
Suara langkah kaki terdengar begitu nyaring dari pintu utama. Ketiganya menoleh mengkti naluri keingintahuan siapa gerangan yang datang.
"Bundaaaaaaaaaaaaa"
"Mamaaaaaaaaaaaaa"
Suara dua manusia yang beberapa saat memekikkan telinga orang - orang yang disekitarnya.
"Assalamualaikum anak-anak bunda" Bunda menghampiri dengan senyuman dan mendorong kursi roda mama Ryan yang tak laiin adalah adik Bunda Fahri.
Ryan, Mirna dan Zahida menghamppiri keduanya dan menyambut punggung tangaan kedua orang yang mereka sayangi bergantian.
"Kalian heboh sekali" ucap bunda.
"Bun.... ayo kita bicara, mama sama Za aja " ajak Ryan.
" Yan... mama kangen sama kamu" uucappa mama Ryan yang membuat wajah Ryan seketika berubah berseri.
"mama mau bicara lagi...Aalhaamdulillah... " ucap Ryan.
"Hem... berterima kasihlah sama Za, dia yang merubah mama kamu dalam waktu sehari" timpal bunda.
Ryan dan Mirna menatap Zahida dan karena Zahida merasa dilihat menjadi malu dan memalingkan wajahnya.
"Hehehe.... Za senang ada tante disini, Za dan bunda ada temannya." jawab Za polos.
Za menceritakan kegiatannya bersama bunda dan mama Ryan selama seharian ini. Ia sangat senang rumah menjadi ramai. Karena jika Fahri sudah berangkat ke kantor ia tidak memiliki kegiatan apapun. Semua aktivitas sudah dialihka. kepada asisten rumah tangga semenjak Za hamil. Iq hanya boleh melayani kebutuhuna suaminya saja.
"Assalamualaikum " tiba - tiba suara Fahri membuat semua orang menoleh kearahnya yang berjalan menuju ruang tengah. Fahri bergantian mencium punggung bunda dan tantenya. Sedangkan Zahida mencium punggunh tangan suaminya.
"Leh... kok sudah pulang? " tanya Ryan.
"Riiiiii....... jangan bilang semua neeting kamu cancel hari ini? " Mirna kemudian menimpali.
"Ehem.... semua beres jika pimpinan yang bertindak" jawab Fahri dengan sombongnya.
"Hueeeek.... somboooong" ucap Mirna sambil menjulurkan lidahnya.
"Nak.... mengapa kamu sudah pulang? bagaimana kantor jika kamu tinggal? sedangkan Wakil direktur dan asisten pribadimu ada di sini" tanya bunda lembut.
"Apaaaaaaa...... " jawab Ryan dan Mirna bersamaan.
"ayo Ri, kita ke kantor ada yang ingin aku jelaskan di kantor" ajak Mirna.
Fahri menolak ajakan Mirna, karena merasa sudah di handle oleh sekertarisnya. Fahri ingin menghabiskan waktu bersama istrinya
Memang sejak kehamilan istrinya, Fahri enggan untuk berjauhan, entah itu bagian dari hormon atau memang Fahri sudah mulai menjadi fans berat dari istrinya itu.
Mirna, Ryan, Fahri dan bunda masuk ruang kerja Fahri. Sedangkan Za dan mama Ryan sedang berada di taman belakang.
Di dalam ruang kerja, semua orang di daalam sedang mendengarkan penjelasan dari Ryan. Ryan menjelaskan sedetail mungkin tanpa ada yang terlewat. Dan setelahnya apa yang terjadi? Semua orang terkejut mengetahui bahwa Zahida adalah adik dari Ryan.
"Maaf Fahri, sepertinya pernikahan kamu dna Za juga...... " ucapan Ryan menaggantung.
Fahri yang sudah bisa menyimpulkan semua. penjelasan dari Ryan mendadak sendu memikirkan nasib pernikahan dengan Za. Kenyataan pahit harus ia terima nahwa ia menikahi sepupunya sendiri.
"Bun.... " Fahri menatap bundanya. Sedangkan bundanya hanya menunjukkan ekspresi wajah yang tenang dan seperti tidak ada beban.
"Jadi Za adalah Maya?" tanya bunda kepada Mirna dan Ryan.
"Iya bun" jawab keduanya bersamaan.
"Ada buktinya? " tanya bunda kembali.
"Ada bun"
Ryan menunjukkan semua bukti yang menunjukkan bahwa Za adalah Maya adiknya.
"Sudahlah bun... aku akan segera menceraikan Za setelah anak kami lahir" kata Fahri dengan tertunduk lemas.
"Jangan berpikiran untuk berpisah" ucap Bunda tegas.
"Bun.. ini tidak benar" pekik Ryan.
"Bunda akan jelaskan semuanya dari awal"
Hai teman - teman... jangan lupa tinggalkan jejak ya....