
Zahida yang melihat dari dapur, interaksi Indah dan Arif hanya tersenyum simpul.
"Sepertinya kalian saling menyukai, semoga kalian bisa mengenal satu sama lain lebih jauh" batin Zahida
Zahida nemutuskan untuk pergi ke kamarnya dengan kursi rodanya. Ia ingin menjalankan kewajibannya dan istirahat agar saat terapi keesokan harinya, ia tidak kelelahan.
Sedangkan Indah beberapa menit kemudian menyusul Zahida di kamar.
Zahida sudah berbaring di ranjang sedangkan Indah melihat nyonya mudanya sudah tidur, ia juga menyusul untuk tidur disamping nyonya mudanya setelah ia melakukan kewajibannya.
Indah menutupi tubuh Zahida dengan selimut dan ia ikut berbaring.
"Mbak Indah...."
"Nyonya belum tidur?"
"Belum mbak...ada yang mau saya tanyakan?"
"Iya Nyonya"
"Mbak Indah bisa menjelaskan bagaimana kehidupan suami saya sebelum menikah dengan saya?"
Indah tersenyum simpul.
"Sepertinya sang nyonya muda mulai kepo dengan tuan , berarti cinta tuan tidak sebelah tangan nih" batin Indah.
"Mbak...."
"Eh iya nya"
"Saya menunggu loh, mbak Indah melamun terus...memikirkan mas Arif ya mbak?"
Bluush.... wajah Indah bak tomat yang siap petik karena merah di pipi kanan dan kirinya.
"Nya...jangan ngeledekin saya terus, saya ..."
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
"Saya mau menjelaskan tentang tuan"
"Iiih mbak Indah...saya kira mau ngungkapin perasaan"
"Itu nanti nya kalau sudah tidak madesu"
"Apa itu madesu mbak?"
"Masa Depan Suram"
Zahida mendengar itupun langsung tertawa terbahak-bahak. Indah langsung mengambil benda pipihnya dan merekam Zahida.
Dan Zahida tidak sadar atas apa yang dilakukan Indah.
Indah mulai bercerita tentang kehidupan Fahri setahu Indah selama 6 tahun menjadi perawat di rumah bundanya Fahri. "Keluarga tuan Fahri adalah keluarga yang sangat mapan dalam segi finansial bahkan untuk anak keturunannya tidak akan kekurangan dengan aset yang menyebar dalam dan luar negeri. Tuan Fahri merupakan anak tunggal dikeluarganya. Dan Nona Mirna dan Tuan Ryan merupakan sepupu sekaligus teman yang mendampingi tuan Fahri kemanapun ia pergi. Tuan Fahri menikah dengan nyonya Kamila karena perjodohan oleh tuan besar yang 7 tahun silam di tolong nyonya Kamila. Tuan besar merasa terharu dan menikahkan Fahri dengan nyonya Kamila. Namun kebahagiaan itu hilang pada malam sesudah pesta pernikahan berlangsung. Tuan Fahri mandadak marah dan pergi selama 1 tahun dari rumah tanpa pamit kepada nyonya dan tuan besar. Tuan Fahri menginap di rumah tuan Ryan. Semenjak itu tuan Fahri dan nyonya Kamila seperti orang asing yang hidup bersama."
"Tapi kenapa mereka tidak berpisah saja mbak?" tanya Zahida lagi.
"Mungkin karena tuan Fahri belum menemukan waktu yang tepat, karena selama pernikahan dengan tuan, nyonya Kamila menjadi istri yang baik."
"Mbak..."
"Iya "
"Saya mau mundur mbak...saya saja yang berpisah dengan suami saya"
"Kenapa?"
"Karena saya tidak pantas saja mbak, saya bukan orang hebat, saya juga tidak sempurna seperti perempuan lain, saya lumpuh. Saya juga tidak tahu mengapa saya tiba-tiba sudah menikah " ucap Zahida sendu.
"Mungkin itu yang dinamakan jodoh" celentuk Indah.
Zahida hanya tersenyum mendengar penuturan Indah.
Tiba - tiba benda pipih Zahida berdering.
Zahida melihat nama yang tertera di layar ternyata Fahri menghubunginya. Indah yang sudah mengetahui jika itu adalah panggilan dari tuannya langsung keluar kamar dengan alasan haus dan mengambil minum. Ia ingin memberi waktu tuan dan nyonya untuj berinteraksi.
Zahida kemudian menggeser icon hijau ke kanan.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." jawab Zahida. .
"Sudah tidur Za?"
"Belum mas"
"Mas kangen sama kamu Za"
"Hem"
"Kok cuma hem"
"Mas kesini saja jika kangen sama Za"
"Benarkah?"
"Iya"
"Tidak mungkin mas Fahri kesini kan jarak Surabaya Bandung sangat jauh" batin Zahida.
"Baiklah tunggu suamimu disana ya...mas berangkat sekarang" ucap Fahri dan langsung menutup panggilannya.
Teman - teman.. jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan vote, like dan komentarnya ya....terimakasih banyak.