World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 41 - Awal Petualangan dan Kisah Sang Lotus Merah



Beberapa menit menempuh jalur lika-liku yang membingungkan di dalam lintasan tabung berwarna-warni, akhirnya aku, Ryuichi Venzo, keluar dari Portal dan sampai di sebuah kota dengan latar belakang seperti kota dengan warna pasir.


"Inikah Sanderio?"


Yap, melihat sekeliling, aku hanya mendapat beberapa blok perumahan dengan dinding berwarna pasir, hampir mirip komplek perumahan era lama. Angin berpasir juga menjadi ciri khas tempat sekitarku. Aku pun bergegas untuk mencari tempat untuk beristirahat karena setelah keluar dari Portal, aku memerlukan istirahat untuk adaptasi pada tubuh baruku kini-- tubuh seorang Imaginer.


Kini, sebagai Imaginer, aku dapat menggunakan sistem hologram seperti yang disampaikan oleh Misaka-sensei sebelumnya...


"Dengan ini, kau juga bisa mengakses teknologi yang sama dengan murid Imaginer lain, yaitu memiliki slot Inventory khusus dari akademi, juga slot tabungan untuk menyimpan hasil kerja kerasmu dari menyelesaikan bermacam-macam misi. Setiap misi yang selesai akan dipublikasikan dan yang menyelesaikan misi tersebut akan mendapatkan pembayaran langsung."


"Hampir sama dengan sistem yang juga digunakan dalam game..." pikirku lalu mulai menjelajahi dan menyimpan data setiap lokasi dari apa yang aku lihat.


Aku menemukan jalanan kota yang cukup ramai disana, dan orang-orang berjubah warna coklat berlalu-lalang disekitar sana. Dengan informasi yang kudapat dari panduan hologram, aku bergegas menuju Alun-alun Kota untuk memperoleh informasi lebih soal Kawasan Kubah ini.


Beberapa menit melintas, tubuhku mulai dapat merasakan terik yang panas karena kali ini aku masih mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, yang secara otomatis tubuh bagian bawah mengalami panas yang berlebih. Nampaknya aku memerlukan jubah untuk melindungi tubuhku, juga hampir semua orang yang lewat melihatku dengan pandangan asing...


Buru-buru aku mencari apakah ada yang bisa dikenakan pada Inventoryku...


Dengan mengangkat lengan kiriku sejajar dengan dada, hologram pun secara otomatis muncul. Dengan segala macam detail dari profilku, aku memasuki Menu lalu mencari informasi tentang pakaian yang ada melalui Sub Menu dari Imaginer Inventory - Clothes.


"Ah, ternyata mereka sudah menyiapkannya..." gumamku merasa lega dan mengaplikasikannya pada tubuhku dengan menyeret gambar objek pada profilku.


Jubah pun perlahan menyelimutiku seperti pasir yang tertarik oleh magnet, dan terasa nyaman seperti jubah asli.


Dengan ini, aku dapat berbaur dengan nyaman tanpa khawatir akan penampilan seperti orang asing.


Akhirnya, sembari berganti pakaian, aku pun sampai di Alun-alun Kota Sanderio. Alun-alun ini luas, dengan pasir dimana-mana menjadi alasnya, namun ada beberapa hiasan seperti patung mirip naga di tengah Alun-alun beserta papan besar yang dipasang di bawah ekor patung tersebut, berisikan tulisan-tulisan yang belum kuketahui, dengan banyak orang sedang mengerumuni papan yang berukuran sekitar 5 meter x 10 meter tersebut.


Samar-samar, aku tidak sengaja mendengarkan apa yang dibicarakan orang-orang yang menurutku adalah Petualang yang mencari misi di papan pengumuman itu.


"Sial! Lambang ini..."


"Ya, dia lagi yang menyelesaikan misi A satu jam setelah pengumumannya dipasang..."


"Seperti yang dibicarakan, Red Lotus memang cepat dan hebat..."


