World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 59 - Serangan Yang Tak Terduga



Hari selanjutnya di Asrama Akademi Tingkat Atas Experian, yang terletak di Pusat Kota Imaginarian City...


Dimana hiruk-pikuk kegiatan warga Imaginarian City sudah dimulai...


"Huuuaaahhheeemmm..."


Suara Venzo yang sedang mencoba bangkit dari kemalasannya menuruni ranjang otomatis itu pun terdengar, bahkan sampai keluar pintu kamarnya, menghasilkan geseran di pintu otomatisnya ketika seseorang datang.


"Are? Ruru-senpai?"


Ya, gadis dengan gaya rambut twintail, kakak kelas Venzo juga teman semasa kecilnya itu, mengucapkan selamat pagi dengan canggung, meskipun Venzo mencoba bersikap santai.


"S-Selamat pagi, Venzo-kun! Sudah saatnya untuk sarapan, j-jadi, bergegaslah. A-Aku tunggu di ruang makan!" jelasnya lalu buru-buru pergi meninggalkan pintu kamar Venzo bahkan sebelum Venzo memberikan jawaban dan mencoba untuk menyarankan gadis dengan nama lengkap Ruruberry Stefhold itu agar berbicara dengan tenang terhadapnya.


"Duh, menyusahkan sekali kalau terlalu canggung seperti ini..." keluhnya sambil menggaruk-garuk kepala.


Ya, hari itu dimulai lagi. Hari-hari dimana dia dan tiga orang lainnya yang juga secara kebetulan namun seperti direncanakan itu, dipindahpaksakan ke sebuah Planet yang dihuni manusia versi baru.


Dan juga, karena alasan [Blessed Imaginer] mereka harus mengikuti sistem baru yang mereka sama sekali tak kenal namun selalu mereka lakukan saat di Bumi.


Sebuah gedung akademi dengan tampilan futuristik dan megah itu menyambut matanya tatkala dia keluar dari ruangan menuju halaman mansion Asrama Akademi Tingkat Atas Experian, disusul tiga orang pemuda dari belakangnya.


"Rasanya memang berbeda dari ketika masih di Bumi... Terasa lebih menyegarkan. Bukan begitu, Ero?" seloroh pemuda dengan gaya rambut spiky putih yang mengarah kebelakang layaknya habis tersapu angin kencang di kepalanya.


Venzo menyibakkan rambut merah terangnya seraya membalas.


"Kita berada di sistem yang berbeda sekarang. Lagipula, kau ingat 'kan dengan apa yang dilakukan Misaka-sensei saat pertama kali kita berpindah tempat?"


Pemuda berkacamata dengan sorot mata yang menggambarkan kepolosan pun memperjelas apa yang dimaksud Venzo sambil menyusul kedua sosook tersebut.


"Kita disuntik sebuah Nano-Chip yang berguna untuk me-regenerasi seluruh organ dan syaraf kita setiap detik. Itulah mengapa tubuh kita terasa lebih segar..."


Dan pemuda terakhir, yang selalu mengutak-atik Smartphonenya, terdengar memiliki pendapat lain atas itu.


"Tapi, jika kau diserang sesama Imaginer, maka efeknya seperti saat kita jadi manusia biasa yang dipukuli, Izano. Regenerasinya terasa lebih lambat. Itulah mengapa selalu ada pertarungan."


Mereka secara bersamaan menghela nafas lelah. Ya, pemikiran panjang menyelimuti kehidupan mereka sebagai manusia tipe baru.


Imaginer.


Sistem yang mencakup segala aspek kemustahilan.


Imajinasi yang diubah menjadi sebuah kekuatan yang berada diluar nalar manusia biasa.


Itulah mereka, Ryuichi Venzo, Engetsu Kazura, Yamaguchi Izano, dan Kyuasagi Rinjou.


Dengan atribut dasar yang berbeda, mereka membentuk sebuah tim karena ujian beberapa waktu yang lalu.


Dengan formasi yang lengkap dan sempurna.


Destiny.


...


Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari mereka...


Sosok pemuda dengan rambut biru gelap melakukan perjalanan bersama sosok gadis rambut hitam panjang, denngan postur tubuh gadis normal seusia gadis SMA.


"Rozuke-kun, bagaimana dengan pemuda yang kita temui waktu itu?"


Sebentar kemudian, pemuda itu mulai menghilangkan keheningannya saat perjalanan.


