World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 03 - Pemuda yang Mengambil Keputusan



Perkenalkan, aku adalah Yamaguchi Izano. Dulunya, aku hanyalah seorang anak normal yang menggunakan hidup berpatok pada hal dasar seperti sekolah, mengikuti les, lalu mengurung diri di rumah tanpa banyak bersosialisasi dengan orang sekitar. Dapat disimpulkan, kehidupanku di waktu yang lalu terasa monoton dan membosankan, hingga akhirnya aku menemukan seseorang yang menggunakan sosial media dan dengan kepercayaan dirinya yang terlalu banyak, dia berani merombak dirinya seiring waktu yang terlewat. Dia tak takut menjadi dirinya sendiri, dan satu yang kupahami darinya. Dia adalah seseorang yang telah banyak berdosa atas ketampanannya dan juga kemesumannya. Ryuichi Venzo, atau biasa kupanggil Ero-sensei.


Kecocokan kami terlihat pertama kali saat dia membuat sebuah fanfiction bertema anime yang kusukai, yaitu tentang gadis-gadis spirit. Salah satunya dengan karakter dengan sifat yandere saat dalam mode spirit, namun super lembut saat menjadi gadis biasa. Dengan dua pucuk senjata api ditangannya, dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan waktu disekitarnya maupun di dimensi berbeda.


Saat itu, aku mengatakan bahwa aku menyukai karakter yang ada dalam anime tersebut, yang juga membuat kami bisa saling mengenal seperti sekarang.


Dengan entengnya dia membalas : Bagaimana jika kau juga ikut menjadi pemeran utama di fanfiction buatanku?


Pertanyaannya : Aku tak bisa menulis sedetail itu! Bahkan, aku saja kesulitan menuliskan apa yang ada dalam imajinasi!


Dia tak menyerah, dia tetap bersikukuh untuk memasukkanku dalam fanfictionnya.


"Aku akan membuatkannya untukmu."


Dan akhirnya, jadilah fanfiction tersebut. Fanfiction yang diberi judul Lost In Anime World itulah yang membuatku benar-benar percaya bahwa masih ada segelintir manusia hebat di dunia ini. Begitu unik dan aneh, namun kepercayaannya terhadap orang lain tak dapat dipungkiri lagi. Itulah dia, sosok yang selalu kukagumi, dan aku ingin memiliki sikap sepertinya.


Namun dia kerap kali berpesan padaku saat aku mengatakan bahwa aku ingin sepertinya...


"Jadi diri sendiri adalah keputusan yang tidak pantas untuk disesali dalam hidupmu. Seperti apapun dirimu, tetaplah seperti itu. Jika kau ingin merubahnya, cukup tambahkan sedikit bumbu kebaikan. Itu lebih baik."


Lalu, apa dengan kebaikan itu, ada reaksi dari siapa yang telah kuberi kebaikan?


Dengan penuh kesabaran, dia berkata lagi lewat sosial media, "Tak perlu mengharapkan balasan ketika kau memberikan kebaikan pada orang lain. Percayalah, akan ada timbal balik yang sama meskipun kau mendapatkannya dari orang yang berbeda."


Dan juga, yang membuatku bisa berubah adalah, bagaimana dia mengajariku hal mesum, hal yang sudah menjadi ciri khasnya sebagai Pria Ero.


Entah bagaimana bentuk dari isi otaknya itu, tapi setiap apa yang kuinginkan dalam bayanganku saat dia masih menulis, selalu terbaca olehnya. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri tentangnya, apakah sejak kecil dia sudah mesum?


Jawabannya benar-benar sama seperti apa yang terpikirkan olehku!


"Yah, mungkin karena sudah terbiasa bermain dengan kakak-kakak kuliahan sekitar rumah, maupun kakak-kakak sekolah yang cantik... Yang paling sering, aku dipeluk dan dielus-elus rambutku, hahaha!"


Ternyata laki-laki tampan sungguh berdosa!


Oiya, dia juga memiliki hobi mengkoleksi doujinshi dan juga video hentai. Yang paling mengejutkan, dia tidak malu mengakui bahwa dia adalah seorang pria yang mesumnya bukan main. Salah satu kata-kata yang sering dipakainya di perkenalan profil akunnya seperti ini...


"Manusia yang melakukan hal mesum itu normal. Jika kau tidak mesum, berarti kau tidak normal."


Jika dipikir-pikir, kata-kata itu sangat masuk diakal, berhubung manusia memiliki akal dan juga nafsu.


Entah apa yang menjadi patokan hidup orang ini. Tapi, tujuannya tak akan pernah berubah.


"Aku ingin menjadi orang yang dikenal dunia, meskipun itu harus dikenal karena tingkat kemesumannya."


Dan, akhirnya, hari ini datang.


Berbekal tabungan uang saku sekolah yang kusisihkan lebih dari separuhnya selama 2 tahun, aku berniat untuk mendaftarkan diri sebagai siswa di sekolah bergengsi SMA Shibuya, dimana sekolah tak menggunakan gaya lama, tapi menerima siswa dengan sifat dan kemampuan unik.