Red Lotus?


Karena penasaran, aku mencoba bertanya pada kerumunan orang yang membicarakan masalh itu.


"Ano, apakah Red Lotus itu juga seorang petualang?"


Salah seorang dari mereka pun mengarahkan pandangannya padaku lalu menjawab dengan informasi yang dia ketahui dari yang lain.


"Itu benar. Dia dipanggil Red Lotus karena dia selalu meninggalkan tanda Lotus Merah disekitar lokasi misi, entah itu dalam bentuk bunga maupun torehan skala besar."


"Torehan skala besar?"


Keterkejutanku diungkap oleh sosok lain dari kerumunan tadi.


"Ya, dari rumor yang terdengar, dia adalah salah satu anggota dari Legendary Arcane, tangan kanan dari Organisasi Dark Mind. Bahkan kami pun bergidik ketika melihat objek misinya yang sebagian besar adalah makhluk buas--tak tersisa sedikitpun."


Legendary Arcane? Jadi, salah satu dari mereka menjadi seorang petualang juga?


"Tapi anehnya, hadiah dari misi tetap utuh. Dia sama sekali tidak mengambil hadiah misinya. Bahkan salah seorang Petualang Sanderio yang kebetulan bertemu dengannya beberapa detik setelah misi selesai, diperintahkan untuk mengambil hadiah tersebut untuk pendatang itu..."


Hmm, lalu, orang itu pasti memiliki informasi lengkap tentang Red Lotus.


"Apa aku bisa bertemu dengan orang yang pernah berpapasan dengan Red Lotus?"


"Dia tinggal di Perbatasan antara Kota Sanderio dan Kawasan Gurun Pasir."


Berarti, untuk mendapatkan informasi tentang Red Lotus, aku harus menemui orang tersebut. Dia adalah satu-satunya kunci!


Aku pun bergegas meninggalkan kawanan petualang yang nampak terheran-heran dengan responku yang benar-benar penasaran. Wajar saja, aku hanya Petualang baru disini.


Masih berada di kawasan Kota Sanderio, jalan kota yang kulintasi mulai terasa sepi akan penduduk--entah memang kawasan ini jarang penduduk ataupun ada alasan lain dibaliknya.


Sebelum sampai ke perbatasan, aku melihat sekawanan pria yang sedang menghadang sosok misterius berjubah, dengan rambut biru yang terlihat dari balik penutup kepala yang dikenakannya.


Aku mencoba mendengarkan dari jauh pembicaraan tersebut dikarenakan lokasi yang cukup sepi membuatku dapat mendengarkan pembicaraan dari radius 25 meter. Dengan berbekal pengalaman mengendap-endap yang lumayan jago, aku mencoba sedekat mungkin dengan mereka, yang mulai terdengar kasar menanyai sosok berjubah itu.


"Oi, bocah... Nampaknya kau punya beberapa keping uang untuk dibagikan pada kami."


"Ayolah, beberapa saja tidak apa-apa, untuk sumbangan kami setelah gagal mengambil misi yang direbut dari Red Lotus... Hahahaha!"


Lalu, sosok berjubah itu melempar beberapa coin kearah mereka.


Sosok berjubah itu hanya terdiam, tidak menanggapi perkataan mereka.


Sesaat setelahnya, kawanan pria tersebut mulai menarik senjata dari sistem Imajinasi, sembari mengancamnya.


"Hei, bocah. Kuperingatkan sekali lagi, serahkan bawaanmu atau aku tidak akan memberimu ampun. Lagipula, kau hanya sendiri. Tidak bisakah kau melihat situasinya?"


Sekali lagi, dia tidak menghiraukan perkataan pria yang mengancamnya. Namun kali ini beberapa kata keluar dari mulutnya.


"Kalian merepotkan sekali..."


Perkataannya membuat beberapa pria yang menghadangnya semakin geram. Kemudian beberapa dari mereka melancarkan serangan secara langsung.


