
Pagi ini nampak lebih terik dari biasanya. Ryuichi Venzo melangkahkan kakinya meninggalkan rumah kontrakan bersama Engetsu Kazura, Yamaguchi Izano, dan juga Kyuasagi Rinjou untuk mengikuti sesi wawancara yang diadakan oleh SMA Shibuya berkaitan dengan Pendaftaran Siswa Unik yang diselenggarakan baru-baru ini...
Rambutnya memerah semakin terang tatkala sinar matahari mengenainya, namun tak terlalu menyakitkan untuk orang-orang yang menatapnya secara langsung. Mengibaskan rambutnya yang sedikit berantakan, kini rambut itu kembali rapih karena strukturnya yang lembut.
"Jadi, berkas kalian sudah selesai semua?" tanyanya pada 3 rekan barunya yang baru saja mendaftar disana, mengenakan pakaian rapi.
Kazura mendecak kesal sambil mengejek Venzo.
"Aku rajin, tak sepertimu yang menghabiskan waktu dengan membuang-buang benih kehidupanmu...!"
Otot-otot di kepala Venzo seketika menebal mendengar keluhan Kazura. Tak ada pilihan lain selain membalasnya.
"Oi, oi, ternyata mulutmu itu sama kerasnya dengan ototmu ya!?"
"Lalu, apa maumu, otak mesum!?"
"Boleh juga kau, otak penuh otot!"
Grrrrr...
Di pagi pertama mereka bersama, dua orang yang berbeda jauh ini sudah dibuka oleh perdebatan bodoh. Izano sebagai adik kelas kemudian melerai mereka sembari memberikan nasehat.
"Senpai, Sensei, tidak baik membuang tenaga kalian untuk perdebatan bodoh sepagi ini. Kita perlu menyimpannya untuk wawancara nanti kan?"
Kedua pemuda yang sedari tadi saling memelototi itu, tiba-tiba saja mengangkat tubuh Izano secara bersamaan, sepertinya mereka tak menerima masukan yang menggunakan kata-kata 'bodoh' dari Izano.
"E-Eh!? Aku mau diapakan!?"
Venzo memberi tanda pada Kazura dengan seringai kejam, lalu bersamaan terdengar ucapan dari mulut mereka.
"Lempar dia ke tong sampah..."
"Waaaaaa, jangaaaaan!!!"
Kebodohan lagi-lagi terjadi diantara mereka, dengan Rinjou yang selalu sibuk dengan Techno-Lolinya itu. Namun, itulah yang membuat mereka cepat saling mengerti satu sama lain, karena mereka tak mengenakan topeng kehidupan seperti yang lain.
Sampailah mereka berempat di depan gerbang sekolah baru mereka, SMA Shibuya. Sebuah sekolah bergengsi dengan bermacam-macam siswa dan siswi yang memiliki bakat dan hobi normal maupun aneh. Termasuk mereka berempat.
Tak lama kemudian, datang sosok gadis dengan rambut panjang lurus bermahkotakan hiasan bando berwarna ungu. Venzo yang menyadari kehadirannya langsung bersiap waspada.
"A-Asami-san!?"
"Kenapa dengan reaksimu itu, Ryuichi-san!?"
Nada keras terdengar sepagi ini diantara mereka. Nampak Kazura, Izano, dan Rinjou yang penasaran menanyainya, namun langsung ditutup oleh Venzo yang memperkenalkan mereka karena Midori masih merasa asing dengan 3 orang yang bersama dengan Venzo.
"Oh, maaf. Perkenalkan, mereka adalah teman-temanku, dan mereka akan masuk menjadi siswa baru disini..."
Ketiga pemuda yang dimaksudkan itu memberi salam dengan membungkukkan badannya, memberikan kesan formal untuk siswa pada umumnya.
"Aku Engetsu Kazura. Salam kenal."
"Aku Yamaguchi Izano. Salam kenal."
"Aku Kyuasagi Rinjou. Salam kenal."
Midori juga membalas perkenalan mereka dengan gaya formal untuk orang yang baru dikenal, namun tak lupa dengan senyuman.
"Namaku Asami Midori, ketua dari kelas 3-A. Salam kenal."
Tak diragukan lagi, ketiga makhluk tersebut terlihat membayangkan sesuatu setelah menangkap seluruh visualisasi bentuk tubuh Asami Midori, yang akan menjadi ketua kelas mereka. Entah apa yang dipikirkan mereka, tapi dari seringai kecil mereka, tersembunyi pemikiran tak lazim dilakukan oleh pemuda polos.
Venzo langsung menarik mereka dalam percakapan pribadi, yaitu melalui bisikan.
'Ada apa, bodoh? Aku masih perlu membayangkan gadis itu. Biasanya, sosok ketua kelas itu berpengalaman dalam memimpin. Tapi, wajahnya menandakan bahwa dia masih polos.'
