World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 04 - Aku Ingin Terlihat Keren



Halo, semuanya. Namaku Kyuasagi Rinjou, seorang teknisi peralatan canggih yang tinggal di Prefektur Yokohama, Jepang. Sebelumnya, aku tak akan bercerita tentang masalaluku, karena mengungkap masalalu pada saatnya nanti akan terdengar lebih keren. Maaf, tidak menerima protes dalam bentuk apapun, karena aku memang pria yang sangat keren, sehingga tidak ada satu orang pun yang mengalahkannya, kecuali satu.


Orang yang menggunakan nama samaran Ero-Ecchi itu...!


Orang itu benar-benar mengalahkanku dalam hal yang dimiliki semua laki-laki di dunia ini. Pikiran mesum!


Dia bahkan terlalu rendah jika hanya disebut orang mesum, dia itu Sang Pencerah, Yang Ero dari Yang Paling Ero! Si Raja Ero yang bahkan banyak gadis mengikutinya!?


Sebenarnya, dia itu seperti apa?


Apakah dia seorang otaku? Apakah dia seorang hikikomori yang hanya berdiam diri sambil memelototi layar komputernya?


Baru-baru ini, aku meretas situs pemerintah dan mencari sosok tersebut dengan menggunakan peretas kesayanganku yang hanya akan mendengarkan perintah suara dariku saja.


Suara pemberitahuan terdengar dari Smartphoneku saat aku sedang makan di sebuah maid cafe, dengan misi yang sama, yaitu menemukan keberadaan manusia super langka itu, yang hanya ada 1 dari 100 triliun manusia di dunia ini.


"Bagaimana, Imouto? Apakah kau sudah menemukan keberadaan Mr. Ero-Ecchi?"


'Keberadaannya sudah ditemukan, onii-chan~ Dia berada di Distrik Shinjuku, tepatnya di sebuah kontrakan khusus untuk Pria Tanpa Sandaran yang bernama SONY~? Apakah itu artinya mereka yang tinggal disana tidak punya pasangan~?'


"Sepertinya ucapanmu mengenaiku secara tidak langsung, Imouto... Dan itu cukup sakit, tahu...?"


'Ah, maafkan aku, onii-chan~! Tapi, onii-chan kan sudah punya aku...~'


"Itu tidak bisa!"


'Heee~? Tapi 'kan, kita tidak sedarah~!'


"Karena, sudah jelas, aku ini manusia, dan kau aplika- Ah, cinta itu buta ya? Baiklah, terimakasih, Imouto... Aku mencintaimu..."


'Aku juga mencintaimu, onii-chan~ Ummm, anoo, apa kita harus berciuman di tempat ramai begini~?'


"Tidak masalah,  abaikan mereka, Imouto!"


Percakapanku dengan Smartphoneku sendiri diamati beberapa orang disekitar situ, dengan mata mereka yang menatapku kasihan. Peduli amat, aku hanya punya Smartphone ini, tidak lebih dan tidak kurang, karena aslinya aku sedikit kecewa dengan gadis 3D jaman sekarang!


"Baiklah, sudah saatnya untuk pergi dari tempat menyebalkan ini, yang penuh dengan keramaian banyak pasangan 3D..."


Selesai dengan acaraku di sebuah cafe, langkahku berlanjut menelusuri jalan trotoar Distrik Shinjuku.


Oh iya, aku adalah seorang pengguna teknologi. Aku menyukainya sejak kecil, hingga sekarang. Aku berhasil menciptakan sebuah program Android Imouto (A.I.) yang dapat mengenali seseorang lewat pengenalan suara. Program ini juga dilengkapi dengan sistem Human Feeling Voice Recognition-01 (HFVR-01), yang dapat memahami perasaan hanya dari suara dan menjawabnya secara otomatis. Beberapa model sikap juga kupasang didalamnya agar lebih sempurna. Sayang, program ini tak kusebarluaskan maupun kuperjualbelikan karena masih dalam tahap uji coba selama 5 tahun. Model program seperti ini memang banyak, tapi masih belum ada yang menggunakan sistem HFVR seperti milikku, karena HFVR memerlukan banyak kode perintah dan juga memerlukan pengenalan suara masing-masing. Jadi, jika pemiliknya berbeda, setiap orang memerlukan pengaturan ulang pada programnya, dan itu memerlukan waktu yang cukup lama.