Namun dengan mudahnya dia menangkis serangan mereka. Dari lengannya, muncul sebilah sabit berwarna hitam dengan lapisan aura menakutkan di sekitarnya. Tanpa ba-bi-bu lagi, kawanan tersebut menyerang dengan cepat--dan sekali lagi putaran sabit yang dibawanya berhasil menghadang serangan-serangan yang cukup brutal itu.


"Sial! Putaran sabitnya... Sepertinya kau bukan Petualang biasa..."


Salah satu kawanan pria mencoba mundur, lalu merapal skillnya.


Imagination Battle Skill - Bloody Haunt!


Nampak dari belakang pengguna skill, muncul gumpalan merah berputar besar, lalu mencoba menyerang dengan bentuk seperti jarum dengan jumlah besar. Itu berbahaya, jika kau tidak punya pelindung yang cukup!


Kawanan lain mulai mencoba mengganggu pergerakannya agar skill tadi dapat mengenainya secara langsung.


"Hmm...?"


Dengan cekatan, pemuda tersebut melompat dan meliuk-liuk sambil memberikan beberapa tebasan ringan ke kawanan yang menyerangnya secara langsung. Dan seketika saat sampai di depan pengguna skill tersebut--


Imagination Battle Skill - Death's Prayer!


Tusukan sabit yang tiba-tiba ujungnya menjadi lurus, menusuk tepat di jantung pengguna skill. Namun yang aneh, pengguna skill masih hidup lalu tertawa.


"Huahahahaha! Bagaimana? Meskipun kau menyerang jantungku, aku tidak bisa mati! Hahahaha!"


Darah yang mengucur deras dari dada pengguna skill dihisap oleh gumpalan merah dibelakangnya! Sepertinya itu memang darah, dan beberapa bagian dari gumpalan tersebut kembali menyerang si pengguna sabit itu.


Tapi--


Tidak ada satupun jarum darah yang dapat menembus aura kuat dari tubuhnya. Mereka hancur seketika saat menyentuh tubuh berjubah tersebut.


Penutup kepalanya terlepas, dan memperlihatkan sosok pemuda dengan rambut biru yang memberikan tatapan datar dan menggambarkan tentang kematian.


"Sudah cukup..."


"He?"


Sekejap saja, si pengguna sabit sudah berada di atas udara, dengan posisi mempersiapkan tebasan besar kearah Pengguna Skill tadi.


Imagination Battle Skill - Grimm Slash


Seperti dimensi didepannya terbelah ketika dia memberikan tebasan panjang kearah pengguna skill tadi--dan dalam sekejap, gumpalan darah tersebut terpotong jadi dua, lenyap, lalu sang pengguna skill tersebut terjerembab tak bergerak.


"Dasar lemah.."


Kemudian dengan sekejap dia menghilang dan tiba-tiba saja ada dibelakangku! Tanpa ketakutan, aku mencoba bertanya.


"Oh, ternyata kau."


"Kau anggota dari Legendary Arcane kemarin, bukan?"


"Itu benar."


"Apa kau mengetahui tentang Red Lotus?"


Sejenak dia terdiam, lalu berlalu meninggalkanku, membuatku kembali bertanya padanya dengan sedikit kesal.


"Oi! Kau belum menjawab pertanyaanku!"


"Entahlah, bisa saja benar, bisa saja salah... Lagipula, cepat atau lambat kau pasti akan mengetahuinya..." jawabnya datar, lalu menghilang lewat sebuah distorsi yang muncul dihadapannya, membuatku semakin penasaran dengannya, juga Red Lotus--yang kemungkinan adalah seorang anggota dari Legendary Arcane.


Dia, pemuda berambut biru yang membawa sabit, itulah petunjuk yang kudapatkan selanjutnya di Sanderio...


Sembari mencari tempat tinggal, aku pun kembali melanjutkan langkahku menuju persiapan Latihan selama 100 Tahun kedepan.