Zahida

Zahida
Terungkap



Kembali lagi ya teman - teman. Semoga tidak bosan dengan alurnya.


"Maksudnya?" tanya Mirna


"Ini istri saya, perkenalkan Zahra dan ini anak saya Aisyah. Kami sudah 2 minggu kehilangan komunikasi dengan adik kami. Karena khawatir akhirnya kami datang ke kota ini dan mencarinya. Selama dua hari kami mencari dengan bertanya kepada kerabat, tetangga. Terakhir adik kami diketahui telah mendapat musibah yaitu kecelakaan."


"Zahida?" tanya Ryan


"Iya pak" jawab Adam.


Zahra sedari tadi hanya menunduk memangku Aisyah yang telah tertidur.


Bunda yang melihat itu merasa iba.


"Zahra...sebaiknya Aisyah ditidurkan saja. Ayo ikut saya"


Zahra memandang Adam untuk meminta persetujuan Adam. Dan suaminya tersebut mengangguk pelan sembari tersenyum.


Bunda dan Zahra yang tengah menggendong Aisyah. Kebetulan kamar yang dituju bunda dan Zahra melewati kamar Zahida yang setengah terbuka.


Ketika melewati kamar Zahida, Zahra tidak sengaja melihat Zahida duduk di kursi roda.


"Zahida...." pekik Zahra.


Langkah bunda terhenti dan Zahida melohat ke arah Zahra.


"Mbak Zahra...." ucap Zahida.


"Mbak......Mbak Zahra...." ucap Zahida sedikit berteriak.


Zahra melihat Zahida.


"Zahida...adikku" Zahra melangkah memasuki kamar Fahri yang ditempati Zahida.


"Adikku....Za.... kamu disini Za...."


"Mbak aku rindu sama mbak hikz...hikz...hikz 😥😥😥"


Bunda melihat pertemuan kedua kakak beradik tersebut dan pergi ke ruang utama.


"Nak Adam.....anda tidak usah mencari adik anda"


"Kenapa nyonya?"


"Adik anda adalah menantu saya"


"Maksud bunda?" tanya Fahri.


Mirna dan Ryan hanya melongo. 😨


"Zahida adiknya Zahra..." ucap bunda.


"Apaaaaaaaa?" pekik Mirna.


"Eh Mir...biasa aja kali kagak usah teriak - teriak..." pekik Ryan.


"Hehehehe"


"Alhamdulillah kita gak capek - capek buat cari kakaknya Zahida"


"Jadi Zahida ada di rumah ini? tanya Adam.


"Betul nak Adam, Zahida adalah istri anak saya Fahri." jawab Bunda


"Dia istri kedua saya dan akan menjadi istri saya satu - satunya." ucap Fahri tegas.


Mendengar perkataan Fahri semua orang nampak terkejut.


Di kamar Fahri....


Zahra menidurkan Aisyah di ranjang king size Fahri. Sedangkan Zahra masih memeluk Zahida.


"Za....."


"Mbak"


"Kamu kenapa?"


"Aku baik - baik saja mbak"


"Ini kenapa?" ucap Zahra sambil menunjuk kaki Zahida.


"Kecelakaan mbak"


"Kenapa tidak pulang ke rumah?"


"a a...aku hikz...hikz...hikz..."


"Ceritakan kepada mbak Za, apa yang telah terjadi?"


"Aku mengalami kecelakaan mbak dan yang mengurusku adalah pak Fahri,m dan keluarganya, kalau tidak ada mereka aku tidak tahu bagaimana dengan diriku" ucap Zahida.


"aku harus menutupi semua ini apalagi tentang suamiku itu, aku tidak mau mbaj Zahra dan mas Adam membenci keluarga ini"


batin Zahra.


"Alhamdulillah..." ucap Zahra


Mendengar itu Zahida hanya tersenyum miris mengingat kisah hidupnya.


"Oh iya Za, ikut pulang dengan mbak ya, nanti mbak yang akan merawat Za." ucap Zahra kemudian.


"Tidak bisa" suara Fahru terdengar penuh penekanan dan nada tinggi di depan kamar bersama dengan semua orang.


Zahra menoleh kepada adiknya.


"Maksudnya apa ini Za?" tanya Zahra.


"A....a...aku...." jawab Zahida kemudian pecah deiring dengan tangisnya.


Secara bersamaan Fahri langsung memeluk Zahida.


Lagi lagi semua orang terkejut kembali.


"Maaf pak Fahri, lepaskan adik saya, kalian bukan....." kaliamat Za menggantung.


"Dia istri saya" jawab Fahti datar.


Zahra menoleh kepada Zahida untuk memperoleh kepastian melalui sorot matanya.


"Benar umi, adik kita sudah menikah dengan pak Fahri" pekik Adam.


Hai teman - teman jangan lupa tinggalkan jejak ya....like, komentar dan votenya ya...😁😁😁😁