
Hai teman - teman 😃
Jangan lupa tinggalkan jejak ya setelah membaca. Ini akan sangat membantu author dalam menulis karena jadi mood booster.
Seharian Fahri bersama Mirna menemani Zahida sembari memeriksa beberapa email yang masuk.
"Mbak Mirna....apa Zahida boleh minta tolong?" tanya Zahida
"Iya...ada apa Za?"
"Bisa bantu saya membersihkan diri, saya mau sholat Ashar?"
"Iya bentar ya" jawab Mirna sambil beranjak dari tempatnya.
"Tunggu...." pekik Fahri
"Apaan sih Fi, kamu tuh ngomongnya dingin amat, kayak es balok aja. Lihat noh sang istri bukan Kamila lagi tapi Zahida" Ucap Mirna
"Hem..."
Fahri juga beranjak dari tempat duduknya dan langsung mengangkat Zahida ala bridel style.
"Ri...apaan sih, kalau mau mesra mesraan jangan depanku doong" pekik Mirna
"Berisik..." ucap Fahri..
Zahida yang terkejut dengan tindakan Fahri dan ia hanya nenunduk. Bukan menahan malu tapi hatinya terasa sesak. Hatinya ingin pergi tapi tubuhnya tak bisa memenuhi. Sedih dan kecewa itulah yang dirasakannya. Memikirkan hidupnya sungguh melelahkan dan sekarang ia hanya pasrah.
"Mir ..buka pintu kamar mandi" titah Fahri.
"Iya bos ..bos songong bin koplak" pekik Mirna.
"Diam"
"Tahu ah...aku keluar aja...Za...mbak ke kamar bunda dulu. kalau ada apa - apa segera teriak ya. Mbak ada di kamar bunda" pekik Mirna.
Fahri mendudukkan Zahida di closed dan mengatur suhu air yang ada di bath up.
"Saya bantu membersihkan diri ya Za?"
"Apalagi ini, kenapa dia ikut memanggilku dengan dengan Za" batin Zahida.
"Tidak tuan...eh mas... sa sa saya mau dibantu mbak Indah saja" ucap Zahida lirih.
Seketika senyum yang mengembang di bibir Fahri hilang.
"dia masih belum menerimaku" batin Fahri.
Fahri tidak menghiraukan perkataan Zahida.
Zahida hanya menunduk tanpa berani berkata apapun.
"Akan saya panggilkan Indah" ucap Fahri. Nyatanya Fahri tidak mampu membuka jilbab istrinya itu karena tangannya tidak mampu melanjutkannya. Kegugupannya menguasai tingkah lakunya.
Ya, walaupun Fahri telah menikah dengan Kamila, ia belum pernah menyentuh istri pertamanya tersebut. Dan sekarang ia juga tidak mampu hanya sekedar membantu istri keduanya melepas jilbabnya. Dengan alasan yang berbeda. Zahida istri yangbsangat ia cintai, ia gugup dan menghentikan aksinya. Sedangkan dengan Kamila, ia memang tidak ingin karena ia merasa Kamila telah menipunya.
"Indaaaaah....." teriak Fahri.
"Iya tuan..." jawab Indah
"Bantu nyonya muda membersihkan dirinya.
"I iya tuan" dengan terburu - buru Indah menuju kamar Zahida.
Sedangkan Fahri sudah ke ruang tengah, ia menjumpai Ryan dan Mirna.
"Bos...." panggil Ryan
"Hem" sahut Fahru sambil merebahkan dirinya di atas sofa.
"Punya istri satu galau....punya istri dua galau....lah aku aja yang belum punya istri malah happy happy aja" ucap Ryan.
"Diam kamu" ucap Fahri sambil melempar bantal sofa ke arah Ryan
"walah... lempar - lempar bantal." ucap Ryan cengengesan.
Sementara di dalam kamar.
"nyonya muda...." panggil Indah.
"Mbak Indah....tolong bantu saya"
Indah menuju kamar mandi.
"Astaghfirullah....nyonya...." teriak Indah ketika melihat Zahida sudah mulai tidak sadarkan diri.
"Tuuaaaaaaaaaaaaaaaan" teriak Indah sekencang kencangnya.
Fahri yang kaget mendengar teriakan Indah langsung berlari menuju kamar.
"Nyonya banguuuuuun" ucap Indah sambil menepuk - nepuk pipi Zahida.
"mbak Zahra....mbak...." Dalam pingsannya Zahida mengigau.
"Zahida.... kamu kenapa sayang?"
"Za....bangunlah...."
"Za...."
jangan lupa tinggalkan jejak ya teman - teman...