World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 50 - Ketegangan di Hari Pertama



"Ada apa dengan suasana ini?"


"Itu gara-gara kau mengatakan hal yang aneh-aneh, bodoh!"


"Sensei tidak bisa menahan semangatnya sama sekali ya?"


"Beginilah yang mericuhkan suasana..."


Ya, inilah respon pertama kali ketika kami masuk ke kelas Nuevo setelah penerimaan kami. Bagaimana suasana ini digambarkan ketika kau salah masuk ke kawasan berisi berandalan pembunuh--sorot mata para lelaki Nuevo lama membuat kami terpaksa memasang wajah lembut pada mereka, kecuali para gadis yang penasaran terhadap kami.


Aku--Ryuichi Venzo, kini sudah ada di dalam Kelas Nuevo (Kelas Pemula), dimana ini adalah kelas pertama yang diperuntukkan untuk Imaginer kelas Pemula atau baru saja direkrut menjadi Imaginer--seperti kami berempat ini. Perkenalan sudah kami lakukan, saatnya sesi penempatan tempat duduk oleh Ahli atau Guru yang mengajar di kelas ini.


"Jadi, kalian adalah Ryuichi Venzo, Engetsu Kazura, Yamaguchi Izano, dan Kyuasagi Rinjou? Aku adalah Blazing Ryuuta. Kalian mendapatkan tempat duduk dibelakang."


Dengan rambutnya yang panjang sedikit acak-acakan itu menunjuk kearah belakang, kami bergegas untuk menyongsong tempat baru kami agar tidak terlambat saat materi mulai diberikan.


Meski begitu, tetap saja... Aura menyesakkan ini masih ada... Blazing Ryuuta pun mulai menjelaskan sambil memainkan hologram besar dibelakangnya.


"Jadi, ada 4 atribut yang mewakili kemampuan Imaginer. Masing-masing atribut akan mempengaruhi setiap elemen yang diusungnya. Salah satunya adalah Atribut Wrath--"


Penjelasan yang belum berlangsung lama, ada sebuah pesan yang masuk ke dalam hologramku. Disana tertulis,


<"Hei, anak baru! Bertarunglah dengan kami! Jika dilihat dari siapa yang membawamu, kau pasti anak istimewa, 'kan? Aku ingin tahu seberapa istimewa bawaan Divisi Kedisiplinan--Experian Angels...">


Dari pesannya, bisa diperkirakan bahwa ada salah satu dari para siswa yang iri pada kami menulisnya sebagai anonymous.


Kazura langsung merespon ketika menangkap apa yang kubaca di hologramku.


'Bahkan sudah ada teman sekelas yang mencoba berteman denganmu, huh?'


Responnya pun kubalas dengan asumsi selanjutnya.


'Sepertinya ini bukan ditujukan hanya untukku saja, Kazura. Lihat.'


Hologram Kazura mendapat pemberitahuan yang sama denganku. Ketenangan Izano pun terganggu, juga Rinjou yang sedang membenahi programnya via hologram.


'Sensei, Senpai...'


'Sialan! Mengganggu saja...'


Saling memandangi untuk memberikan kode dan yakin akan keputusannya, kami pun kembali fokus pada materi, mengabaikan senyum jahat beberapa siswa di kelas Nuevo. Sepertinya gaya lama masih diterapkan disini--Adat perploncoan untuk anak baru.


...


Beberapa jam pun terlewat, Sang Ahli pun menutup Hologramnya dan meninggalkan pesan sebelum pergi dari kelas.


"Tolong bertemanlah dengan baik. Juga, bimbinglah anak-anak baru ini agar mereka tidak kebingungan mengikuti sistem kita disini."


""""""""BAIIIK!"""""""""


Setelah keberadaan Sang Ahli bernama Blazing Ryuuta itu benar-benar menghilang dari sana, disitulah kericuhan dimulai...


Beberapa siswa terkesan menggarangkan wajahnya lalu bergegas ke bangku kami.


"Bagaimana, anak baru? Apakah kau berencana untuk mundur?"


"Kenapa diam saja? Apakah kalian takut dengan kami?"


"Wajar saja, kami ini adalah tim Newcomer Anihillator. Hahahaha!"


"Jika kau takut, maka kembalilah ke Bumi sekarang juga..."


Tak ada satupun dari siswa-siswi lain yang sekedar ingin mematahkan argumen mereka maupun mencegah mereka untuk mengajak kami bertarung... Besar kemungkinan karena aku adalah bekas narapidana Pemerintahan Sanderio yang juga pernah bertemu dengan Legendary Arcane, juga bersekongkol dengan monster...


Kubuang jauh-jauh pemikiran itu saat Kazura memberikan tanda dengan tawa kecilnya.


"Heh heh heh... Itu saja yang ingin kalian ucapkan?"


Dia pun berdiri tegap didepan anak-anak tersebut.


"Lantas kenapa tidak kita mulai sekarang? Jika kami menang, kami yang akan menjadi Dream Anihillator untuk kalian..."


"K-Kau..."