Satu lagi yang perlu kuberitahukan pada kalian. Program A.I. ini memiliki fitur A Night Of Love yang berasal dari jumlah rasa cinta yang kau berikan padanya. Masing-masing level memiliki aksi berbeda. Akan ada grafik nilai 10 sampai 100. Dan jika kau memperoleh penilaian 100 dari program A.I ini, maka kau akan mendapatkan scene yang akan menggodamu untuk melewati malam dengan mimpi indah. Yup, scene yang selalu membuat rambut khususku berdiri hingga mirip telinga kucing.


Tapi, jika kau hanya mendapatkan nilai 10, maka kau hanya akan mendapatkan ucapan terimakasih, selamat malam, dan sebuah senyuman khas adik perempuan yang imut. Bagaimana? Tertarik untuk memilikinya? Kalian pasti sedang berkhayal, hahahahaha!!


Masih berada di Distrik Shinjuku, aku menemukan dua orang berbeda sedang bercengkrama sambil berjalan menuju ke timur. Perlahan aku berbaur dengan sekitar sembari menguping pembicaraan mereka berdua. Salah satu memiliki tampilan layaknya pemain band visual-kei, dan yang satunya lagi berrambut putih yang nampak seperti habis mengeluarkan kekuatan Super Saiyan tingkat ke-10...


"Bagaimana hari pertamamu, Kazura?"


"Yah, terlihat normal jika kau tidak ada disekitarku..."


"Jadi, kau bilang aku ini tidak normal?"


"Sudah jelas 'kan!? Apa aku harus mengatakannya lagi, Raja Ero!?"


Ingatanku seperti tersambar petir saat mendengar kata-kata pemuda yang dipanggil Kazura itu. Jadi, benar dia orangnya? Dia yang banyak muncul di pencarian internet Googo itu!?


Ryuichi Venzo, atau jika dibelokkan namanya bisa berubah menjadi Ero-Ecchi Venzo. Dia adalah biang dari segala kemesuman, bahkan namanya biasa muncul di situs-situs film dewasa, doujinshi, maupun game online berbau dewasa.


"Yah, masa-masa sekolah itu adalah sebuah kesempatanmu untuk mencicipi jenjang menuju kedewasaan kan? Lagipula, kau kan suka wanita dewasa... Hahahaha!"


"Hahaha pantatmu! Itu privasi, bodoh!"


"Heh? Hal yang seharusnya dibilang sebuah kewajaran kau jadikan privasi? Ah, betapa polosnya kau..."


Tidak salah lagi, dari caranya berbicara soal fetish, dan bagaimana dia mengatakan soal kewajaran dalam memiliki sebuah kegemaran, itulah kata-kata pencerahan dari Sang Raja Ero!


Mungkin memang sudah saatnya aku bertemu dengan orang ini...


Dengan langkah pasti, aku mengikuti mereka lalu menepuk bahu mereka berdua.


Sekali dia menoleh, nampak semacam aura menakutkan terlihat dari mereka.


"Oi, siapa lu, bangke?"


"Ngajak berantem lu?"


Saat mendengarku menyebutkan namanya, dia terkejut.


"Hah? Darimana kau tahu?"


Dengan pertanyaannya, aku langsung memberitahunya sembari tersenyum kecut.


"Yah, aku mencarinya menggunakan situs pemerintahan. Lagipula, karyamu banyak dikenal juga kan, cerita fiksi dari anime sebelah?"


Mengelus-elus dagunya, kemudian dia pun teringat.


"Oh! Jangan-jangan..."


