
Semua orang seketika melotot ke arah Ryan begitu juga Fahri menatap dengan tatapan tajam membunuh.
"Eileh... aku becanda...." ucap Ryan kemudian pandangannya beralih pada Fahri.
"Dan kamu Ri, ingat Kamila" ucap Ryan sambil senyum yabg mengejek di bibirnya.
"Siapa Kamila? apa dia istri pak Fahri? Kenapa aku disuruh tinggal di rumahnya? Istrinya bagaimana? " gumam Zahida dalam hati.
Bunda Fahri mendekat dan mengelus pucuk kepala Zahida. "Bagaimana keadaanmu nak?"
Zahida kaget dengan perlakuan wanita paruh baya tersebut.
" Alhamdulillah.... " ucap Zahida lirih dan menunduk.
"Zahida... ini bunda bos kamu yang songong itu" ucap Mirna sambil melihat ke arah Fahri.
"Hem.. i iya" sahut Zahida.
"Nak... kamu akan tinggal bersama bunda, maafkan anak bunda ya, menyebabkan kamu menjadi seperti ini" ucap bunda dengan lembut.
"Tidak bun... dia akan tinggal bersamaku" ucap Fahri penuh penekanan.
"Eh Ri, kamu tuh mikir dong, kamu kerja, Kamila kerja terus siapa yang merawat Zahida? " tanya Ryan dengan cengengesan.
"bolehkah saya tinggal di rumah saya sendiri? saya bisa memakai roda untuk melakukan hal apapun" ucap Zahida lirih.
"Tidak nak... kamu ikut bersama bunda ya?
"Maaf bu, saya tidak pantas tinggal dirumah ibu, apalagi saya dan ibu tidak ada ikatan apapun, bagaimana jika tetangga sekitar mencemooh keluarga ibu?" jawab Zahida panjang lebar.
"Baiklah kalau itu alasanmu menolak tinggal bersama bundaku" kata Fahri penuh penekanan.
Fahri berbisik pada Ryan dan berganti ke Mirna. Ryan mengangguk tanda mengerti. Dan Mirna menunjukkan raut wajah yabg berbeda sehingga setiap orang yang ada tidak dapat mengartikannya. Ryan pun keluar kamar dan Mirna. Sedangkan bundanya Fahri menatap ketiganya dengan bingung.
Zahida hanya menunduk tidak berani menatap ketiga bosnya itu.
Ryan dan Mirna keluar ruangan, sedangkan Ryan menatap keluar jendela seolah menikmati pemandangan yang disuguhkan di luar jendela.
"Nak siapa nama lengkapmu?" tanya bunda memecah keheningan.
"Aliya Nizrina Zahida bu... "
"Nama yang bagus"
"Apakah kamu hidup sendiri selama ini? " tanya bunda kemudian.
Zahida menceritakan keadaannya pada bundanya Fahri. Zahida merasa nyaman di dekat bunda Fahri sehingga ia menjelaskan keadaannya tanpa pikir panjang.
30 menit kemudian.
Ryan dan Mirna datang dan membawa beberapa orang.
Zahida bertanya pada Ryan tentang beberapa orang yang dibawa bersama Mirna. Namun Ryan hanya tersenyum saja. Tatapan Zahida beralih pada Mirna, menatap Mirna seakan bertanya pada tatapan matanya pada mata Mirna. Namun jawaban tak diperoleh Zahida.
Fahri beranjak dari sofa memasukkan tangannya pada saku celananya.
"Baiklah Ri, apa kamu yakin?" tanya Ryan menegaskan.
"Ya" jawab Fahri dengan nada datarnya.
Bunda Ani yang tak lain adalah bundanya Fahri mengetahui apa yang akan dilakukan anaknya membuat hatinya gundah, sehingga bunda mengajak Fahri keluar kamar rawat Zahida.
"Ada apa bun? " tanya Fahri.
"Pertimbangkan keputusanmu nak! kasihan Kamila! " ucap bunda dengan lembut.
"Bunda tahu perasaanku pada Kamila, Kamila sudah mengecewakanku bun, aku menerima kehadirannya sebagai istriku karena ayah dan bunda" jawab Fahri sambil menahan amarahnya. Mendengar nama Kamila membuat amarahnya naik, ia merasa jijik dengan istrinya.
"Baiklah nak, semoga keputusanmu membawa kebahagiaan dalam hidupmu dan belajarlah bijaksana kepada Kamila maupun Zahida.
Bunda dan Fahri masuk kamar rawat Zahida. Bunda dan Mirna mendekat pada Zahida.
"Zahida semoga kamu bahagia nak" ucap Bunda sambil mengelus punggung Zahida.
Zahida menoleh pada bunda. "bu ada apa? siapa orang - orang ini? " tanya Zahida.
Belum sempat bunda menjawab, Fahru sudah menyela percakapan Zahida dan ibunya.
"Kamu akan menikah dengan saya?!"
Jedeeeeeeer......
Zahida terkejut dengan perkataan Fahri.
"Maaf saya tidam bersedia" ucap Zahida.
"Saya tidak butuh persetujuanmu! jawab Fahri dengan tatapan tajamnya.
Zahida yang tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari orang lain, menunduk dan buliran air lokos dari kelopak matanya.
Penghulu berdiri di samping ranjang Zahida berhadapan Fahri. Sedangkan Ryan dan beberapa orang lainnya di samping penghulu dan Fahri.
"Saya nikahkan engkau Fahri Ardiansyah Setiawan dengan Aliya Nizrina Zahida dengan mas kawin rumah beserta isinya dibayar tunai." kata penghulu dengan tegas.
"Saya terima nikahnya Nizrina Zahida bin Abdullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." jawab Fahri tak kalah tegasnya dengan penghulu.
Sah
Sah
Sah
"Selamat ya sayang, sekarang kamu menantu bunda" ucap bunda Fahri sambil memeluk Zahida.
Ketika memeluk bunda, Zahida semakin terisak.
"Terimakasih bapak - bapak!"
😄hai teman - teman jangan lupa tinggalkan jejak ya... dengan like, vote, dan komentarnya"😄