Sebelum melawan gertakan balasan dari Kazura dan bertindak lebih jauh, aku menyusul Kazura dan menghadang pemuda yang terpancing oleh Kazura.


"Oh, Newcomer Anihillator ya? Apa dayaku yang hanya seorang mantan narapidana padahal hanya pergi berlatih di Sanderio?"


Dengan tambahan gertakan semacam itu, emosi para penantang mulai tersulut. Beberapa siswa-siswi lain yang tidak ikut pun memperlihatkan antusiasme mereka untuk sekedar menonton pertandingan kami dengan saling berbisik satu sama lain.


'Mereka benar-benar serius...'


'Apakah mereka tidak tahu jika Newcomer Anihillator selalu berhasil menghancurkan anak baru di kelas ini? Juga, mereka sebenarnya adalah siswa Avante namun memilih untuk menetap di kelas Nuevo...'


'Nee, nee... Apakah kalian tidak penasaran dengan siswa-siswa baru? Mereka cukup keren lho~ Apalagi Izano, dia imut sekali~'


'Yang bernama Ryuichi Venzo itu bawaannya Ruru-senpai ya? Meskipun berita tentangnya yang sempat menjadi narapidana di Kota Sanderio, dia terlihat keren~'


'Kazura lebih keren lagi~ Tubuhnya sangat bagus untuk ukuran pemuda seumuran~ Kyaaaaa~!'


Senyum menghardik semakin terasa kental di beberapa siswa yang ingin sekedar menjajal kemampuan kami--ataupun keinginan untuk melenyapkan kami dari sini.


""""IMAGINATION BATTLE - OPEN DIMENSION!""""


Kubah dimensi pun melebar, menandakan area pertarungan dibuat di kelas. Siswa-siswi lain menjauh dari jangkauan kubah tersebut untuk menghindari ikut masuk ke dalam pertarungan ini. Salah satu gadis nampak diam dengan sorot matanya menandakan rasa penasaran dari balik kacamata dengan bentuk bulat.


PERINGATAN! DIMENSI PERTARUNGAN DIAKTIFKAN!


KUBAH PEMBATAS DIMENSI TELAH DIAKTIFKAN! MEMULAI ANALISIS...


ANALISIS BERHASIL! MEMULAI PEMISAHAN DIMENSI...


PEMISAHAN DIMENSI BERHASIL! MEMULAI PEMBENTUKAN LOKASI PERTARUNGAN...


PEMBENTUKAN LOKASI PERTARUNGAN BERHASIL!


DIMENSI PERTARUNGAN AKAN DINONAKTIFKAN SECARA OTOMATIS KETIKA SYARAT DIPENUHI...


SYARAT : SALAH SATU TIM PETARUNG KALAH ATAU MENYERAH


Kami sudah membuka dimensi, yang akan secara otomatis memisahkan Dimensi Dunia Nyata dengan Dimensi Pertarungan melalui distorsi elektromagnetik yang dilepaskan dari tenaga yang dihasilkan melalui Nano Chip masing-masing.


Aku segera memunculkan senjataku ke arena--melalui sistem, tanganku sudah menggenggam dua bilah pisau. Kazura pun siap dengan sarung tangan miliknya. Izano bahkan dalam kondisi siaga memegang sepasang wired blade yang juga dibalut dengan sarung tangan. Sedangkan Rinjou sudah ada dibelakangku berbekal sepasang senjata api--Handgun.


"Apapun yang terjadi, mainkan peranmu masing-masing..." pesanku. Kazura menjawab.


"Memainkan peran, huh? Jangan salahkan jika aku mengenaimu ya?"


"Baik, Sensei!"


"Tak perlu menahan diri... Aku siap kapanpun!"


Aku sebagai penyerang dengan memanfaatkan kecepatan, bertukar posisi dengan Kazura. Mengerti akan maksudku, dia pun mengangguk setuju dan mengambil tempat di barisan depan.


Izano berinisiatif untuk berada disebelahku, sedangkan Rinjou tetap diposisinya karena dia adalah penyerang jarak jauh.


IMAGINATION BATTLE SKILL - BLACKOUT!


Mereka pun menghilang setelah asap hitam keluar dari salah satu lawan. Terdengar langkah lari diantara kepulan asap yang memang sengaja memutar disekitar kami. Kami bersiap untuk serangan mendadak yang akan terjadi.


"Serahkan padaku, Sensei, Senpai!"


IMAGINATION BATTLE SKILL - DANCE OF BLESSING WIND!


Mengambil jarak dari kami, tubuhnya diselimuti oleh hembusan angin yang tidak biasa--kemudian dengan sedikit gerakan, dia mencoba masuk ke dalam kepulan asap tersebut, tempat dimana lawan mempersiapkan strategi.


Hembusan angin entah darimana kemudian melenyapkan sebagian dari kepulan tersebut, memperlihatkan kaki-kaki lawan dan juga Izano yang sudah saling beradu senjata dengan lawan yang menggunakan armor.


"Tidak buruk, anak kecil!" serunya sembari menahan serangan Wired Blade Izano.


