World of Imagination Arc 1 - Destiny

World of Imagination Arc 1 - Destiny
Imagine 34 - Pemegang Kematian



Aku hanyalah prajurit...


Aku hanyalah boneka...


Aku menuruti perintah mutlak dari Master...


Aku membunuh karena tugas dari Master...


Inilah aku, dengan sebilah sabit pencabut nyawa, aku berdiri sebagai Kematian...


Kematian langsung, tanpa siksaan...


Aku adalah seorang pemuda berusia 22900 tahun, dengan bantuan injeksi sebuah alat yang mampu meregenerasi tubuhku setiap detik. Itulah yang membuat umurku panjang meskipun aku hanyalah seorang manusia biasa, namun dengan kemampuan imajinasi.


Master adalah seorang pendiri Organisasi Dark Mind, sekaligus orang yang digadang-gadang akan menguasai dunia imajinasi. Dengan berkelana dari planet ke planet, galaksi ke galaksi, dia mengumpulkan berbagai macam orang untuk dijadikan bala tentaranya, jika membangkang berakhirlah hidup pembangkang tersebut.


Ya, akulah salah satu dari hasil invasinya.


Dididik sedemikian rupa, hari ke hari, tahun ke tahun, sampai akhirnya dia menjadikanku, kami, The Legendary Arcane, sebagai prajurit kepercayaannya. Prajurit Elit.


Kakakku juga salah satu dari Prajurit Elit ini, dia memiliki kekuatan atas Matahari, Sang Pemegang Matahari. Terkadang, pemegang lain menyebutnya Amaterasu. Itupun Tuan kami juga suka memanggilnya begitu.


"Ada apa?"


Tepukan seseorang di bahuku membuyarkan lamunanku. Aku pun berbalik untuk memastikan aku tidak salah menyapa.


Ternyata, Master sendirilah yang menepuk bahuku.


"Tidak ada, Master." Sapaku padanya.


"Ah, apakah kau ada waktu? Aku ingin berlatih sebentar sebagai sesama Pengguna Eleman yang sama."


"Dengan senang hati, Master."


Aku pun mengikuti beliau tanpa paksaan dan tanpa rasa malas sedikitpun menuju Ruang Latihan kami, tepatnya di Kawasan Blaze Island, Planet Experian.


Ruang Latihan yang kami gunakan sangat luas, bahkan luasnya hampir 10 kali lipat luas lapangan bola pada umumnya.


Disana, kami mulai memisahkan diri menuju posisi masing-masing agar dapat melakukan casting skill pembuka tanpa gangguan. Itulah aturan kami ketika melakukan sparring.


IMAGINATION BATTLE - OPEN DIMENSION!


Area pertarungan kami berbaur, pertanda kami siap untuk bertanding. Tak lama, dari luar Ruang Latihan, terlihat pemegang yang lain mulai meributkan kami, termasuk kakakku.


"Woah, si Pemegang Kematian melawan Master lagi!"


"Tsk, aku kalah cepat darinya, padahal aku juga ingin mencoba bertarung dengan Master!"


"Wah, Pemegang Kematian melawan Master! Elemen yang sama memang terasa seru untuk dilewatkan!"


"Adikku, berjuanglah~! Aku mendukungmu~!"


Dan Master pun hanya terkekeh mendapati hal ini.


"Hahaha! Jika kalian ingin bertarung denganku, jangan sungkan dan jadilah seperti Pemegang Kematian yang tak mengenal rasa ampun meskipun hanya berlatih!" guraunya yang juga menyebutkanku.


"Seperti biasa, jangan sungkan meskipun aku adalah Mastermu..." lanjutnya sembari memperdalam auranya. Aku mengangguk mantap lalu mulai merapal apa yang ada pada diriku.


" Ω το φοβερό τραγούδι φύσης όλων των ειδών της ζωής, ελάτε και να ηρεμήσετε τις ψυχές των ταραχών με την απόφασή σας. Άρρωστος με θάνατο!"


Sebilah sabit hitam muncul dari dimensi lain dan dengan kehendaknya memenuhi panggilanku, benda itu berdiri tepat di depanku. Master tak ada bedanya, beliau sudah masuk ke dalam modenya, dengan tongkat bertahtakan tengkorak yang memiliki aura khas hijau muda tanda tongkat tersebut berisi jiwa-jiwa yang tersesat dan dikurung ke dalam tongkat.


IMAGINATION BATTLE SKILL - SOUL ATTACKER


Serbuan aura hijau terbang kearahku, dengan putaran sabit aku menghindarinya. Beberapa masih mengenaiku. Rasanya seperti seekor lintah yang menempel di tubuhmu, efek skill Master pertama adalah menghisap sebagian Imagine Point tergantung jumlah dari Soul yang menempel.


Dengan cekatan, aku mengaktifkan skill pasif untuk menghalaunya.


IMAGINATION BATTLE SKILL - ANTI-DEATH REPELLANT


Setelah aura hitam melapisi tubuhku, kini aku aman dari serangan mematikan. Master nampak kagum dengan reaksiku.


Meskipun begitu, aku tak tinggal diam dan memberikan serangan langsung kearah Master yang merupakan pengguna serangan tipe jarak. Jika aku terus membuat jarak dengan Master, maka tak akan ada habisnya aku diserang.


IMAGINATION BATTLE SKILL - SCYTHE LETHAL STRIKE


Menapak lantai, aku melesatkan tubuhku untuk menggapai Master yang sudah siap dengan perlindungan auranya dan mulai merapal mantra lain.