'Sensei mengganggu konsentrasiku pada stockingnya.'
Lain dengan pendapat Rinjou yang hanya ikutan.
'Oi, aku tidak termasuk dalam kategori kalian, kenapa aku ikut ditarik juga sih!?'
Venzo langsung memberitahu wujud asli Asami Midori.
'Jadi begini, memang dia terlihat seperti gadis pada umumnya. Tapi, jika kalian sudah menjadi anggota dari kelas 3-A, jika kalian melakukan hal-hal aneh, maka kau akan membayarnya, tahu?'
'Dengan sebuah Suplex...'
Seketika tiga pemuda yang baru mengenal Asami Midori itu gemetar mendengar penuturan Venzo.
'Hari pertama aku bertemu dengannya, seakan dia itu seperti gadis lembut... Tapi, setelah sampai di sekolah, mode ketua kelas tegasnya menakutkan... Saat dia teringat apa yang aku laku-'
Venzo terdiam di tengah penjelasannya, membuat Kazura, Izano, dan Rinjou melemparkan tatapan tajam pada karakter paling mesum dari mereka itu.
'Jadi, apa yang kau lakukan?' bisik mereka dengan mata menyala-nyala.
Ada 1 kemungkinan jika Venzo tidak mengatakannya. Lehernya akan dicekik oleh 3 pasang tangan secara langsung.
Disaat itulah, sosok malaikat datang kala Asami Midori terheran-heran dengan apa yang dibicarakan empat pemuda tersebut.
"Hare? Perkumpulan Siswa Baru ya?"
Wajah asing seorang gadis cantik muncul dari atas kepala Venzo.
"N-Naya!?"
Seketika diskusi bubar saat sosok gadis yang Venzo sepertinya mengenal dekat itu datang.
Gadis yang sangaet enerjik itu memperkenalkan dirinya pada Kazura, Izano, dan Rinjou.
"Hai~! Namaku Kusakabe Naya~ Salam kenal~!"
Setelah selesai, dia malah merangkul leher Venzo layaknya mereka sahabat berkelahi sejak kecil.
"Dan karena kami punya hobi yang sama, kami jadi dekat~!"
Cara Naya merangkul Venzo itu, dengan memiting wajah Venzo dan mengarah ke dadanya jelas membuat ketiga temannya itu iri luar biasa.
"N-Naya, j-jangan merangkulku seperti ini, berbaha- Woi, mereka sudah mengeluarkan aura iblis!"
Venzo lari begitu saja ketika Kazura, Izano, Rinjou mengambil inisiatif memijak tanah untuk menangkap si mesum yang beruntung itu.
Dan, saat Venzo panik dengan larinya yang sambil melihat kearah pengejarnya, mengalami tubrukan dengan seseorang di depannya saat dia sampai di depan pintu gedung sekolah.
BOING!
Gerakan Venzo terhenti begitu saja oleh benda absurd yang cukup besar dan kenyal, bahkan mampu menenggelamkan wajahnya.
Venzo bergumam saat penglihatannya terhalang oleh benda tersebut.
'Sebentar... Sensasi ini...'
Sebenarnya ingin Venzo memastikan apa yang ada di wajahnya ini. Terasa penghentian kejaran tiga orang di belakangnya juga terhenti.
Tapi, tangannya mengurungkan niat untuk hal itu, karena bisa dipastikan dari apa yang menyentuh belakang kepalanya saat ini, mencoba semakin menekan dirinya dalam belenggu ke-ero-an, hingga dia lupa bagaimana caranya bernafas dengan benar karena tidak mendapat udara cukup.
"Mmmppfffhh!!"
Suara datar terdengar menyambutnya.
"Tertangkap..."
Dari tekstur pakaian yang dikenakan, Venzo hanya mencoba menebak kalau pastinya dia adalah seorang Perawat Sekolah.
"Aku Perawat disini, Kawashima Yukari. Dan kau anak baru yang bernama Ryuichi Venzo itu kan?"
Venzo terbangun lalu membungkukkan badannya untuk membalas sambutan tersebut.
"I-Itu benar..."
Sosok wanita yang berumur itu mengenakan kacamata dengan rambut panjang terurai , terlihat biasa-biasa saja dan wajahnya datar. Tapi, saat dia melepas kacamatanya dan mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda kebelakang, nampak aura kakak dewasa memancar dari tubuhnya.
Dia mengusap kepala Venzo lembut sembari tersenyum manis, ehem, mungkin ditambah sedikit seringai nakal.
"Jika kau merasa sakit, silahkan mampir~ Aku akan menyembuhkanmu~ Fufufu~"
Dan lagi-lagi, Kazura dan Izano yang tertegun sembari menelan ludah mereka. Sementara Rinjou, sepertinya dia tidak normal, hanya terpaku dengan Smartphonenya karena dia bilang tidak terlibat dengan ini.
Rinjou : Hey, aku masih normal, penulis bodoh!