Zahida

Zahida
Kegugupan Zahida



Zahida hanya mengangguk. Fahri membaringkan Zahida, menarik selimut agar menutupi tubuh istrinya. Dan Fahri tidur di sampingnya dengn posisi membelakangi Zahida. Karena Fahri teramat takut untuk tidak bisa menahan gejolak jiwanya mengambil haknya sebagai suami. Namun rasa takut itupun terkalahkan dengan ketakutan kehilangan Zahida. Fahri akan menunggu dengan sabar sampai Zahida melakukan kewajibannya sebagai istri dengan keikhlasan.


"'Nanti mas bangunkan disepertiga malam". pekik Fahri tanpa merubah posisinya.


"U... untuk apa mas? " tanya Zahida dengan posisi beralih menghadap punggung Fahri.


Merasa ada pergerakan di ranjang king size miliknya, Fahri bergerak dan mereka saling berhadapan.


Dengan menyentil kening istrinya tersebut sambil tersenyum simpul " sholat malam sayang"


"Aduh jantung kok dag dig dug der, jangan sampai nih hati jatuh ke suami, nata hati Za.... please.... jangan begini ni ati" batin Zahida bermonolog.


"Kita sholat bareng Za selama ini kamu selalu sholat sendiri dan saya juga sendiri. Nanti malam kita sholat bareng" ucaan Fahri sontak membuat wajah Zahida bersemu merah.


وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا


Artinya: Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajud lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra (17): 79)


"Aduh jantung ini kok dag dig dug duar lagi" batin Zahida.


"iya mas... In sha Allah" jawab Zahida sampai gugup.


Zahida sengaja menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, berharap suaminya tidak akan berbuat macam - macam. (Aduh Zahida ini benar-benar kebangetan ya guys, ini suaminya loh)


Fahri yang mengetahui kegugupan berniat mengerjai istrinya itu.


"Za.... Mas ingin..... " ucap Fahri dengan membuka selimut yang sengaja oleh Zahida menutupi seluruh badannya.


"Aduh.... " batin Zahida.


"Za.... "


"I iya mas... ada apa? "


"Mas ingin.... "


"Tolong jangan mas.... Za belum siap... maafkan Za.... " suara Zahida bergetar dan buliran air di ujung kelopak matanya tanpa permisi lolos begitu saja.


"Kamu itu... kenapa jadi nangis, mas kan hanya ingin kamu ambilkan minum dia dapur"


Mendengar ucapan Fahri, dalam sekejap mata Zahida membulat sempurna.


"Astahgfirullah.... "


Zahida langsung beranjak dari tempat tidur san keluar. Fahri masih melihat pergerakan istrinya sampai tak terlihat punggung istrinya tersebut.


"Baru di kerjain begitu sudah menangis, bagaimana jika dikerjain beneran, susah nih punya istri masih bocah" ucap Fahri.


Keesokan harinya...


Setelah drama malam hari akibat dari godaan Fahri. Zahida melewatkan sholat malamnya. Ia baru bisa tidur pukul 2 dini hari.


Adzan Shubuh berkumandang, menandakan bahwa kewajiban harus segera dilaksanakan.


Fahri bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu dan pergi ke masjid dekat rumahnya.


Ketika turun tangga, Fahri bertemu dengan bundanya.


"Nak.. mana Za? "


"Masih tidur bunda"


"Tumben" ucap bunda


"Habis Fahri goda semalam jadinya ia tidak bisa tidur bunda"


"Alhamdulillah... ada kabar baik setelah ini" batin bunda.


Sudah jam 7, Fahri sudah siap dengan pakaiam kantornya, sedangkan Zahida masih sibuk dikamar mandi. Entah apa yang dia lakukan.


"Za.... ayo keluar... saya mau sarapan, temani saya" pekik Fahri.


"Waduh.... bagaimana ini, aku masih malu bertemu dengan mas Fahri"


"Za.... "


Tanpa aba - aba, Fahri masuk ke dalam kamar mandi dan terjadilah ibadah suami istri yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah halal.


Maaf tidak menjabarkan adegan yang terlalu fulgar, karena author belum berpengalaman tentang itu... jangan lupa tinggalkan jejak ya gays.... bye.. bye... bye...


Jangan lupa like, komentarnya ya...


katemu lagi di episode beerikutnya...


😬😬😬😬