
"Dan sekarang.."
Aarav mendorong tubuh Felitha hingga terjatuh di atas kasur, dan itu membuat gadis itu sedikit ketakutan di sana. Felitha mencoba menghindari Aarav tapi gagal lelaki itu berhasil mengurungnya dalam kungkungan. Dengan panik dan gelisah, gadis itu mencoba berbicara dengan Aarav.
"A..apa yang ingin kau lakukan ?? Kau tidak akan melakukan apapun, padaku.. bukan ??"
"Kenapa tidak ?? Aku sudah lama menginginkan ini semua~" Bisik Aarav di telinga Felitha, gadis itu berfikir dan berusaha mencari cara agar bisa terbebas dari Aarav.
Sudah beberapa kali, lelaki itu berusaha melakukan hal tidak sopan kepadanya, dan bahkan hampir melecehkannya, tapi beruntung Felitha bisa mencari celah atau cara bahkan beberapa anak buah Aarav sendiri yang mengacaukan dengan memberikan informasi. Tapi kali ini ?? Apakah bisa dia membebaskan dirinya sendiri lagi ?? Felitha terdiam tidak tahu harus berkata apa, atau berbuat apalagi.
Hingga sesuatu menganggu nya, Felitha sedikit merasakan rasa sakit di bagian perutnya, Aarav menyadari itu dan berfikir dia bahkan tidak melukai Felitha sedikitpun kenapa perempuan itu malah terlihat sangat kesakitan.
"Ada apa sayang ??"
Felitha memegang bagian perutnya, "Sa..sakit.."
Felitha terdiam sejenak, jangan katakan jika dia...
Aarav kemudian sedikit menyingkirkan tubuhnya, berfikir jika Felitha kesakitan saat dia menindih tubuhnya. Tapi nyatanya tidak sama sekali, Aarav tidak menyentuh bagian perutnya. Felitha bangkit duduk dengan masih merasakan sakit hingga.. Gadis itu menyadari adanya darah yang keluar dari pahanya. Benar, dia sedang masa haid, pantas saja dia merasakan sakit, dan ini adalah hari pertamanya ?!
"Oh, kau sedang masanya." Celetuk Aarav yang sepertinya mengetahui kondisi yang ada, Felitha tidak perlu kaget, lelaki didepannya terlihat jauh lebih dewasa daripadanya, tidak mungkin lelaki itu tidak mengetahui apa yang terjadi.
"A..apa kau memiliki.. akh.." Felitha memegang bagian perutnya sedikit kesakitan, Aarav sudah tahu apa yang terjadi, dia tidak kaget atau merasa bingung.
Lelaki itu menyerahkan sebuah kotak ternyata adalah pembalut dan juga celana.. Tunggu darimana dia bisa membeli pakaian dalam perempuan ?! Tapi Felitha tidak berfikir panjang, dia segera meraih pembalut dan juga pakaian dalam yang diberikan.
"Kamar mandi ada di sebelah sana, kau bisa menggunakannya." Ujar Aarav menunjuk sebuah pintu yang ada di dalam ruangan.
Sebenarnya Felitha sudah tahu, dia di kurung sudah hampir 2 hari, kenapa lelaki itu malah baru bilang sekarang ?? Ah sudahlah, daripada repot memikirkan itu semua dia lebih baik menuju ke kamar mandi. Aarav hanya sedikit menyeringai menatap Felitha yang memasuki ruangan kamarnya.
Lelaki itu menjilat bagian jarinya yang sempat terkena darah haid dari Felitha sedikit, saat dia tidak sengaja menyentuh pahanya tadi. Aarav tersenyum miring disana.
"Bahkan darahmu sangat manis, sayang~" Ujar Aarav dengan nada perlahan dan penuh kegilaan.
Lelaki itu benar-benar sudah gila.
Tidak lama, handphone berbunyi dan tertuliskan adanya pesan masuk dari nomer yang tidak di kenal. Aarav sedikit bingung pesan siapa itu, karena tidak menyimpan nomer di handphone. Lelaki itu membuka isi pesan, membacanya secara perlahan.
081*********
Jangan berfikir kau akan bebas dari ini semua, aku akan membuktikan jika Mom tidak bersalah, dan memberikan bukti kejahatan mu !!
Akuilah Aarav Chaselito !! ***Kaulah pembunuh orang tuamu sendiri !!
Aku akan membuktikan semua, dan menyeretmu ke penjara*** !!
Aarav mengeram kesal, rupanya Anthony yang memberikan pesan itu kepadanya. Sialan, apakah dia mau bermain api denganku ?!
