
selamat membaca teman - teman. Harap bijak dalam membaca. Tinggalkan jejak ya...like, vote, dan komentarnya. Maaf di novel ini jauh dari adegan 21+ karena author masih kecil hehehe
Fahri dan Mirna menginap di hotel milik Rama. Rama adalah sahabat Fahri, Ryan begitu juga Mirna saat kulian S2 di luar negeri.
"Mir..ikut"
"Kemana?"
"Jangan banyak tanya"
"Ye ileh...bos songong".
"Harusnya kamu berterima kasih padaku, kamu bisa bertemu dengan Rama."
"Iiish...Rama udah masa lalu"
"Oh..." jawab Fahri singkat.
"Tapi kamu senang kan?" tanya Fahri dengan seringai di wajahnya.
"Apaan yang senang, males disini cuman lihat kamu yang bucin sama Zahida. Nasib kamu tuh sama denganku, bertepuk sebelah tangan" ucap Mirna.
"Kita lihat saja nanti"
Tanpa berganti pakaian, Fahri dan Mirna sudah berada di mobil yang disediakan Rama selama ia berada di kota kembang. Menempuh perjalanan kurang dari 20 menit akhirnya sampai di tempat tujuan.
Suara mobil depan pagar terdengar jelas karena beberapa kali membunyikan klaksonnya.
"Assalamualaikum...pak bisa bukakan saya pintu" ucap Fahri pada satpam rumah Zahra.
"Wa'alaikumsalam ... bapak mencari siapa?" tanya Pak Rahmat.
'Saya suami Zahida..."
"Oh suami mbak Zahida...silahkan masuk tuan." ucap pak Rahmat.
"Ri...ini rumah siapa? besar amat yak"
"Diam...kamu cerewet seperti bunda saja"
"wah parah lu, bunda sendiri dikatain"
"Diam atau aku panggil Ra menjemput kamu"
"Bos koplak sukanya ngancam mulu"
Di dalam kamar Adam dan Zahra sedang membicarakan tantabg syukuran 4 bulanan adik Aisyah. Dan terdengar bel berbunyi. Di rumah Adam memang ART tidak ada yang menginap selain satpam di depan yang berjaga sistem shif.
"Umi...siapa ya malam - malam datang ke rumah kita?" tanya Adam pada Zahra yang sudah setengah mengantuk.
"tidak tahu abi, abi saja yang buka ya, umi sangat mengantuk"
"Baiklah"
ting tong ting tong
"Sabar bos"
"Gak sabar"
"Ini rumah pak Adam ya bos?
contoh ya"Hem"
"Kok bisa tahu alamat rumahnya"
"Kamu tidak tahu bosmu ini pintar"
"Idiiih percaya diri tingkat menara"
Ceklek
"Assalamualaikum..."
"Pak Fahri...." sahut Adam dengan muka heran.
"Maaf, saya ingin bertemu Zahida"
"Siapa bi?" terdengar Zahra suara dari dalam rumah
"Pak Fahri? ada apa pak?" dua pertanyaan lolos dari bibi Zahra yang membuat Fahri sedikit emosi.
Melihat wajah bosnya tidak bersahabat, Mirna langsung mengambil peran.
"Maaf pak Adam, bu Zahra kami ingin bertemu dengan nyonya Zahida istri pak Fahri."
Tanpa ba bi bu Adam mempersilahkan Fahrmi masuk. Namun Fahri langsung bertanya dimana kamar Zahida. Dan Zahra dengan intruksi dari Adam menunjukkan kamar Zahida.
Sedangkan Mirna duduk di ruang tamu bersama Adam dan Zahra.
"Maafkan Fahri ya pak Adam, bu Zahra memang songong tuh si bos".
Zahra dan Adam bertatapan, seoalah heram dengan apa yang disampaikan Mirna.
"Eh maaf pak, bu Fahri itu bos sekaligus sepupu saya dan paling penting kami tumbuh bersama dengan Ryan yang juga sepupu kami.
Sedangkan Fahri....
"Ceklek" suara pintu kamar Zahida dibuka dan kebutulan tidak terkunci.
"Assalamualaikum..." Salam Fahri sangat pelan dan melihat Zahida dan Indah sudah berbaring di atas ranjang.
Fahri membangunkan Indah pelan dengan menepuk bahunya beberapa kali. Akhirnya Indah terbangun dan terkejut tuannya sudah di kamar. Indah seakan mengerti tanpa Fahri memintanya keluar.
"Saya menginap malam ini"
"Baik tuan"
bantuin like dan vote dong teman2...terimakasih