Zahida

Zahida
Rumah Sakit



Hai...author up lagi ya...mohon maaf jika cerita ini jauh dari sempurna.🤗🤗🤗. Jangan lupa tinggalkan jejak ya....


Mendengar ajakan Fahri pulang ke Surabaya, hati Zahida senang bercampur sedih. Karena ia harus berpisah dengan keluarga satu - satunya yaitu Zahra. Namun ia senang karena ia akan bertemu dengan mertuanya.


"Kalau kita pulang, apa ditunda terapi hari ini?" tanya Zahida.


"Tidak Za...kita tetap akan pergi ke rumah sakit. Saya ingi. nengetahui hasil pemeriksaan kemarin dan meminta hasilnya. Nanti saya akan menyerahkan hasil itu pada rumah sakit di Surabaya.


"Baiklah mas" jawab Zahida


Setelah memkaikan hijabnya, Fahri mengecup kening Zahida dan mendoakan istrinya agar lekas sembuh dengan lirih.


امْسَحْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ


Amsihil ba’sa rabbannaasi biyadikas syifaa’u laa kaasyifa lahu illa anta.


Artinya:


"Hilangkanlah rasa sakit wahai Rabb manusia, di tangan-Mu lah segala kesembuhan, dan tidak ada yang dapat menyingkap penyakit tersebut melainkan Engkau." (HR. Buhari dan Muslim)


"Ya Allah terimakasih atas anugerah ini, Engkau memberi suami yang sangat baik" batin Zahida. Riak di mata Zahida mulai menyeruak. Dan Fahri mengetahui hal itu langsung memeluk Zahida.


"Tetaplah disampingku sampai maut memisahkan kita" ucap Fahri.


Isakan lirih Zahida dirasakan Fahri ketika kemejanya sudah basah akibat air mata istrinya itu.


"tok..tok..tok"


Tiba - tiba mereka terkejut dan Fahri melepaskan pelukannya. Zahida segera mengusap pipinya yang basah.


"Za...jadi ke rumah sakit?" tanya Zahra dibalik pintu.


Ceklek....pintu dibuka oleh Fahri.


"Jadi mbak"


"Kalau jadi segera berangkat, ini mau hujan loh, awannya udah menghitam di luar"


"Iya mbak" jawab Zahida sendu.


Melihat adiknya sendu, Zahra masuk kamar.


"Hei...kenapa Za?"


"Besok Za kembali ke Surabaya?"


"Secepat itu?"


"Iya"


"bukannya pak Fahri sedang ada kerjaan disini?"


"Bisa diatasi Mirna" jawabnya datar.


"Oh ya sudah kalau begitu. Lakukan yang terbaik menurut kalian, pesan mbak jadi istri yang baik ya Za. Mbak pasti merindukan kamu" ucap Zahra.


Indah sudah menunggu di loby rumah sakit. Ia duduk sambil melihat nyonya mudanya sudah datang atau belum. Namun tiba - tiba ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Mas...."


"Iya Mil"


"Apa tidak ada kesempatan bagiku lagi"


Arif hanya tersenyum menjawab pertanyaan dari wanita yang berjalan di sebelahnya.


Percakapan mereka sangat jelas terdengar Indah. Karena saat itu loby dalam keadaan sepi. Namun Arif tidak menyadari kehadiran Indah karena Indah hanya menunduk.


"Ternyata nyonya Kamila kembali lagi dengan mas Arif" gumamnya dalam hati.


Tiba - tiba Indah dikejutkan dengan ucapan salam dari Zahida dan Fahri.


"Melamun?" tanya Fahri


Indah hanya cengengesan dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal.


"Ayo..antarkan saya ke ruangan Arif dulu"


"Deg...."


"Indah....ayo"


"I iya pak"


Sesampainya di ruangan Arif, Indah ragu untuk mengetuk pintu karena ia tahu jika Arif bersama Kamila.


Melihat indah hanya diam, Fahri berniat mengetuk pintu tapi pintu terbuka dan...


Fahri dan Zahida terkejut melihat Kamila yang membuka pintu.


"Mas Fahri?" pekik Kamila


"Dokter Kamila" pekik Zahida


"Kamu" pekik Fahri.


"Mengapa kalian disini?" tanya Kamila lagi.


"Siapa Mil?" tanya Arif dari dalam ruangannya.


"Ini ada Zahida"


"Suruh mereka masuk"


Kamila mempersilahkan mereka masuk. Dan Kamila keluar ruangan.


jangan lupa tinggalkan jejak ya teman - teman...🤗😀