Kini, giliran Rinjou yang terlihat serius memfokuskan dirinya pada gerakan lawan yang lain. Memejamkan mata?! Serius?


Dan, sekali tarikan nafas, lawan sudah melesat cepat kearahnya dengan katana yang muncul dari pinggangnya.


"Habislah!"


IMAGINATION BATTLE SKILL - SOUL BREAKER SLASH!


Tebasan cepat yang diarahkan pada Rinjou berupa tebasan mendatar. Rinjou membuka matanya lebar, lalu melompat. Kini tebasan malah mengarah pada kami.


"Menghindarlah, sialan!" seruku pada Kazura. Kazura membalik badan dan mendecak kesal.


"Cih, sial!"


IMAGINATION BATTLE SKILL - OVERHEAT AURA!


Kazura menyilangkan kedua lengannya ketika seluruh tubuhnya diselimuti aura merah membara. Dan, tebasan tersebut lenyap seperti kertas yang terbakar. Saatnya untukku menyerang balik.


Merespon sisanya, aku melesat kearah lawan yang baru saja mendaratkan dirinya berhubung dia menebaskan skillnya saat melompat.


IMAGINATION BATTLE SKILL - LIGHTNING SPEED!


Kecepatanku bahkan tidak bisa diikuti oleh pergerakannya untuk menghindar--aku berhasil menyarangkan serangan padanya tepat dari belakang.


"Guha!"


Rinjou juga nampak tidak mau kalah. Saat melompat di udara, dia melesatkan beberapa peluru yang membuat sisa lawan terjatuh.


IMAGINATION BATTLE SKILL - ACCURATED BULLET!


"Gyaaa!"


"Arrgghh!"


Perputaran dua handgun yang mulus dimainkan oleh kedua tangannya seolah dia sudah sangat ahli dalam menggunakan senjata itu. Setelah meniup ujung larasnya, dia berucap santai.


"100 Tahunku berlatih bukan tanpa hasil..."


"Aku tahu itu bodoh, memangnya aku hanya bersantai saja? Dari mulai bertemu kaki tangan Hiroshi dua kali, sampai hampir dipancung ditengah kota, bukannya aku yang paling parah?" Keluhku padanya. Kazura membalas ketika hendak memberikan sentuhan akhir pada lawannya dengan sekali pijak.


"Sudah, tidak perlu curhat begitu, otak mesum. Kita selesaikan dulu yang satu ini..."


Melesat cepat menuju lawannya, kepalan beraura merah ditangannya pun terlepas dalam jumlah besar menghantam area luas di bawahnya saat dia melompat tinggi.


IMAGINATION BATTLE SKILL - OVERHEAT BULLET FIST!


Rentetan pukulan tersebut meledak-ledak seakan tidak ada tempat untuk menghindarinya. Alhasil, lawan langsung tertekan tak berdaya dan membujur hilang kesadaran.


-PERTANDINGAN SELESAI


-DIMENANGKAN OLEH SISWA BARU NUEVO


-MENONAKTIFKAN DIMENSI PERTARUNGAN...


-DIMENSI PERTARUNGAN DINONAKTIFKAN--MEMBUKA KUBAH PEMBATAS DIMENSI...


Dengan terbukanya Kubah Pembatas Dimensi, sorak dan riuh tepuk tangan menghampiri kami. Nampak senyum terlukis jelas pada gadis yang mengenakan kacamata bingkai bulat rambut lurus berponi diantara siswa-siswi lain.


"Selamat ya, Ryuichi-kun, Engetsu-kun, Yamaguchi-kun, juga Kyuasagi-kun? Aku adalah Yamashita Aoi. Ketua Kelas Nuevo. Ternyata kalian kembali dengan hasil yang membanggakan. Soal Ryuichi-kun dan namanya, berita itu terpublikasi karena kebijakan Pihak Sanderio memang luas. Namun karena perlindungan dari Perdana Menteri Imaginarian City, kau masih bisa diterima disini..."


Nah kan, dibahas ulang? Kini sorot mata ketakutan menusukku. Meski begitu Kazura memecah ketegangan dengan merangkulku sembari mengatakan.


"Setidaknya kemesumannya tidak berubah. Bukan begitu, Ketua?"


"Ketua?! Apa maksudmu?!"


Izano menambahkan sambil memposisikan dirinya disebelahku.


"Untuk mempersiapkan saja jika kita membuat sebuah tim, maka Sensei yang akan menjadi Ketuanya. Bagaimana,Rinjou-senpai?"


Rinjou merespon hal tersebut.


"Hmm, aku setuju. Berhubung aku tidak suka hal merepotkan semacam itu... Selamat untukmu."


"Bahkan kalian memutuskannya sebelum aku mendengarnya, ***!"


Gelak tawa pun pecah diantara kami, meninggalkan arena yang kembali seperti sedia kala, dan tampang-tampang siswa-siswi lama yang memandang penuh keanehan pada kami.


"Menarik~"


Bisikan Aoi terdengar ditelingaku...