"Yang Terpilih, 'kah? Aku tidak peduli, asalkan dia tidak mengusik kehidupanku dan merenggut apapun dariku. Lebih penting dari itu, Master sudah menunggu kita, Luna."


"Ah, itu benar! Mari kita kembali ke Mansion untuk melapor kepada Tuan Hiroshi!" serunya bersemangat kembali lalu melanjutkan perjalanan, meninggalkan Rozuke yang berjalan pelan, memandangi langit yang berubah warna seiring sinar Canis Majoris yang tenggelam di kejauhan.


'Tergantung apa yang Master rencanakan selanjutnya padanya.' gumamnya dalam hati.


...


Kembali ke Akademi Experian, dimana keempat pemuda mantan penduduk Bumi telah sampai.


Pemandangan para siswa-siswi akademi melintas masih terlihat disekitar Akademi. Seperti biasa, keempat pemuda tersebut menerima sorot mata permusuhan dari beberapa siswa yang iri karena mereka dipilih langsung dan tinggal bersama dengan Experian Angels, alias empat gadis Divisi Kedisiplinan yang juga adalah Putri Bangsawan dari Kawasan Kubah yang berbeda.


Namun, bagi Venzo, hal itu wajar saja dan dibiarkan begitu saja. Berbeda dengan Kazura, Izano, dan Rinjou yang nampak kesal dengan sikap beberapa siswa tersebut.


Dan keadaan pun berubah berbahaya saat sebuah kubah transparan menyelimuti mereka berempat dan memaksa mereka masuk ke dalam area bertarung yang dibuka oleh seseorang--


IMAGINATION BATTLE - OPEN DIMENSION!


"Nampaknya kalian ini memang tidak ada jera, ya?"


IMAGINATION BATTLE - OPEN DIMENSION!


Sekejap suara arogan tersebut membuat Venzo dkk langsung mengaktifkan area bertarung balasan untuk menjawab apa yang muncul di Hologram mereka.


<[Psycorps] meminta untuk memulai pertarungan. Apakah anda setuju?>



Sementara itu, pertarungan skala medium ini pun disaksikan para siswa-siswi yang saat itu masih berada di halaman Akademi.


Suara otomatis terdengar seperti biasa, tanda pertarungan dimulai.


Pergerakan pertama dilancarkan oleh Tim Psycorps yang dipimpin oleh Hirohito Seiga, beranggotakan Zanzatto Akuma, Daisuke Daichi, dan Daisuke Daito.


Seiga menghilang dari balik kabut yang diciptakan olehnya sendiri, ketika dua bersaudara memulai merapal sihir milik mereka. Zanzatto Akuma memprovokasi Venzo dkk dengan skillnya.


"Maju!"


Kazura menggenggam bahu Venzo, seakan memberikan tanda agar dia memberikan kesempatan untuk maju.


"Baiklah. Berotot lawan berotot. Aku mengerti, Kazura. Ambil bagianmu."


"Kau tahu apa yang kuinginkan, Ero. Saatnya membersihkan sampah."


IMAGINATION BATTLE SKILL - OVERHEAT AURA


IMAGINATION BATTLE SKILL - BOMBER SKIN


Kazura memperkuat aura tubuhnya sendiri, dan memulai pertarungan skala dekat dengan Akuma. Adu pukul tak terelakkan. Mereka berdua sama-sama melayangkan tinju mereka kearah lawan dengan diselimuti aura mereka masing-masing. Perbedaan dari mereka adalah, Akuma memiliki daya ledak pada setiap pukulannya, sedangkan Kazura memanfaatkan aura panas untuk membakar lawannya serta mengurangi pertahanan.


Dibelakang Venzo, sudah bersiap Izano dan Rinjou dengan kuda-kuda khas mereka. Izano dengan angin disekitarnya, dan Rinjou yang senantiasa memutar sepasang handgun miliknya tanpa melepaskan pelatuk dari jarinya.


"Bagaimana jika kita melakukan kombinasi keren, Izano?"


"Aku tertarik dengan itu, Rinjou-senpai!"


Daichi-Daito mulai meluncurkan bilah es dan lidah api setelah sesaat menjauhkan diri di bagian kosong untuk melawan Izano dan Rinjou.


