Zahida

Zahida
Visual



Selamat ya sayang, sekarang kamu menantu bunda" ucap bunda Fahri sambil memeluk Zahida.


Ketika memeluk bunda, Zahida semakin terisak. Bunda dengan telaten mengelus punggung Zahida.


"Terimakasih bapak - bapak!." ucap bunda.


Ryan mempersilahkan semuanya untuk keluar. Mirna mengucapkan selamat kepada Zahida.


"Sekarang kamu kamu adalah istriku" ucap Fahri.


"Ceklek.... "


Kamila datang nampak terkejut melihat semua orang yang ada dalam kamar tersebut. Ia nmelihat ibu mertuanya juga ada di situ.


"mengapa bunda ada disini? kenapa Zahida menangis dan mas Fahri tampak bahagia jika dilihat dari wajahnya" gumam Kamila di hatinya.


"Bunda... " ucap Kamila..


"Kamila.... " ucap Bunda.


"Hem.... " Fahri berdehem.


"Karena disini ada Kamila, bunda akan memberitahu satu hal" ucap bunda sambil melihat Kamila. .


"Ada apa bunda" tanyq Kamila.


"Kamila, Fahri telah menikahi Zahida, maafkan bunda ya nak, bunda sudah menasehati Fahri, tapi bunda tahu jika pernikahan kalian ada masalah dan itu bukan dari anak bunda. Biarlah anak bunda merasakan kebahagiaan" ucap bunda dengan mata berkaca - kaca.


Perkataan bunda seakan menghunus sampai ke dada Kamila, lutut dan kakinya terasa lemah. buliran air looos dari kelopak matanya.


"Mas.... " ucap Kamila memandang Fahri.


"Kenapa kamu setega itu? " ucap Kamila kemudian.


Mirna dan Ryan yang tidak tahu permasalahan keluarga Fahri, langsung keluar ruangan setelah Kamila datang. Mereka tidak ingin ikut campur permasalahan rumah tangga sahabat sekaligus sepupu dan bos mereka itu.


Fahri yang sedari tadi diam menatap wajah sensu Zahida, menghampiri Kamila.


"Maafkan aku Mil, aku ingin bahagia, aku tidak menemukan kebahagiaan dengan menikahimu, kamu mengecewakanku, terlalu sakit untuk menerima semuanya". ucap Fahri datar.


"Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik" .


"Tapi kamu sudah melakukannya dengan orang lain" ucap Fahri penuh penekanan.


"Apa tidak ada kesempatan buatku? " tanya Kamila.


"Maaf... sampai saat ini aku menjaga tubuhku dengan baik tapi kamu, kamu sudah.... " perkataan Fahri menggantung.


Tatapan Fahri tertuju dari tadi sedangkan Zahida hanya menangis dan menunduk. Kamila pun seakan mengerti jika suaminya menyukai gadis yang menjadi pasiennya itu.


"Baiklah kalau begitu bunda, aku tidak akan mundur."


"Bolehkan saya mengutarakan keinginan saya? " ucap Zahida.


"Baiklah sayang... apa yang ingin kamu katakan? " jawab Bunda.


"saya tidak ingin melukai hati orang lain, saya tidak ingin menikah dengan tuan Fahri, bolehkah saya menolak? " tanya Zahida dengan tangisnya.


"Kamu tidak bisa menolak" jawab Fahri dengan tatapan tajamnya.


Kamila keluar dengan wajah sendunya. Ia tidak menyangka bahwa kejujurannya membuat pernikahannya menjadi seperti ini.


Di dalam ...


" Kamu ikut bersama bunda, sudah kusiapkan perawat untukmu." suara dingin Fahri.


Tangisan Zahida semakin keras, ia meratapi kehidupannyanyabg seolah tak lepas dari kepahitan hidup.


"Mengapa tuan Fahri menikahi saya, dan mengapa tidak menanyakan persetujuan saya? " tanya Zahida dengan setengah berteriak.


Melihat itu, Fahri tidak tega melihat Zahida menangis dan langsung menghampiri dan memeluk Zahida.


Zahida seketika menghentikan tangisannya, namun ia masih terisak. Zahida merasakan ada kehangatan dalam pelukan Fahri.


Bunda, Ryan, dan Mirna keluar untuk memberi waktu Zahida dan Ryan berdua.


Hai teman - teman ini author beri visual tokohnya ya... maaf jika kurang sesuai. ini hanya pandangan author saja.


Aliya Nizrina Zahida



Fahri Ardiansyah Setiawan



Ryan



Mirna