"Jadi kau berusaha bermain api denganku, heh ?! Kita lihat siapa yang terbakar dengan api itu, kau atau aku !!" Ujar Aarav menyeringai licik.
Tidak mungkin, Anthony benar-benar bisa memberikan bukti di pengadilan !! Aarav yakin, keluarga Aby tidak sepintar dan secerdik itu, dan dia yakin anak itu hanya berani menggertak tapi tidak berani menyentuhnya.
"Jika kau bermain-main denganku, maka nyawa yang harus jadi taruhan !!" Ujar Aarav dengan senyumannya, dia tidak mungkin akan membiarkan Patmawati hidup dengan semudah itu. Dia akan membunuh wanita tidak berguna itu.
Aarav kemudian menelfon seseorang di handphonenya dan berbicara disana.
"......"
"Lakukan sesuatu agar tidak ada yang curiga disana."
"......"
"Bagus, aku ingin memberikan sedikit api di permainan ini." Ujar Aarav memikirkan kembali ide yang akan dia lakukan dalam rencana ini.
Tanpa di sadari oleh Aarav bahkan ada seseorang yang sudah mengetahui rencananya terlebih dahulu sebelumnya. Dan mungkin sosok itulah yang akan memainkan perannya sendiri.
…
***Bugh !!!
Bugh !!!
Bugh*** !!!
"Hentikan, apa yang kalian lakukan ?!"
Seorang lelaki muda melihat perempuan itu di pukul beberapa kali hingga melemah di sana. Lelaki itu adalah Anthony melihat ibunya di pukul oleh lelaki lain yang entah siapa dan datang dari mana lelaki itu berasal. Rasa kesal, tapi bingung dia rasakan. Permainan apalagi ini ?! Batinnya kesal.
"Ini perintah dari Tuan Aarav Cashelito !!"
"Dia sudah memberikan bukti pembunuhan atas nama orang tuanya. Sebaiknya kau tidak ikut campur !!"
"Aku.. sudah bilang... Bukan aku pelakunya !!!" Patmawati berusaha menjelaskan berkali-kali bahkan kepada Aarav tapi sialnya lelaki itu malah menunjuknya sebagai seorang pembunuh, Patmawati tahu dengan pasti siapa pelaku aslinya. Tapi dirinya di fitnah oleh Aarav hingga lelaki itu begitu emosi.
"Ck, kami hanya di bayar untuk ini ?! Kami tidak peduli apakah benar kau atau bukan ?! Jika kau terus mengelak nya, maka kami tidak akan berhenti menyiksamu !!" Ujar salah satu lelaki itu, dan berakhir meninggalkan Patmawati dan Anthony di penjara.
Patmawati dengan tubuh lemah, dan bahkan mulutnya berdarah karena pukulan tidak lelaki itu tidak main-main kepadanya. Anthony kemudian mendekati ibunya dan mengeram kesal atas Aarav, atas perlakuannya selama ini ?! Bahkan Keluarga Sagara saja tidak melakukan apapun, kecuali tamparan karena kesalahpahaman.
Itupun juga karena ulah Aarav yang menuduh dan kembali menfitnah Patmawati sebagai pelaku penculikan Felitha. Argh !! Kenapa semua begitu rumit disini.
"Aku tidak akan tinggal diam !!" Ujar Anthony dengan kesal, meskipun dirinya bukanlah orang hebat, tapi dia masih memiliki kekuasaan sendiri. Dia bisa menggunakan kekuasaan itu untuk mengacaukan rencana buruk Aarav.
Anthony membantu ibunya duduk kembali di kursi yang memang ada dalam penjara, dan kemudian berpamitan keluar. Karena ibunya masih dalam masa tersangka, dia di penjara sendiri. Anthony adalah satu-satunya keluarga, jadilah dia bisa masuk ke dalam penjara untuk menjenguk ibunya. Aneh ?? Ada polisi yang berjaga, kenapa ibunya bisa dipukulin dan bahkan mendapatkan kekerasan di sini ?!
Anthony keluar dari ruangan dan kemudian menelfon seseorang di handphonenya dan berbicara dengan orang lain, yang mungkin adalah kerabatnya.
"Hey, aku membutuhkan bantuan mu !!"
"......"
"Aku ingin kau membantuku mengeluarkan perempuan dari tangan seorang penculik !!"
"....."
"Aku akan kirimkan fotonya, dan jangan khawatir aku akan memberikan bayaran tinggi jika kau berhasil, dan aku yakin kita akan mendapatkan keuntungan banyak setelah ini."
Anthony menyeringai licik dan puas saat mendengarkan pernyataan dari lelaki di seberang sana.