
Hai teman - teman saya kembali lagi....
Semoga ceritanya seru ya buat kalian semua.
"Yan...cari tahu Zahra siapa dan bawa dia kesini!" titah Fahri pada Ryan.
"Iya bos." jawab Ryan.
"Mir...ikut...sekalian ke kantor." titah Ryan kepada Mirna.
"Ye ilah ...punya saudara rasa bos ya kayak begini...maen suruh - suruh aja..." sungut Mirna.
"Ayo..."
Ryan dan Mirna keluar dan ketika membuka pintu utama ternyata ada perempuan cantik dengan seorang pria dan seorang anak balita yang cantik.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
"Maaf mas...mbak...apakah ini rumah bapak Fahri?" tanya perempuan tersebut.
"Bukan mbak..."
"Hem...tapi kami mendapatkan alamat rumah pak Fahri sesuai alamat ini. Ini benar kan?" sambil menunjukkan secarik kertas pada Mirna.
"Oh memang benar ini alamat sesuai dengan yang ada pada kertas ini, tapi ini bukan rumahnya Fahri tapi rumah bundanya." jawab Mirna
"Kalian siapanya Fahri kok mencarinya?" tanya Ryan penuh selidik.
" Perkenalkan saya Adam dan ini istri saya Zahra. Ini putri kami. Kami ingin menemui Pak Fahri karena kami ingin meminta bantuan pada beliau. Dulu kami sempat bertemu dan pak Fahri memberikan saya alamat ini jika membutuhkan bantuan. Maaf, tapi apakah ada pak Fahri?" tanya laki - laki itu.
"Siapa Mir...." sahut bunda dari dalam rumah dan tiba-tiba sudah berada di pintu utama disamping Mirna dan Ryan.
Belum sempat menjawab, Bunda sudah berada di samping Mirna dan Ryan.
Bunda melihat laki - lakii, perempuan dan balita perempuan yang cantik itu secara bergantian.
"Maaf mbak mas...mbak cari siapa?" ucap bunda dengan lembut.
"Saya mau bertemu dengan pak Fahri bu" ucap perempuan itu.
"Oh baiklah...silahkan masuk" jawab Bunda.
Ryan dan Mirna saling menatap.
"Bun.... " pekik Mirna.
"Mir...Yan...bukankah kalian akan pergi ke kantor?" tanya bunda.
"Tidak jadi bun, Mirna penasaran sama mereka" kata Mirna sambil menunjuk Zahra, Adam dan putri mereka.
"Silahkan duduk" pekik bunda.
"Indah....."
"Iya nya...."
"Segera ke bawah"
"Iya nya"
Flash back On
"Di kota Bandung, tepatnya di depan kantor Adam. Fahri datang bersama dengan Kamila.
Namun Fahri dan Kamila berpisah di loby tersebut dan Fahri menuju lift untuk ke gedung lantai 35. Sedangkan Kamila dikejutkan dengan teriakan seseorang yang memanggil nama Kamila sehingga membuat langkah Fahri dan Kamila terhenti.
"Kamila....." teriak Adam yang saat itu berada di loby kantornya untuk menunggu klien yang akan bekerja sama dengan perusahannya. Adam bekerja sebagai manajer pemasaran saat itu.
Ketika Kamila melihat siapa yang memanggil namanyaa, badannya bergetar hebat, bayangan masa lalunya seakan melintas secara bergantian.
Adam merupakan adik dari Arif dokter spesialis jantung di kota Bandung. Arif merupakan mantan kekasih dari Kamila dan Arif secara psikologis terpuruk dan nyaris tidak bisa bekerja karena terpuruk setelah mengetahui dengan mata kepalanya sendiri jika Kamila tengah tidur dengan laki - laki lain saat masih menjadi kekasih Arif.
Saat itu Fahri dan Kamila sudah menikah namun hubungan keduanya belum seburuk saat ini.
"A...adam...." pekik Kamila.
"Kamila... apa benar ini kamu?"
"Iya....saya Kamila"
"Alhamdulillah, saya bertemu dengan anda. Maukah anda melihat kakak saya Arif?" tanya Adam.
"Maaf saya tidak ada waktu" jawab Kamila. Saat itu Kamila berusaha mengatasi keterkejutannya melihat Adam.
"Tolonglah kakak saya Kamila, ia depresi, secara psikologis ia terpuruk."
"Maaf, tolong sampaikan maaf saya kepada kakakmu" jawab Kamila.
"Kakak saya seperti ini karena anda, rasa sayangnya yang cukup besar kepada anda telah membuatnya begitu terpuruk"
Dari kejauhan Fahri melihat Adam dan Kamila sedang berbicara segera mencari tahu siapa Adam.
Fahri menghubungi Adam tanpa sepengetahuan Kamila dan memnuat janji untuk bertemu di sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor Adam. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Fahri sangat kecewa dengan Kamila.
"Baiklah Adam...saya akan membantu kamu. Sebagai rasa tanggung jawab saya sebagai suami Kamila karena tindakannya telah merugikan anda terutama keluarga anda."
"Tapi pak?"
"Saya akan memberikan uang dan bawalah kakak anda berobat ke luar negeri, temukan ahli syaraf terbaik untuk mengobatinya"
"te terimakasih pak"
" Dan ini kartu nama saya, jika anda. utuh bantuan segera hubungi saya"
"Ba baiklah pak"
Flash back off
Setelah menceritakan pertemuannya dengan Fahri, mata bunda berkaca - kaca. Mirna memeluk bunda.
"Ye ileh Kamila lagi Kamila lagi" sahut Ryan.
Kemudian Indah datang dan membawakan minuman untuk Adam dan istrinya.
Teman - teman author minta dukungannya ya...jangan lupa senantiasa tinggalkan jejak...
like, koment dan vote. terimakasih 🤗🤗🤗