
"Akhirnya kau kembali !!!"
Grace memeluk erat Felitha yang kembali dengan selamat, gadis itu sangat mengkhawatirkan masalah sahabatnya itu. Tidak hanya Grace, semua yang ada disana bahkan kelima lelaki itu juga ikut memeluk Felitha secara bergantian.
"Ini.. Aku boleh ikutan peluk gak ??" Tanya Damar melihat semua orang memeluk Felitha dengan senang dan begitu bahagia, tapi dia sendiri dilema apakah kelima kakaknya akan menghabisinya di tempat atau tidak, jika dia memeluk Felitha.
"Gak !" satu kata yang di berikan keempat lelaki (Kecuali Arjun) dan juga Grace dengan nada ketus, membuat Damar memberikan respon penuh drama disana.
"hiks.. Kalian semua jahat.. Aku bakalan ngadu ke mama, biar kalian gak dikasih uang jajan." Ujar Damar seperti anak kecil yang di bully oleh kelima kakaknya, membuat Felitha tertawa geli. Inilah yang sangat dia nantikan selama ini, tertawa penuh bahagia bersama keluarga barunya itu.
Tidak lama, Cantika dan Tirta juga ikut turun. Mereka tahu, jika Felitha akan kembali. Cantika bahkan langsung memeluk calon menantunya dengan erat dan begitu bahagia sekaligus merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku.. Aku tidak menyangka semua akan terjadi seperti ini, dan membuat hidupmu dalam bahaya."
"Nyonya.. jangan berkata seperti itu, aku senang dan terimakasih karena berusaha untuk membantu dan menolongku." Ujar Felitha senang, dia tahu jika Keluarga Sagara tidak mungkin akan melepaskannya begitu saja saat seperti ini.
"Jadi.. Apakah dia menyakitimu selama kau disana ??"
"Tidak sama sekali Tuan, aku bahkan-"
Arjun menatap tidak suka, dan menggelengkan kepalanya. Membuat Felitha yang tadinya berbicara kini menatap Arjun dengan sedikit ragu dan bingung, jadilah dia memotong ucapannya sendiri. Arjun pasti melihat ada banyak foto dan gambar Felitha yang terpasang di dinding, Arjun tidak suka karena Felitha menutupinya seakan menutupi kejahatan dari Aarav kepadanya.
"Bahkan apa, Felitha ??" Tanya Grace dengan rasa penasaran, Felitha menundukkan kepalanya bingung.
"Apa.. kau mengetahui sesuatu Arjun ??" Tanya Altan yang sepertinya menyadari jika Arjun yang datang ke sana dan menolong Felitha masuk ke dalam rumah. Arjun mengangguk, membuat Felitha semakin gelisah di sana.
"Katakan, Felitha.. Apa yang lelaki itu lakukan padamu ??" Tanya Cantika, mengetahui gerak-gerik dari Felitha yang begitu gelisah. Nyonya besar Sagara sebenarnya sudah tahu dari awal, jika pelakunya bukanlah perempuan melainkan lelaki. Tapi dia sengaja membuat drama manis, dengan menyalahkan Patmawati dan mengamuk seakan-akan dialah yang menculik Felitha.
Padahal Cantika hanya meluapkan emosinya kepada Patmawati dalam memperlakukan kelima lelaki yang kini dia anggap sebagai putranya. Sungguh Nyonya besar yang cerdik dan juga licik ??
"Dia... Dia... Meneror ku selama ini.. Bahkan dia juga sempat mengintai ku saat di rumah sakit dulu."
Felitha bercerita panjang dan lebar mengenai pertemuannya dengan Aarav di rumah sakit, dengan saudaranya yaitu Daniel Cashelito. Tirta ingat, jika keluarga Cashelito memang memiliki dua anak, pertama Daniel dan kedua adalah Aarav. Sebuah kecelakaan membuat Daniel mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya, dan tidak lama kedua orang tuan Daniel dan Aarav meninggal karena suatu peristiwa yang masih menjadi misteri.
Lalu Felitha menceritakan bagaimana dirinya merasa seperti diikuti oleh seseorang dan bahkan pernah merasa diintip saat di kamar mandi. Semua teror itu berhenti, saat Daniel di pindahkan ke rumah sakit lainnya, karena mengalami koma dan tidak sadarkan diri. Tapi bodohnya, Felitha tidak pernah memikirkan sedikitpun ide jika itu adalah Aarav sendiri. Dia sama sekali tidak pernah berfikir negatif dengan seseorang, meskipun ada lelaki yang bertingkah aneh dan begitu menyeramkan di hadapannya.
Felitha juga sedikit ketakutan bergetar saat bercerita, jika dirinya di culik dan melihat banyak sekali gambar dirinya tanpa pakaian sedikitpun dan itu tercetak jelas di sana. Rasa takut dan khawatir kemudian merasuki dirinya dan berfikir negatif.
