
"Felitha, ayo temani aku jalan-jalan ke taman." Ujar Arya mengajak Felitha untuk pergi jalan-jalan keluar.
Felitha kemudian menunjuk ke arah kursi roda yang diduduki oleh Arya, sembari bertanya kepadanya.
"Pakai.. kursi roda ??"
Arya mengangguk mantab, Felitha hanya menghela nafasnya. Astaga, dirinya harus ikut terjun menjadi seorang penipu disini.
"Cukup kamu aja yang tahu." Ujar Arya sembari memberikan kode seakan meminta Felitha untuk menutup mulutnya agar tidak berbicara pada siapapun.
"Iya.. Lagian aku masih sayang nyawa."
Arya malah tertawa geli mendengarkan perkataan Felitha, "Sayang~ kan aku dah bilang. Aku cuma mau kamu, bukan darah kamu." Bisik Arya pada Felitha.
Kelamaan Felitha mulai, terbiasa dengan panggilan sayang, dari kelima lelaki itu. Meskipun nada yang mereka gunakan terdengar sedikit mesum, dan nakal.
"Iya deh.. Mau di taman mana ?? Jangan taman yang di deket sini." Ujar Felitha masih takut dengan kejadian Anthony dan Arjun. Lha Arjun yang masih kelihatan normal aja dikatain cacat didepan umum, apalagi Arya yang menggunakan kursi roda.
"hahahaha kenapa ?? Gak usah takut, aku bawa pistol kok. Jaga-jaga kalau ada yang macam-macam sama kamu."
"Eh, gak usah !!"
"Kenapa ??"
"Kalau pakai pistol, mending gak usah jalan-jalan !!"
"Tapi, sayang-"
"Gak."
Arya menghela nafasnya berat, akhirnya dia dengan terpaksa harus menuruti perintah sang kekasih perempuan mereka.
"Iya deh, tapi.. Aku bawa bodyguard ya.."
"Ha ?? Buat apa-"
"Gak usah bawa bodyguard !! bawa aku aja, aku sama Grace mau ikut !!" Ujar Damar memotong pembicaraan dari Felitha, dan itu membuat Arya terkejut bukan main, juga gadis itu langsung menoleh ke arah sosok lelaki yang datang membawa calon kekasihnya.
"Lha.. Grace ikut ??" Ujar Felitha setengah senang tapi setengah bingung, bukannya Grace harus banyak kerjaan ??
"Mama Cantika tercinta yang ngebolehin, lagian ini minggu. Dia bilang Grace juga harus liburan."
"Lha terus kerjaan di rumah ??" Tanya Arya dengan bingung.
"Gampang, masih ada pelayan lainnya." Ujar Damar dengan gampangannya.
Disisi lain, Grace sendiri merasa sangat tidak enak dengan keputusan dari Damar dan Nyonya Cantika, karena merasa sangat tidak pantas untuk berada di sana bersama majikannya, tapi ternyata keduanya orang itu memperbolehkan bahkan setengah memaksa Grace untuk ikut saja dengan Damar. Sudah aku katakan, Nyonya Cantika sepertinya memiliki niat untuk menjodohkan Damar dan Grace.
"Emang bisa ngelindungin ??"
"Yee, sama saudara ngeremehin gini ?! Gak inget, aku lomba juara taekwondo internasional."Ujar Damar dengan angkuh.
" Halah, cuma kebetulan aja itu. Paling nyogok jurinya." Ujar Arya dengan nada masih tidak terima, dan membuat Damar mengeluarkan ekspresi cemberutnya.
"Gak usah sok imut gitu, udah ayo kalau mau ikut naik mobil." Ujar Arya menjitak kepala Damar dengan kesal, kemudian dia memberikan kode agar mereka naik ke mobil.
"Aku aja deh yang nyetir, Grace kamu duduk di samping aku ya." Ujar Damar menunjukkan kunci mobil di tangannya itu.
"Oke."
"Sayang~ bantuin~"
"Gak usah manja, berdiri sendiri !!" Bukan mendapatkan jawaban dari Felitha, justru Damar yang membalas dengan ucapan sedikit ketus.
"Yee~ yang belum official, malah cemburu !! Makanya tembak, sebelum keduluan orang !" Ujar Arya tidak kalah ketus membalas ucapan dari Damar.
"Udah, udah.. Sini aku bantuin." Ujar Felitha menengahi dan membantu Arya untuk masuk ke dalam mobilnya secara perlahan, tapi gadis itu sama sekali tidak merasa berat atau kesusahan karena Arya secara diam-diam membantu Felitha.
