundukkan tubuhnya saat mendapatkan cerita dari Altan mengenai perilakunya kepada Felitha, saat dia mabuk darah. Sungguh, Arjun tidak pernah menyangka akan menyakiti Felitha saat tidak sadar.


"Tidak apa, sekarang aku lebih baik. Kau tidak perlu merasa bersalah." Ujar Felitha tersenyum melihat wajah bersalah dari Arjun yang terlihat sangat lucu bagi gadis itu.


'Aku harap kau tidak membenciku ??'


"Aku tidak pernah membencimu, Kak Arjun. Jangan pernah berfikir, aku akan membencimu. Oke ??"


'Terima kasih, Felitha. Kau yang terbaik.'


Setelah menunjukkan tulisan terakhirnya, Arjun memeluk senang dan bahagia karena Felitha tidak membenci atau sedikitpun merasa takut padanya. Rasa senang, karena gadis itu nyaman berada di dekatnya. Arjun tidak memiliki niat jahat, untuk membuat Felitha takut padanya. Dan sebenarnya sama dengan yang lain, mereka tidak ingin membuat Felitha ketakutan.


"Kak Arjun.. ?? Maaf kalau pertanyaan ini menyinggung perasaanmu. Tapi... Aku ingin bertanya, apakah.. Kalian sebelumnya mengalami kecelakaan yang cukup parah ??"


Arjun menulis cukup lama, dan menunjukkan pada Felitha.


'Apakah kau ingin bertanya, mengenai bagaimana kami bisa mendapatkan cacat fisik ini ??'


Felitha terdiam, dia lupa jika Arjun memergokinya saat membawa dokumen rahasia milik kelima lelaki kembar itu. Gadis itu menganggukkan kepalanya perlahan, dengan sedikit ragu-ragu apakah Arjun akan tersinggung atau tidak ??


'Iya, bisa dikatakan kami mengalami kecelakaan cukup parah.'


Felitha sebenarnya masih penasaran, sebesar apa kecelakaan yang dialami sehingga mempengaruhi kondisi fisik mereka itu. Tapi dia khawatir jika Arjun akan semakin tersinggung dan marah, Felitha tidak ingin menyakiti perasaan lelaki itu. Tanpa diduga, Arjun menulis kembali seakan menjawab pertanyaan dalam batin Felitha.


'Tapi kecelakaan kami disengaja oleh seseorang, dan itu terjadi saat usia kami antara 5 - 8 tahun.'


Mata Felitha membulat, jadi selama ini ada orang yang membuat kelima lelaki itu kecelakaan dan menyebabkan kondisi fisik mereka.


"Itu.. Masih terlalu kecil untuk kalian.. Bagaimana bisa anak sesuai kalian, mengalami kecelakaan parah, dan siapa orang kejam yang menyakiti kalian ??"


'Ibu kami.'


"Ma..maksudmu ?? Nyonya Cantika ??"


'Bukan, Mom Cantika bukan ibu kandung kami. Dia ibu kandung dari Damar.'


Barulah Felitha mengerti, itulah kenapa kelima lelaki kembar dan Damar terlihat sedikit ada perbedaan diantara mereka. Ternyata mereka bukanlah saudara kandung, tapi cukup Felitha akui. Nyonya Cantika sangatlah perhatian dan baik kepada kelima lelaki kembar itu, meskipun bukanlah ibu kandung. Mereka beruntung sekali, mendapatkan ibu tiri yang sangat baik dan perhatian kepada mereka.


Semoga saja, Nyonya Cantika tidak mengetahui sisi gelap kelima lelaki kembar itu, bisa-bisa wanita cantik itu jantungan secara tiba-tiba jika dia tahu, lelaki yang memiliki kekurangan fisik tiba-tiba menusuk orang dengan pisau.


"Apakah.. jiwa jahat kalian.. berasal dari masa lalu kalian bersama dengan ibu kandung kalian ??"