Ketika aku mendapatkan jaraknya, ayunan sabit yang keras memulai pertempuran jarak dekatku dengan Master. Tangan Master dengan lincahnya memainkan tongkat untuk menangkis tebasanku. Dengan aura hitam yang melapisi sebagian besar sabit, maka tak terhindarkan Master pun akan terbelah jiwanya menjadi dua.


TRANG! TRANG! TRANG!


Benturan kedua senjata tak terelakkan. Percikan terjadi disana sini. Master benar-benar cepat menangkis seranganku meskipun beliau adalah tipe penyerang jarak jauh.


"Lagi, lagi, lagi!"


Akhirnya setelah puluhan tebasan ditangkisnya, aku kembali mundur dan mencoba merapal skill lain. Namun Master dapat memprediksinya dan berinisiatif untuk mengaktifkan skillnya padaku.


IMAGINATION BATTLE SKILL - UNDERWORLD BABYLONIA


Area hijau terbuka dibawahku, memunculkan sebuah taman kegelapan dengan tangan-tangan kematian yang siap menyeret jiwaku ke dalamnya. Jika aku tak bergegas, maka aku akan tamat.


IMAGINATION BATTLE SKILL - BURNING BLACKENED SOUL


Aku membakar diriku dengan api hitam dan taman pun ikut terbakar, lalu menghilang. Skill ini membentuk perlindungan juga penyerang bagi siapapun yang menyentuhnya. Api ini tidak akan padam sampai objek yang terkena efeknya lenyap.


"Awasi sekitarmu..."


Ternyata Master masih memiliki serangan lagi ketika beliau mengetahui efek dari Api Hitamku.


IMAGINATION BATTLE SKILL - DARKNESS HEAT-MISSILE


Aura hijau pekat dalam jumlah besar ada disekelilingku. Dan itu jelas mengincarku yang memang memiliki aura panas dari Api Hitam.


Master pun bersiap untuk melakukan casting skill terkuatnya tatkala beliau mempertebal aura hijau pekatnya. Terlihat banyak auranya yang bahkan terasa sampai keluar arena pertarungan.


"Aura ini..."


"Oi, oi, Master sudah mulai serius!"


"Berhati-hatilah, adikku!"


Dengan peringatan itulah, aku mulai berpikir untuk memunculkan apa yang menjadi ikatanku. Sesosok Pemegang Kematian yang asli.


" Αν με ακούς, έλα σε μένα.


Η φύση μου είναι αυτό που μισείς. Η ικανότητά σας είναι αυτό που φοβάται. Ελάτε με τα θανάσιμα στελέχη, πηγαίνετε με ηρεμία. Με αυτό σας καλώ ως απόδειξη του δεσμού μεταξύ σας και εμού ως συμβόλαιο, τον Θεό του Θανάτου!"


Terasa dorongan besar begitu kuat, dorongan untuk membunuh dengan ketenangan. Sosok Pria bertubuh besar dengan topeng perak juga kostum besinya yang memegang sebilah sabit muncul pada diriku. Sayap hitam menjadi mahkota indah di tubuhku. Mantraku terjawab sepenuhnya. Makhluk itu berkata, "Aku datang, wahai kontraktor. Aku akan membunuh lawanmu dengan tenang."


Master tak ada bedanya. Dia sempat merapalkan sesuatu saat aku mulai mengalami transformasi kontraktor.


" Αν με ακούσετε, έρχεστε σε μένα.


Εσείς που κυβερνάτε τις χαμένες ψυχές, εσείς που κυβερνάτε το σκοτάδι, εναντιώνονται σε όλο το φως και φέρνετε τις ψυχές σε χάος. Με αυτό σας καλώ ως απόδειξη του δεσμού μεταξύ σας και εμού ως συμβόλαιο, τον Θεό του Κάτω Κόσμου, τον Άδη!"


Tak hanya aura yang mengalir di tubuhnya. Kini arena pertarungan seperti sedang dikuasainya. Transformasinya dalam bentuk Dewa Dunia Bawah sudah sempurna, dan dari sorot matanya pun tak sedikit rasa kasihan terlihat.


IMAGINATION CONTRACT MODE ULTIMATE SKILL - EXECUTION MEGA WAVE


IMAGINATION CONTRACT MODE ULTIMATE SKILL - UNDERWORLD PUNISHMENT


Aku memberikan tebasan-tebasan lebar dari atas langit dengan aura hitam pekat sementara Master memberikan serangan tangan berukuran raksasa dari dimensi ciptaannya dalam jumlah besar. Saling tebas dan saling serang yang tak ada habisnya. Namun banyak dari tebasanku yang lolos dan berhasil mengenai pelindung pasifnya.


Dan ketika aura pelindung tersebut pecah, gelombang ledakan tercipta darinya, membuatku kehilangan keseimbangan dan jatuh. Saat itu adalah saat penghabisan dimana waktu yang ditentukan telah habis.


Pertandingan pun usai tanpa satupun yang dapat menggapai kemenangan. Aku tak bisa berbangga dan tak menyesal karena pertandingan ini berakhir seri. Master menyanjungku setelah menonaktifkan skillnya.


"Kau memang prajurit terbaikku, anak muda. Apa yang kau minta dariku? Aku akan mengabulkannya."


Suara gemuruh tepuk tangan menyambutku dan Master. Inilah yang kulakukan, dan ini sudah biasa meskipun bakal membuat salah satu dari kami akan mati jika kalah.