
“Ke..kenapa ??”
“Kenapa apanya, sayang ??”
“Ke..kenapa kau melakukan ini ?? Apa kesalahanku padamu ??”
Aarav memasang wajah berfikir saat Felitha mencoba bertanya kepadanya dengan serius, jujur saja gadis itu masih bingung kenapa Aarav menculik dan malah membawanya ke ruangan tersembunyi ini ??
Gadis itu merasa bingung, dia berfikir orang yang menculiknya adalah Anthony tapi semua itu salah. Bahkan Felitha terkejut saat mendapati wajah Aarav yang ada di hadapannya, gadis itu sudah tidak dalam kondisi terikat di atas kasur, tapi kedua tangannya tetap di borgol dan juga kakinya di rantai yang berhubungan dengan kasur.
Tapi tetap saja, di dekati oleh lelaki yang menculik mu adalah sesuatu yang sangat menyeramkan, apalagi ruangan yang di gunakan adalah ruangan tersembunyi.. Apakah akan ada yang mengetahui keberadaan Felitha disini ??
“Mungkin karena, kau sudah mencuri hatiku sejak awal.” Celetuk Aarav membuat tanda tanya besar bagi Felitha, kapan.. sejak kapan ?? Apakah saat pertemuan makan malam waktu itu ?? sesingkat itukah bagi lelaki creepy ini untuk jatuh cinta dengan Felitha ??
“Eh.. Kapan ??”
“Apa kau lupa ?? Bagaimana bisa kau melupakan orang yang selalu datang ke rumah sakit ??”
Felitha terdiam, ada banyak pasien di rumah sakitnya, dan dia tidak ingat sedikitpun mengenai wajah Aarav yang muncul atau pernah datang ke rumah sakit. Sedikitpun tidak, aneh ?? Mungkin karena terlalu banyak orang yang datang ke rumah sakit dan lagi, Felitha adalah gadis pelupa. Jangan kaget, jika Felitha tiba-tiba melupakanmu meskipun kalian bertemu kemarin, itu karena ingatannya lumayan lemah, kecuali jika tinggal bersama orang itu dalam waktu lama, maka dia bisa mengingat orang itu dengan baik.
“A..aku tidak ingat..”
Aarav terdiam sejenak, dia tahu betapa parah ingatan Felitha, jadilah dia berfikir menyebutkan nama seseorang yang mungkin bisa membuatnya ingat sedikit.
“Bagaimana dengan nama Daniel Cashelito ??”
Felitha membulatkan matanya, dia ingat salah satu pasien di rumah sakitnya yang mengalami kecelakaan hingga membuatnya kehilangan kemampuan berjalan meskipun kedua kakinya masih utuh, dalam artian tidak sampai di amputasi. Sesaat setelah itu, dia mengalami koma hingga di pindahkan ke rumah sakit umum, karena mengalami gangguan organ dalamnya. Tunggu.. Itu berarti, sosok lelaki yang sering datang ke rumah sakit, adalah Aarav ??
Dia kemudian ingat, seorang lelaki yang terkadang menabraknya saat berjalan, Felitha ingat dia sempat melihat wajahnya tapi karena itu sudah sangat lama, dia tidak mengingat sosok itu lagi, dan tidak menyangka itu adalah Aarav sendiri.
“Tunggu.. Kau menyukaiku ?? Sejak kapan ??”
“Sejak kita bertemu, kau sangat cantik sekali. Apalagi saat di rumah sakit, dan kau menggunakan seragam perawat. Kau benar-benar cantik saat itu Felitha, dan bahkan sekarang kau jauh lebih cantik." Ujar Aarav mengingat masa lalu, saat dia bertemu dengan Felitha saat saudaranya di rawat di rumah sakit tempat Felitha bekerja.
Felitha ingat, Puja pernah memperingatinya terhadap salah satu keluarga pasien yang terlihat creepy dan selalu mencoba mengikuti Felitha.. Mungkinkah.. Dia adalah Aarav ?! Ini gila !! Benar-benar gila !!