Ero-sensei pernah memberitahuku soal itu.


"Aku bersekolah di SMA Shibuya. Jika kau sudah lulus, daftar saja kesana... Lagipula, tingkat akademikmu lebih bagus dariku..."


Datang dengan kereta cepat dari Hokkaido, siang itu aku sampai di daerah Shinjuku, dimana Ero-sensei tinggal.


...


Hari ini, aku, Ryuichi Venzo, bersama rekan baru yang ingin mendaftarkan diri sebagai siswa Sekolah Menengah Atas Shibuya--Engetsu Kazura, sedang membantu pemilik kontrakan--Kirizawa Rentarou, membersihkan halaman kontrakan karena hari itu Sekolah sedang libur. Yah, kebersihan yang biasa dan wajar seperti mencabut ilalang yang mulai keluar dari sela-sela rumput hijau maupun paving ornamen jalan masuk menuju bangunan kontrakan.


Suhu hari ini lumayan panas, jadi hanya dalam waktu satu jam, suhu tubuhku meningkat, menyebabkan reaksi ekskresi pada kulit. Nampak hal itu mengkhawatirkan bagi orang lain karena kulitku cukup sensitif terhadap suhu dan mengeluarkan keringat lebih banyak, juga dari segi ukuran tubuh yang tidak bisa menghasilkan massa otot yang benar maupun menambah berat badan meskipun mencoba untuk makan seperti hewan buas dengan menambah porsi.


"Diam kau... Setidaknya aku sudah berjuang." jawabku kesal. Dia pun menghela nafas berat dan memberi saran.


"Alangkah bagusnya setelah semua ini selesai kau perlu mandi untuk waktu yang lama."


Cukup mengesalkan juga manusia satu ini, tidak seperti Rentarou-san yang tidak banyak protes. Bahkan, Rentarou-san sangat bersemangat tanpa setetes keringat pun, bahkan meninggalkan tumpukan ilalang dengan jumlah dua kali lebih banyak dari gabungan hasilku dengan Kazura.


"Masa muda memang hal yang paling baik!" serunya sembari terus melakukan kegiatannya. Kami berdua menghela nafas kemudian.


Sepertinya Kazura sudah mulai mengerti akan kebiasaan Rentarou-san. Itulah sebabnya dia mengikutiku.


Beberapa jam kemudian...


"Ah! Selesai juga!" ucapku lega. Kazura menyeka keringat di wajahnya dengan handuk kecil polos yang dibawanya, lalu beranjak menuju teras untuk meminum air dingin yang sebelumnya disediakan oleh Rentarou-san untuk kami beristirahat.


"Kegiatan yang bagus untuk memulai hari baru..." ujarnya lalu meneguk segelas air putih segar. Aku menanggapi malas.


"Menurutku sama saja..."


...


Dari stasiun pusat, aku berjalan menyusuri kota.


Setelah makan yang cukup karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang waktu setempat, langkahku mulai terarah mencari alamat yang dimaksud dalam percakapanku dengan Sensei lewat chatting media sosial.


Beberapa lama mencari lokasi tersebut, aku malah tersesat di blok perumahan yang belum kukenal. Mencari informasi lewat warga sekitar, dan aku berakhir di sebuah kontrakan mirip apartemen berlantai 2 menghadap ke utara itu.


Cat putihnya mulai berjamur di beberapa bagian, namun rumput-rumput liar nampak sedikit, di jalur masuk menuju bangunan, terdapat jalan setapak beraksen batu pipih berdiameter cukup besar, kesannya seperti rumah jepang bergaya lama.


"Permisi..."


Mungkin aku akan bertanya lagi, siapa tahu ada orang di halaman kontrakan ini-


Dari teras rumah berlantai 2 tersebut, keluar sosok pria dengan gaya rambut emo yang berwarna merah sedikit gelap, menangkap pergerakanku.


Terdiam sebentar sembari menganalisa apa yang dilihatnya, dia terkekeh.


"Yo, selamat datang di kontrakan SONY..." sambutnya menyadari bahwa kami memang sudah saling mengenal.


Dan aku baru saja ingat, jika sosok orang itu adalah...


Ryuichi Venzo...


"Sensei?"


"Hmm, ada apa dengan wajahmu itu, seperti sedang lihat hantu saja..."


Aku tak percaya, akhirnya hari ini aku bertemu dengan sosok nyatanya. Sosok yang sering memberiku inspirasi, sosok yang sering memberiku motivasi agar belajar menerima apa yang ada dalam sistem kehidupan ini...


Dan juga, sosok yang tak pernah mengeluh seberapa banyak aku meminta saran darinya...


Sosok guru yang sabar-


"Oh, kemarilah, aku punya banyak koleksi bagus soal gadis berstocking..." ajaknya sembari menyeringai.


-dan juga mesum luar biasa, aku lupa menambahkannya.