
*Sebelumnya, di Imagine 01...
"B-Bagaimana bisa...?"
"Tidak mungkin, skill gabungan terkuat kita--"
"Dihentikan..."
Yang jelas, mereka sekarang berhadapan dengan sosok selain diriku meskipun tubuhku masih menjadi tubuh kurusku. Ruru-senpai yang memancarkan aura keunguan dari tubuhnya pun ikut terkejut, dan berteriak ditengah area pertarungan.
"L-LUCIFER-SAMA?!"
Lantas, Haruka, Yuna, dan Miyuu juga ikut terkejut mendengar teriakan Ruru-senpai, setelah senjata mereka dilepaskan begitu saja oleh Lucifer yang kemudian mengambil alih tubuhku.
"Tidak kusangka bisa bertemu denganmu disini."
SEBENARNYA ADA APA INI*??
...
Percakapan itu masih berlanjut di dalam arena pertarungan antara aku, Ryuichi Venzo, dengan keempat anggota Divisi Kedisiplinan. Percakapan ini melibatkan tubuhku, yang saat ini dikendalikan oleh Lord of The Fallen--Lucifer, dan tubuh Ruru-senpai yang juga dikendalikan oleh sosok yang dikenal Lucifer. Memang, percakapan terasa biasa saja seperti percakapan orang awam. Namun intensitas kekuatan yang jauh berbeda membuat ketiga anggota Divisi Kedisiplinan lain mengambil keputusan untuk diam dan menyimak percakapan antara Lucifer dan sosok tersebut.
"Bagaimana kabarmu, Lilith?" sapaku pada sosok Ruru-senpai yang sudah merubah tampilannya, maupun bentuk tubuhnya. Dia pun membalas dengan sopan dan elegan.
"Seperti yang anda lihat saat ini. Bagaimana dengan anda, Lord of The Fallen?"
Rasa kurang puas mengubah otot-otot di wajahku sembari mempertanyakan pokok bahasan yang sama.
"Bukankah kini kau yang menggantikanku sebagai Penguasa Fallen Kingdom saat ini? Apalagi, title Queen of Succubus cukup menarik perhatian tinggi untuk sekedar menaikkan suara."
Lilith yang mengendalikan tubuh Ruruberry selanjutnya menjelaskan situasinya sembari mengitari tubuhku.
"Setelah tertangkapnya anda, Azazel yang kemudian diangkat sebagai Lord of The Fallen yang baru. Maafkan aku, tetapi setelah berita tertangkapnya anda di dunia manusia, Pemerintahan Fallen Kingdom menjadi berantakan. Banyak pemberontakan atas bangsawan Fallen Kingdom dan ingin segera melantik Lord of The Fallen yang baru."
Lucifer mengangguk puas setelahnya, dan bertanya lagi.
"Jadi begitu ya? Lantas bagaimana rasanya semenjak Azazel memerintah disana?"
Lilith menggeleng dan menyampaikan keluhannya akan sosok yang disebutkan menggantikan posisi Lucifer sebagai Lord of The Fallen.
"Sungguh membosankan~ Bahkan Azazel tidak tertarik dengan Sistem Tuhan disini. Dia malah membuang-buang dana pemerintahan dengan melakukan berbagai riset."
"Riset? Seperti yang diharapkan dari Mantan Pengurus Teknologi Fallen Kingdom."
"Lalu, apa rencana anda selanjutnya?"
Sebuah pertanyaan yang juga mengundang jawaban Lucifer yang harus menjelaskan apa yang terjadi padanya di dalam tubuhku.
"Entahlah. Aku terkunci di tubuh ini, hanya anak ini yang bisa membuka segelnya. Tapi, dunia ini cukup menarik karena diberkati oleh Sistem Tuhan yang dulu sempat dirahasiakan. Kebetulan juga aku ingin tahu bagaimana Sistemnya."
Jadi kau tidak lagi tertarik untuk menguasai dunia maupun mencuri Sistem Tuhan? Dasar Malaikat Jatuh abal-abal...
'Diam saja dan dengarkan, otak mesum!'
Astaga! Terpancing sungguhan? Baiklah, aku diam berhubung kau juga tidak membuat ulah dengan menggunakan tubuhku lagi seperti yang sudah-sudah.
"Apakah hanya itu saja yang anda inginkan setelah semua ini?" tanya Lilith lagi.
Kini dengan memandangi tangannya yang terkepal, Lucifer menjawab dengan mata yang menggambarkan rasa penasaran.
"Tidak juga. Rupanya aku juga tertarik dengan anak ini. Daya pikirnya jauh diatas kebanyakan manusia. Aku ingin melihat sampai dimana anak ini akan berkembang..."
