
Seharusnya ini menjadi hari yang menyenangkan, tapi sayang semua berubah menjadi keburukan karena kedatangan sebuah tamu yang sama sekali tidak di inginkan sejak awal. Kedatangan Keluarga Sarawija, yang kembali membahas permasalahan mengenai keinginan mereka untuk menjodohkan putri mereka, yaitu Gita Sarawija.
Jujur itu membuat Alto merasa kesal, belum tingkah Gita yang membuat jijik lelaki itu, dia bahkan berani memeluk dan mencoba manja merayu lelaki itu, membuat Alto merasa kesal, sehingga berkali-kali mengusirnya. Disisi lain, Felitha sendiri merasa.. Tidak suka, atau bahkan cemburu dengan kedekatan itu, meskipun tahu Alto sebenarnya sangat tidak menyukai Gita, tapi tetap saja rasa kesal itu membuatnya sedikit tidak nyaman.
"Berhenti menyentuhku ?! Kita bahkan belum kenal, dan kau sudah berani menyentuh ku." Ujar Alto dengan sinis, dan itu membuat suasana sedikit berubah, Gita kemudian melepaskan pelukannya itu, karena nada suara Alto yang terdengar sangat tidak suka.
"Bukankah.. Kita akan menjadi dekat, setelah pernik-"
"Siapa yang mau menikah dengan mu ?! Berhentilah bermimpi." Sentak Alto memotong ucapan Gita dengan kesal.
Sebenarnya itu membuat Cantika juga sedikit kesal dengan tingkah Gita yang sepertinya menganggu putranya. Bagi Cantika, perilaku perempuan seperti sangat tidak sopan, dan terkesan murahan, pantas saja Alto tidak menyukai putri dari Keluarga Sarawija, kelakuan perempuan sangat tidak pantas.
"Maafkan aku, tapi putra saya memang tidak menginginkan perjodohan ini. Bukankah dia sudah mengatakan hampir 3 kali ??" Ujar Cantika dengan nada tegas tetapi sopan, dan itu membuat Tuan Tirta sedikit tertegun kagum, istrinya saat bertingkah seperti ini, benar-benar seperti nyonya besar.
"Tapi.. kami sudah mendapatkan donor mata untuk Tuan Alto, dan-"
"Aku menolak, maaf bertingkah tidak sopan dengan memotong ucapan kalian. Tapi bisakah, kalian disini menghargai aku, dengan pemaksaan ini, sepertinya anda berfikir bisa bertingkah seenaknya hanya karena kekurangan fisik saya !" Ujar Alto dengan tegas, kali ini dia benar-benar tidak suka dan terasa tersinggung.
Dia sudah mengatakan hampir beberapa kali, jika dia menolak. Apakah telinga mereka tuli, atau sengaja tidak mendengarkan pendapat dari Alto sendiri ?? Apa karena dia buta, jadi dia seenaknya saja di jodohkan secara paksa ?! Sialan !! Ibunya saja, tidak menginginkan perjodohan ini !!
Disisi lain, Tuan Tirta tidak marah dengan ucapan Alto, karena memang sebenarnya Keluarga Sarawija sudah kelewatan. Cantika benar, Alto sudah besar dan bisa menentukan sendiri pilihan hidupnya, daripada di jodohkan seperti ini.
"Tapi.. setidaknya berikan aku kesempatan untuk bisa dekat dengan mu, aku bahkan sudah berusaha dekat dengan ibumu."
Perkataan itu membuat bingung, padahal Gita tidak pernah dekat dengan Cantika, malahan yang sedikit lebih dekat dengan Cantika sendiri adalah Felitha dan Grace. Gita ?? dia bahkan baru pertama ini ke rumah mereka.
"Siapa ??" Pertanyaan dari Alto membuat semua memberikan tatapan bingung, kecuali Keluarga Sarawija.
"Nyonya Patmawati." Ujar lelaki bernama Randy Sarawija, yang merupakan kepala keluarga Sarawija.
"Kau ingin berjodoh dengan ku, atau dengan Anthony ??" Ujar Alto dengan terkekeh pelan dengan nada menyindir, sebenarnya dia benci mendengarkan nama wanita itu, tapi ya dia tidak akan menunjukkannya begitu saja.
"Aku adalah putra dari Cantika, bukan putra dari Patmawati." Lanjut Alto dengan sedikit tidak suka.