Tapi memang saat itu, pernah Felitha dikirimi surat cinta entah dari siapa, dan pernah surat itu bertuliskan tulisan merah, yang dikira adalah tinta merah tapi ternyata itu adalah darah. Juga pernah, ada orang yang mengintip atau melihatnya, Felitha berfikir itu hanyalah imajinasinya, tapi ternyata.. Itu adalah Aarav ?? rasanya hampir tidak percaya, karena pada pertemuan pertama Aarav begitu sopan dan baik kepadanya.
Bahkan yang lebih creepy adalah foto menunjukkan tubuh Felitha yang terbuka di saat mandi juga ada di dinding. Gadis itu memandang takut dan ngeri kepada Aarav karena lelaki itu benar-benar sangat menyeramkan. Bahkan Kak Alto dan lainnya tidak creepy seperti ini... Kecuali Kak Altan yang sempat menawarinya menjadi model lukisan, jujur itu sedikit creepy tapi masih mending dan jauh lebih baik daripada Aarav.
“Dan sebentar lagi, kita akan tinggal bersama.. Selamanya.”
Kak Alto aku mohon selamatkan aku batin Felitha dengan rasa sangat takut, dia tidak pernah merasakan rasa takut bahkan saat melihat kelima lelaki itu membunuh seseorang dia merasa tidak setakut ini. Mungkin, karena mereka berlima memang tidak ada niatan buruk untuk membunuh Felitha, sementara Aarav mungkin bisa membunuhnya, lihat saja senjata yang dia bawa kemana-mana, dan ancaman dari Aarav membuktikan jika lelaki itu akan membunuhnya jika tidak menurutinya.
Bahkan pernah Aarav mengancam akan memotong pita suaranya jika Felitha berteriak atau mengeluarkan suara gaduh dalam ruangan itu, dengan mendekatkan pisau lipat ke arah lehernya, jujur itu adalah hal paling menakutkan yang pernah dia alami. Bahkan saat menghadapi orang gila saja, tidak semenakutkan ini.
...
“Aku sudah mendapatkan pelaku penculikannya.” Ujar Alto menyeringai licik, dia tidak sebodoh itu untuk bisa mempercayai semua omong kosong Aarav.
Alto, dan keempat saudara bahkan Damar sekalipun sudah merasa curiga pada anak tunggal keluarga Cashelito, apalagi tingkahnya seakan-akan menyalahkan Patmawati. Meskipun mereka tetap akan membiarkan perempuan itu di penjara sebagai hukuman dan rasa emosi mereka, tapi mereka tidak tinggal diam menutup mata begitu saja dari kejahatan Aarav.
“Jadi, apa rencana, Kak Alto ??” Tanya Damar yang juga bergabung dalam pembicaraan mereka.
“Aku sudah menemukan lokasi dan markasnya, tapi aku berfikir untuk melakukan penyerangan malam ini.” Ujar Alto saat mendapatkan informasi dari anak buahnya yang berhasil mendapatkan lokasi dimana Felitha di culik.
“Lalu, bagaimana kita bisa membuat rencana sendiri ??”
Alto menyeringai licik, “Aku tahu. Dan aku berfikir akan menggunakan orang lain sebagai umpannya.”
“Astaga, siapa yang akan kalian jadikan sebagai umpan ??” Ujar Damar menggelengkan kepalanya, ternyata kelima saudaranya benar-benar sangat licik, sebenarnya mereka keturunan siapa.
"Hmm.. Entahlah, mungkin orang yang bisa kita gunakan." Ujar Alto menyeringai licik, membuat Damar sepertinya harus mengikuti ide gila saudaranya itu daripada menunggu jawaban tidak pasti, dimana Felitha berada saat ini.
~ ~ ~
***Guys.. maaf banget yang ini pendek, dan lagi.. Author buat ini cerita kemungkinan bakalan pendek.. Cuma sampai chapter 50 aja, tapi bakalan update cerita lainnya..
Semoga aja kalian suka 😅😅***