"Ba..bagaimana jika dia menyebarkan gambar itu, kepadaku.." Ujar Felitha sedikit ketakutan dan menangis.
"Tidak akan, percayalah.. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Ujar Adnan kemudian berbicara setelah mendengarkan cerita dari Felitha.
Sementara Arjun duduk di sebelahnya membelai bagian punggung tangan Felitha guna menenangkan perempuan itu, agar tidak terlihat ketakutan seperti ini. Alto mengeram kesal dalam hatinya, kenapa banyak yang menginginkan Felitha.
"Apa rencana mu selanjutnya, Alto ??" Tanya Tirta kepada putranya. Membuat Felitha yang sedikit tenang kemudian menatap penuh tanda tanya, kenapa tuannya malah menanyakan rencana kepada Alto ??
"Kau tenang saja Dad, aku sudah memancing api agar mau membesar. Kita hanya perlu bensin dan air untuk berjaga-jaga disini." Ujar Alto menyeringai di sana.
"Tu..Tunggu.. Tuan.. Kenapa anda...??"
Tirta hanya terkekeh pelan di sana, dia kemudian mulai memberikan senyuman misterius miliknya.
"Felitha.. Kau bisa menjaga rahasia, bukan ??"
Tirta mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya, "Tentang ini."
Sepertinya ini menjadi kejutan paling tidak terduga, kenapa Tuan Tirta memiliki senjata ?? apakah lelaki itu... ??? tidak mungkin, jangan katakan seluruh keluarga Sagara adalah.. mafia ?? Felitha tercengang dengan hasil pikirannya sendiri, dan masih tidak percaya.
"Sayang, berhentilah membuat takut Felitha !" Ujar Cantika dengan sedikit kesal, karena ulah dan tingkah suaminya.
"Oh ayolah, dia akan menjadi bagian keluarga kita. Jadi, tidak ada salahnya, bukan ??" Ujar Tirta dengan sedikit keras kepala.
Felitha menoleh ke arah Grace, gadis itu tidak terlihat ketakutan sedikitpun di sana.
"Grace.. kau mengetahui.. ini semua.. ??"
Grace mengangguk pelan, "Sudah lama sebenarnya, tapi aku tidak mau kehilanganmu. Bagiku kau teman pertamaku yang selamat."
"Apa maksudmu selamat.. ??"
Grace hanya tersenyum miris, "Err.. Pelayan Lia.. Pelayan Mia.. ??"
Felitha membulatkan matanya bingung, "Pelayan Mia.. Bukankah dia masih ??"
Grace menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang.. membunuhnya ??"
Grace menunjuk ke arah Arjun di sebelah Felitha, gadis itu menolehkan kepalanya pada lelaki di sebelahnya, sementara Arjun malah mengeluarkan senyuman polosnya. Felitha sepertinya harus menyiapkan begitu banyak jantung mengetahui perilaku kelima lelaki itu sangat tidak sesuai dengan ekspresi wajah dan perlakuan mereka.
"Sepertinya aku akan jantungan jika menikah dengan kalian." Celetuk Felitha disana.
"Kau dengar itu, Felitha akan menikahi kita berlima !!" Ujar Arya dengan senang, membuat Adnan dan Altan terkejut dengan perkataan Felitha itu.
"He-hey bukan itu maksudku-"
"Felitha, tidak apa aku mengijinkan mu menjadi menantuku.. Tapi menikahi mereka berlima, tidakkah itu terlalu banyak ??" Ujar Cantika, membuat Felitha kembali tidak bisa menjawab perkataan dari Arya, gadis itu hanya menghela nafasnya, dan menangis dalam hati. Kenapa dia malah keceplosan berbicara seperti itu.
"Sudahlah ibu, biarkan saja. Lagipula kita tidak keberatan menikahi satu gadis, bukan begitu Arjun ??" Adnan bertanya kepada Arjun, dan di jawab anggukan serta jempol tangannya terangkat dengan mantab.
…
Aarav mengeram kesal, karena lagi-lagi rencananya untuk bisa mendapatkan Felitha gagal, padahal semua sudah berjalan dengan lancar dan begitu manis, tapi semua malah akhirnya berjalan tidak sesuai dengan rencana miliknya.
"Katakan pada Anthony, aku akan menantangnya di sebuah lapangan !! Kita akan menyelesaikan semuanya disana !!"
"Baik tuan."
"Berikan amplop itu, dan pastikan tidak ada polisi yang bisa menganggu pertarungan nanti !!"
"Baik, tuan !"
Setelah orang yang diperintahkan kemudian berlari dari sana, Aarav sendiri mengeram kesal dalam hatinya.
Setelah menyelesaikan urusan dengan Anthony sialan itu, aku akan menghabisi mu Sagara !! Aarav tahu, siapa yang telah merebut Felitha, tapi dia lebih ingin menghabisi Anthony terlebih dahulu.