"Tapi.. Dia adalah ibu kandungmu."
"Sama sekali bukan !! Dia bahkan tidak memiliki akte kelahiran ku, kenapa bisa dia menyebut dirinya sebagai ibu ?? Hah, lelucon macam apa ini ?!" Ujar Alto dengan nada meledek, dan itu membuat Sarawija sedikit kaget dengan perkataan dari Alto sendiri.
"Dia yang mengatakan kepadaku, jika.. Aku bisa mendapatkan restu darinya untuk-"
"Untuk menikahiku ?! Dalam mimpi !! Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan ku, jadi jangan berfikir restunya adalah sesuatu hal penting bagiku. Jika kau berfikir ingin mendapatkan restu, maka dekati lah ibu Cantika."
"Maafkan aku sebelumnya, tapi sebagai ibunya hanya menurut apa permintaan dari Alto sendiri." Ujar Cantika sebelum Gita membuka suara kepadanya, jika dia berfikir bisa dengan mudah mendapatkan hati Cantika, maka itu semua salah.
Apalagi Keluarga Sarawija memiliki hubungan dengan Patmawati Aby, karena perempuan itu adalah perempuan licik yang jahat, Cantika tidak mau ke depannya perjodohan ini hanya akan membuat kehidupan Alto semakin berantakan.
"Tapi, Nyonya Cantika.. Aku tidak hanya menjodohkan putra dan putri kita, tapi terdapat kerjasama perusahaan disini."
Semua yang ada di sana sama sekali tidak bergeming sedikitpun, bahkan Tuan Tirta hanya menyaksikan perdebatan antara mitra kerja dan keluarganya saja, karena dari awal Tirta memang sudah melepaskan keputusan ini kepada Alto san Cantika, entah apa reaksinya lelaki itu hanya akan menurut pada istri dan anak laki-lakinya.
"Sebaiknya aku pergi, tidak ada lagi urusan denganku." Ujar Alto segera bangkit berdiri dari sana, dia kemudian sengaja menyentuh Felitha agar perempuan itu mau menuntunnya ke kamarnya.
Di hadapan mereka semua, Alto harus tetap mempertahankan akting miliknya, begitu pula Felitha sendiri. Meskipun gadis itu tidak tahu, apakah Alto benar-benar buta atau hanya tipuan seperti Arya ?? Entahlah, dia tidak mau mengurus urusan orang lain.
…
"Kak Alto sangat menakutkan tadi." Bisik Felitha yang membantu Alto berjalan, sementara lelaki itu terkekeh pelan.
"Aku sedikit kesal saja, tapi mendengar suaramu yang bergemetar ketakutan membuatku tertawa." Ujar Alto.
"Ih, serius !! Tadi aja ceweknya sampai takut gitu sama Kak Alto." Ujar Felitha mengingat bagaimana ekspresi dari Gita saat mendengarkan nada suara Alto yang tinggi dan penuh dengan penekanan itu.
"Biarin, kalau gak digituin. Dia malah semakin berani." Ujar Alto dengan cuek.
"Ternyata ucapan Kak Damar emang bener. Kak Alto yang paling galak."
Alto hanya tertawa geli mendengarkan penuturan polos Felitha di sana. Memang benar, diantara lainnya. Alto paling galak cuek dan dingin, Altan dan Adnan kadang galak kadang manja kek kucing, Arjun paling romantis, dan Arya tuh.. yang paling licik kayanya.. Enggak taulah, Felitha baru mengenal mereka belum sedalam itu.
"Aku memang galak, tapi kalau sama orang yang aku sayang. Aku paling perhatian dan lembut."
"Gak percaya.. Dari kemarin Kak Alto yang kelihatan sifatnya tuh dingin, galak, terus ketus kalau ngomong."
"Yakin ??"
"Iya.."
"Coba deh, pas malam pertama besok habis nikah. Dari empat saudara aku yang lain, aku paling lembut dan perhatian pas di kamar."
"Eh ??"
Otak Felitha berfikir sedikit tentang maksud ucapan dari Alto, hingga...
"KAK ALTO MESUM !!!"
…
***hey guys..
konfliknya sama sekali gak seru ya, hehehehe..
udah segitu aja dari aku, semisal aku gak update besok maaf ya, ini gigi aku sakit banget 🥲🥲
semoga besok sembuh dan bisa update lagi, byee semua***..