"Ini cuma buat akting aja." Bisik Arya yang saat Felitha membantunya untuk masuk ke dalam mobil.
Arya sengaja meminta bantuan kepada Felitha, agar Grace tidak mengetahui kondisi fisik asli dari Arya, dan juga menipu beberapa orang yang mungkin mengetahui mereka di taman nanti. Felitha hanya mengangguk mendengarkan bisikan itu, dan tidak mempermasalahkannya, asal dia tidak harus menutupi pembunuhan yang dilakukan kelimanya.
Setelah menaikkan Arya ke dalam mobil, Felitha kemudian melipat kursi roda dan memasukkannya ke dalam bagasi bagian belakang. Setelah beres, Felitha kemudian masuk melalui pintu samping sebelahnya dan duduk disebelah Arya.
Dalam perjalanan, tidak ada kecanggungan karena adanya Damar yang bisa membantu dengan candaan yang meskipun terkadang garing, tapi cukup mencairkan suasana di sana, lalu Arya yang terkadang berbicara dengan nada ketus, dan Damar yang menanggapi dengan penuh drama. Gelak canda terjadi di dalam mobil.
Hingga tanpa sadar, mereka telah sampai diparkiran tempat taman yang dituju, yaitu Taman Menteng. Cukup banyak orang, dan sepertinya banyak polisi dan satpol PP yang berjaga sehingga tidak mungkin ada preman yang menganggu di Taman Menteng.
"Akhirnya sampai juga. Btw, tumben banget hari ini banyak polisi yang berjaga ??" Ujar Damar keluar dari mobilnya, dan merenggangkan tubuhnya setelah beberapa menit duduk dalam keadaan menyetir.
"Aku yang telfon, suruh beberapa polisi berjaga disini." Ujar Arya yang sudah keluar dan duduk di kursi roda sembari didorong oleh Felitha.
"Hah ?? se..serius ??" Ujar Felitha yang kaget mendengar ucapan Arya.
"Serius sayang, aku gak mau kencan hari ini terganggu gegara preman rendahan itu." Ujar Arya dengan nada bersungguh-sungguh.
"Haduhhh, hari ini beneran Grace, kita berdua bakalan jadi nyamuk." Ujar Damar menatap ke arah Grace yang berdiri di sampingnya.
"Lha, aku kira Felitha bakalan pacaran sama Tuan Arjun ??" Ujar Grace dengan nada dan ekspresi polos, jujur itu membuat Damar sedikit.. Malu dan terpesona sejenak.
"Panggil Kak aja, gak papa. Lagian Altan kan udah pernah bilang, Felitha itu pacar berlima." Ujar Arya menjelaskan dan berbicara kepada Grace.
Dirinya dan kelima saudaranya sedikit tidak suka dipanggil Tuan, karena terdengar tua. Lagipula ayah mereka juga dipanggil Tuan, jadilah kelimanya lebih suka dipanggil Kak, kepada siapapun.
"Hah ?? se..serius ?? berarti.. Kak Altan kemarin gak bercanda ??" Ujar Grace berfikir kemarin Altan hanya berbicara ngawur saja, tapi ternyata diluar dugaan.
"Terus.. Felitha ntar nikah gitu sama kalian berlima ??"
"Emang." Ujar Arya singkat pada saudaranya, dan jujur itu membuat Damar terkejut bukan main mendengar pengakuan Arya yang berbicara santai, tanpa rem.
Bahkan Felitha sendiri terkejut bukan main, mendengarkan perkataan itu. Ada rasa malu, dan senang tapi juga bingung.
"Udah, ntar jangan lupa kunci mobilnya. Kita duluan aja, Ayo Felitha kita masuk dulu." Ujar Arya melihat Damar masih terpaku ditempatnya.
Damar dan Grace masih terdiam kaget, tapi kemudian mulai tersadar saat melihat Felitha dan Arya sudah berjalan duluan mengarah pada pintu masuk ke pintu depan taman.
"Eh.. Tungguin !!"
~ ~ ~
***Nasib Felitha bakalan gimana tuh.. hahahaha dinikahin lima cowok, tapi ini cerita masih panjang kok.. Masih belum ke tahap pernikahan..
Masa iya, secepat itu prosesnya.
Oke sekian aja dari aku guys.. semoga kalian suka..
Kalau mau, bakalan ada chapter isinya cuma Damar sama Grace, itupun kalau kalian mau***.