IMAGINATION BATTLE SKILL - RAIN OF ICING PETAL


IMAGINATION BATTLE SKILL - HELLFIRE


COMBINATION BATTLE SKILL - MULTIELEMENTAL STRIKE


Izano yang menerpa hujan es dan lidah api tersebut dengan hembusan angin pemotong yang berwujud tornado kecil, diimbangi oleh peluru Rinjou yang terselipkan diantaranya.


IMAGINATION BATTLE SKILL - HURRICANE SLASH


IMAGINATION BATTLE SKILL - FAST RELOAD SHOOTING


COMBINATION BATTLE SKILL - WIND BULLET REVOLVER BLAST


Peluru Rinjou melesat diantara hembusan angin milik Izano, memadukan antar kecepatan peluru dan aliran angin diantara peluru yang menambah daya rusak skillnya berhasil memecah skill milik anggota kembar Psycorps, membuat mereka sedikit mundur dari lokasi skill.


Disaat pertarungan sengit tersebut, ada bagian yang masih berkutat dengan kecepatan serangan. Venzo dengan dua bilah pisau ditangannya, dan Seiga dengan dagger yang menjadi senjata andalannya, diantara kabut hitam semu, percikan besi berbenturan disegala tempat.


Kedua pemimpin tim yang memiliki kesamaan dalam atribut, membuat mereka yang mendapatkan sorotan lebih dari penonton dan juga komentar.


Pertarungan mulai menemui tampilan serius, dimana kedua tim mengeskpresikan diri mereka yang fokus pada pertarungan. Venzo dan Seiga menyisakan beberapa kawah bekas tebasan senjata mereka berdua. Lokasi arena pertarungan yang awalnya sebuah jurang dengan tebing batu alami dan gersang tanpa cacat, telah berubah keseluruhannya, tebing di kanan-kiri telah hancur, tanah yang mereka tapaki penuh dengan kawah. Tubuh Kazura telah sampai pada kerusakan blazer yang dikenakannya, Akuma pun dalam posisi yang sama. Daichi-Daito juga Izano dan Rinjou hanya merasakan kelelahan di posisi mereka berhubung sebagian besar serangan mereka adalah serangan jarak menengah dan jarak jauh.


"Lumayan juga kau, anak baru... Kau bisa mengimbangiku sebagai sesama Pengguna Wrath, meskipun kau hanya dari kelas Nuevo." tutur Akuma menampilkan seringai kepuasan. Kazura membalas dengan hardikan.


"Hah... hah... hah... Arogan tidak akan membantumu, sialan! Aku hanya percaya pada kekuatanku!"


Lain halnya dengan Si Kembar yang berhadapan dengan Kazura dan Izano. Mereka terlihat bermasalah dengan tubuh mereka yang menderita kelelahan.


"Lumayan kalian!"


"Lumayan, lumayan!"


"Yang aku lakukan hanyalah percaya pada jalan yang kami tempuh!"


"Lumayan? Aku belum mengerahkan seluruh kekuatan penuhku, tapi tubuhku menolak melanjutkannya!"


Namun selisih yang diperlihatkan oleh keduanya, diuntungkan oleh Pihak Psycorps yang dengan cepat memulihkan kekuatan mereka secara penuh. Seiga memberikan informasi pada lawan mereka yang hanyalah murid kelas Nuevo.


"Tapi, sebagai kelas Nuevo, kalian memiliki kelemahan pasif yaitu pemulihan tenaga Imaginer yang lambat, karena kelas Phenology memiliki pemulihan Imaginer Point yang lebih cepat--"


Aura mereka meluber, dan memposisikan diri mereka pada persiapan untuk melakukan serangan pamungkas.


"--Kuharap ada penyesalan berarti sebelum ini berakhir dengan lebih buruk..."


...


Disaat itu juga, area pertarungan mereka tiba-tiba menghilang, disertai dengan sekelebat bayangan disekitar mereka yang memukul mereka disana.


"Hanya kalian yang selalu ribut diluar event pertarungan. Benar-benar kebodohan..."


"Bertarunglah pada tempatnya, nya~"


"Jika kalian ingin mengulangnya, maka aku akan menjadi lawan kalian!"


"Ayolah, bahkan pertarungan kalian hanyalah keributan kecil..."


Ya, mereka adalah 4 Ahli Tertinggi di Akademi, disusul oleh Divisi Kedisiplinan yang memang bermaksud menghentikan pertarungan tidak berguna ini.