Zahida

Zahida
Terungkap



Hai...author up lagi ya...mohon maaf jika cerita ini jauh dari sempurna.🤗🤗🤗. Jangan lupa tinggalkan jejak ya....


...Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga *********** (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya"...


"Istriku memang penurut" batin Fahri.


Fahri, Indah dan Zahida kembali kerumah Adam. Diperjalanan hanya ada suara lagu jawa yang sengaja di stel oleh Fahri.


"Za....besok kita pulang ke Surabaya ya".


"Kok cepet amat tuan?" Indah nampak terkejut karena tidak terasa hatinya sudah terisi satu nama yaitu Arif. Sang dokter muda tampan nan penuh pesona.


Respon atas perkataannya ternyata diacuhkkan oleh sang istri. Namun Fahri cukup terkejut ketika respon Indah sangat panik.


"Pengobatan istri saya akan saya lanjutkan di Surabaya, kamu mau ikut pulang ke Surabaya atau masih disini dengan Arif" tanya Fahri sambil melirik Indah di kursi belakang.


"Apaan sih Tuan?"


"Serius saya tanya"


"Saya ikut aja tuan" jawab Indah dengan wajah yang sendu.


"Mbak Indah kalau masih mau disini tidak apa - apa nanti saya bilang ke mas Arif biar segera menikahi mbak Indah"


"Wah parah nyonya ini, ikut - ikutan tuan"


Suasana dalam mobil penuh tawa karena berhasil membuat Indah salah tingkah. Sedangkan Indah sudah salah tingkah dari awal.


Sesampainya di rumah Adam, Zahra sudah menyambut kedatangan adik dan adik iparnya.


"Assalamualaikum... "


Merasa tidak ada jawaban maka Za, Fahri dan Indah masuk ke dalam rumah. Di taman belakang rumah tampak bahwa Zahra sedang bersama Adam. Fahri memilih duduk di sofa ruang utama sedangkan Indah dan Zahra kamar untuk beristirahat.


Fahri mengeluarkan benda pipihnya. Melihat ada icon hijau yang bergerak, dan melihat ternyata Mirna yang menghubunginya.


"Assamualaikum.. "


"Eh bos songong, ke kantor sekarang aja meeting"


"Kamu aja Mir, capek "


"Ok.. berarti tinggal telpon bunda aja ya, biar aku yang jadi direkturnya di cabang Bandung, kaya mendadak dong aku" ucap Mirna di seberang.


"Banyakin sedekah Mir kalau kamu jadi orang lebih kaya dariku hahaha" tawa Fahri.


"Bos songooooong, kamu kalau tidak kesini sekarang, aku mau pulang ke Surabaya " timpal Mirna.


Mau ke kamar, istrinya masih bersama Indah, ia tidak ingin mengganggu.


"Lebih baik aku telepon saja" batin Fahri.


Setelah menghubungi istrinya, Fahri bertemu dengan Adam dan Zahra yang sepertinya juga akan keluar.


"Mau kemana tuan Fahri? " tanya Zahra.


"Mas Adam, mbak Zahra, saya mau ke kantor ada meeting" Jawab Fahri sambil tergesa - gesa.


"Pak Fahri... " sahut Adam.


"Ya mas"


"Kami titip Zahida ya, dia sedang dicari keluarganya" ucap Zahra sendu.


Fahri menghentikan langkahnya.


"Maksudnya? "


"Zahida bukan adik kandung saya, dia adalah anak yang ibu kami temukan di depan rumah kami di Surabaya" ucap Zahra.


"Deg"


"Jadi.... "


"Jangan - jangan dia Tasya" batin Fahri.


Flashback On


Siang itu, Ryan mengajak Mirna dan Zahida makan bersama.


Itu anak kenapa makan disini?" tanya Fahri pada Mirna dan Ryan.


"Ri... kamu ingat Tasya? " ucap Ryan.


"Iya"


"Aku rasa Zahida mirip dengan Tasya, walaupun Tasya hilang sejak umur 2 tahun tapi wajah Zahida seperti mama saat muda, aku merasa dia seperti adikku jika ia dekat denganku"


"Itu akal akalan kamu kan biar dekat sama tuh anak? " tanya Fahri kemudian.


"Coba liat wajahnya Ri"


"Hem.... "