Arjun mengangguk mendengarkan pertanyaan Felitha, dan semua itu tiba-tiba menjadi masuk akal. Kenapa kelima lelaki itu memiliki simpati dan empati yang sangat rendah, mereka pasti merasakan trauma besar yang masih belum sembuh hingga sekarang. Kasihan sekali, Felitha merasa semakin iba kepada mereka berlima, ya meskipun gadis itu masih merasa takut kepada mereka.


"Kak Arjun... Apakah Kak Damar mengetahui semua ini ??"


'Tapi kau jangan berbicara pada siapapun masalah ini Felitha, anggap saja kau tidak tahu apapun.'


"Aku mengerti, kau bisa memegang janjiku."



"Felitha, gimana hubunganmu sama Kak Arjun ??"


"Eh ??"


Felitha terkejut mendengarkan pertanyaan dari sahabatnya Grace. Felitha saat ini mempersiapkan diri, karena dia sebentar lagi menuju Arya.amar Alto, dan meneteskan obat seperti biasanya. Tapi dia memilih untuk meminum susu segar seperti biasanya.


"Iya, kamu sama Kak Arjun romantis banget. Kapan kalian jadian ??" Ujar Grace dengan terkekeh pelan, dia hanya bercanda sebenarnya, lagipula Felitha sering menggodanya dan Damar, sekarang gantian.


"G-gak tuh.. hehehehe.."


"Dia gak cuma sama Arjun, tapi sama aku juga." Celetuk Altan yang masuk ke dapur dan langsung menanggapi ucapan Grace, dan itu membuat reaksi berbeda dari kedua gadis itu.


"Hah ?! Beneran Felitha ?!" Ujar Grace terkejut bukan main mendengarkan ucapan dari Altan, dan bertanya kepada sahabatnya.


Disisi Felitha sendiri, menangis batin. Kenapa malah dibongkar sih sama Kak Altan ?! dia harus berbicara apa sekarang, kalau jawab 'Itu tidak benar' malah dimarahin dan dihukum, tapi kalau jawab 'Iya, aku pacaran sama mereka berlima' bisa-bisa malah heboh satu rumah.


Kak Altan kurang ajar memang !! Batin Felitha kesal, tapi yang terlihat dari wajahnya hanyalah senyuman gugup dan ekspresi bingung.


"Eh.. enggak kok.. hehehe Kak Altan cuma bercanda." Ujar Felitha mencoba menutupinya.


"Kita gak bercanda. Felitha itu pacar aku, Alto, Adnan, Arjun, sama Arya." Ujar Altan lagi, membuat Grace menutup mulutnya kaget, sementara Felitha semakin kesal.


lempar guling ke bos sendiri dosa gak ya ?? Batin Felitha melirik kesal ke arah Altan yang malah semakin membuka rahasia mereka.


"Wah, sahabatku cosplay jadi Drupadi nih, ngebet sama lima cowok sekaligus." Ujar Grace


"Eh.. enggak.. enggak bener itu.."


"Apa perlu kita ciuman sebagai bukti ??"


"Enggak !! Ish !! Kak Altan !!" Ujar Felitha dengan nada merajuk dan kesal di sana.


Damar kemudian datang mendengarkan pertengkaran kecil antara Altan dan Felitha, sembari tertawa pelan dan kemudian ikut berbicara.


"Astaga, suami istri lagi berantem, untung suaminya Felitha gak cuma satu." Ujar Damar ikutan menggoda, dan membuat Felitha merasa malu-malu.


"Wah, kayanya punya pacar banyak enak, aku juga bakalan kaya Felitha. Ntar kalau berantem sama Kak Damar, bisa sama yang lain." Ujar Grace dengan nada polosnya, dan membuat semua yang ada di sana tertawa geli.


~ ~ ~


***Guys !! gimana nih update cerita kali ini semoga alurnya gak rumit ya, btw sebenarnya ada beberapa chapter yang harus aku rubah dan revisi.


Kalau misal ada revisi kalian gak terganggu kan ??


Udah sekian aja dari aku***..