Baiklah, aku terima yang ini. Tidak buruk juga kau.
'Kau kira aku ini hanya iblis? Tuhan belum mencabut sisi Malaikatku, tahu?'
Ya, ya. Terserah. Lanjutkan dulu.
"Kalau begitu, ijinkan aku mendampingimu lewat gadis ini. Jika ada sesuatu hal yang menarik, kau bisa menghubungiku."
Jadi, kau benar-benar ada di tubuh Ruru-senpai?! Ini berbahaya...
"Apakah dia mengikat kontrak denganmu juga?"
Jadi begitu? Karena ibunya memiliki darah seorang Succubus, sebagai tradisi, Lilith mendampinginya sebagai Succubus juga...
"Hmm, nampaknya keberuntungan selalu menghampiri anak ini."
Itulah yang Lucifer sampaikan dengan sedikit terkekeh. Ada apa dengan itu?!
"Keberuntungan dalam hal apa yang anda maksudkan?"
"Keberuntungan akan hubungannya dengan lawan jenis. Sungguh lelucon, bahkan aku dikalahkannya soal ini. Hahahaha!"
Sudah puas menertawaiku?
"Semenarik itukah?"
"Nanti kau juga akan tahu..."
Sebentar kemudian, Lucifer berbicara padaku yang ada di dalam kesadaran internal.
'Cih, aroma busuk ini masih belum berubah...'
Aku mencoba mencium aroma yang disebutkan, dan dengan jelas aroma itu menusuk hidungku. Yang benar saja, sialan! Aroma yang mirip bangkai!
"Maafkan aku. Tapi sepertinya ada aura membahayakan sedang mendekat..."
"Huh? Aroma Dewa Penguasa Dunia Bawah dari Belahan Mitologi Lain ya? Sayangnya anak ini masih terlalu lemah untuk sekedar meminjam kekuatanku, jadi aku juga akan menunggu saat yang tepat."
Akan kubalas kau untuk yang terakhir ini!
"Kalau begitu, aku pergi."
"Baiklah."
Kesadaran kami pun kembali seperti sediakala. Ruru-senpai pun sudah kembali, begitu juga bentuk tubuhnya. Hanya tiga orang saja yang tidak bisa mengatakan apapun...
Bahwa dunia ini sangatlah luas...
Begitu luasnya hingga Experian terlihat seperti debu...
Pengetahuan yang mereka dengarkan tadi mungkin tidak dibahas di materi mereka.
Yang pertama merespon adalah Haruka.
"Ehem! Jadi... itu semua benar? Yang kudengar barusan adalah... Lucifer sang Malaikat Jatuh Legendaris juga Lilith Sang Ratu Succubus?"
Ruru-senpai menjawabnya kelabakan.
"Awawawawa! I-Itu hanyalah dongeng, Haruka-chan! Itu--"
Dengan sedikit tepukan dibahunya agar dia tenang, aku menambahkan.
"Jika itu ada di Materi Phenology, berarti anggap saja itu tadi Materi tambahan. Tubuhku ini, adalah segel dari Malaikat Jatuh yang kalian lihat tadi. Tidak lain dan tidak bukan."
Yuna pun bertanya.
"Apakah mungkin seorang manusia menjadi sebuah segel? Itu hanya terjadi jika kekuatan Imajinasi yang digunakan."
Ruru-senpai yang kemudian menjelaskan alasan dibalik itu.
"Ano... Sebenarnya Keluarga Venzo-kun adalah Klan Pembasmi Iblis yang menggunakan kekuatan spiritual untuk melakukan pemurnian. Venzo-kun memiliki darah tersebut. Jadi Venzo-kun lolos untuk syarat obyek penyegelan. M-Maafkan aku, Venzo-kun!"
Aku yang dibicarakan hanya terkekeh dan membalasnya.
"Tidak apa-apa. Selama itu bisa menyelamatkan orang lain, aku tidak masalah menjadi segel Malaikat Jatuh sekalipun."
Mereka bertiga tertegun mendengarkan ucapanku barusan, seperti ucapan semacam itu sangat langka diucapkan. Semakin pekat aroma busuknya! Kami harus cepat!
"Baiklah. Karena sepertinya akan ada gangguan, lebih baik kita keluar dari pertarungan ini. Untuk yang kalian dengar, kalian rahasiakan atau kalian sebarluaskan, itu keputusan kalian. Tapi aku ingin menyarankan, tolong rahasiakan identitas kami." jelasku mantap. Ini seperti aku menjadi seorang Ketua saja!
"B-Baik..."
Hei! Ada apa dengan ketegangan itu?! Aku 'kan adik kelas kalian!