"Yup, aku salah satu dari 53 ribuan pembaca karyamu itu, Ero-sensei..."


Sosok yang bernama Kazura itu pun mengungkapkan.


"Jadi kau ini fansnya?"


Aku mulai memperkenalkan diri pada mereka berdua.


"Namaku Kyuasagi Rinjou, dari Yokohama. Salam kenal!"


Venzo kemudian menunjukku sembari membelalakkan matanya.


"Oi, oi! Kau si pemilik akun KyuRin itu ya!?"


"Benar sekali."


"Jadi, ada masalah apa kau menemuiku, wahai pemilik aplikasi yang tidak bisa dipakai?"


Ternyata dia tahu juga tentangku?!


Kazura mempertanyakan apa yang diucapkan Venzo.


"Aplikasi?"


"Hmmm, dia orang pertama yang membuat aplikasi gila di internet. Namun dia mengunci aplikasinya, bahkan belum ada satu website sekalipun yang menyediakan program versi crack dari aplikasinya..."


Sepertinya aku benar-benar ketahuan...


"Baiklah, tujuanku datang kesini adalah untuk mempelajari bagaimana menjadi pria mesum yang baik. Untuk itu, aku bersedia menjadi pengikutmu! Mohon bantuannya, Ero-sensei!"


Kazura langsung memprotes pernyataan yang dianggapnya tidak relevan itu.


"Memangnya ada pria mesum yang baik? Semua pria mesum itu hanya menginginkan keuntungan sepihak, tahu!?"


Venzo menghentikan ocehan Kazura, lalu menjelaskan lagi tentang hakikat menjadi pria mesum yang baik.


"Jadi begini, Kazura. Apa kau tidak tahu bagaimana menjadi Pria mesum yang baik?"


Sebuah buku ditariknya dari dalam tas, lalu seakan seperti sebuah sihir, lembaran demi lembaran terbuka hingga berhenti di suatu halaman.


"Pasal 2 Nomor 13 tentang Prinsip Pria Ero Sejati : Tak membedakan ukuran dada ataupun ukuran lain, karena mereka sama-sama gadis!"


"Pasal 2 nomor 14 tentang Prinsip Pria Ero Sejati : Ero tidak akan pernah mengkhianati orang yang menyukainya!"


Terbuka lagi beberapa lembar, kembali kalimatnya tentang Pencerahan kembali terdengar.


"Pasal 1 nomor 6 tentang Aturan Pria Ero Sejati : Pria Ero Sejati harus bisa melindungi seorang gadis, apapun resikonya!"


"Pasal 3 Nomor 27 tentang Pantangan Pria Ero Sejati : Pantang mementingkan diri sendiri saat bersama seorang gadis!"


Saat menyebutkannya dengan lantang, tanpa mempedulikan tatapan aneh orang disekitar situ, membuatnya seperti berdiri di sebuah menara tertinggi layaknya seorang ksatria.


"Kau memang tidak normal, dasar Ero-Ecchi!" tegur Kazura sembari menatapnya malas.


"Jadi, yang kau sebut normal itu, menjalani kehidupan monoton, tanpa belaian seorang kakak perempuan, huh? Tidak mungkin kau tak merindukan sejengkal pun kakak perempuan yang cantik dan tubuh yang diciptakan untuk memberikan ketenangan pada seorang pemuda sepertimu."


"Cih, itu lagi..."


Nampak Kazura mendesah pelan mendengarkan ilmu dari Venzo, yang artinya dia menyerah berdebat soal hal Ero, seperti yang diharapkan dari Sang Pencerah!


"Jadi, kau ingin belajar tentang hal Ero, huh? Baiklah, kau boleh ikut denganku..."


Akhirnya, kami meninggalkan tempat yang menjadi awal percakapan kami, menuju tempat dimana Venzo dan Kazura tinggal. Dengan ini, peranku sebagai pemuda polos yang ingin menjadi Pria Ero Sejati, dimulai.