
Sepuluh tahun sudah berlalu, luka di masalalu tak terhindar lagi.
Ingatan sepuluh tahun yang lalu terus berputar di ingatan Kenzo. Bagaimana dia memohon kepada orang yg begitu di cintainya. saat itu dia hanya remaja 19 tahun yg terhipnotis cinta. Dia mencintai satu wanita, yaitu Sonya.
Mereka memadu kasih layaknya remaja pada umumnya, ketika keluarga merestui hubungan mereka ke tahapan serius, guncangan pun menghampiri, guncangan yg pada akhirnya mendatangkan malapetaka.
Masih segar di ingatan Kenzo, bagaimana dia memohon dan bagaimana rasa sakit yg menghantuinya terjadi.
( " Sonya ku mohon jangan pergi, acaranya sebentar lagi di mulai, semua keluarga sudah berkumpul."
" Maaf tapi q harus pergi, ini semua demi mimpiku. Dan kamu tahu sendiri ini adalah kesempatanku menjadi model ternama, ku harap kamu bisa mengerti dan memaafkanku."
Sambungan teleponpun terputus, Kenzo seketika terdiam lemas, antara marah sedih dan kecewa semua menjadi satu.
Di kamar sepi dia sendiri, berteriak dengan bercampur tangis dan emosi.
" Kenapa...!! Kenapa semuanya menjadi seperti ini?!! Kenapa.......!! Tidak. Kamu tidak boleh pergi, kamu tidak boleh meninggalkan aku." Kenzo bangkit lalu mengambil kunci mobil menyusul Sonya, berharap dia mau berubah pikiran saat melihatnya, karena dia sangat yakin Sonya begitu mencintainya dan dia tidak akan memilih karir ketimbang dirinya, Dia begitu percaya diri meskipun sebenarnya dihatinya juga merasa cemas dan takut, kalau Sonya benar-benar pergi meninggalkannya.
Begitu tiba dilokasi, Kenzo seperti orang bodoh mencarinya di setiap tempat, Hingga dia menemukannya.
Namun langkahnya seketika membeku dan senyuman yang tadinya indah langsung lenyap.
Sonya berada tepat di depannya, bergandeng penuh kebahagiaan dengan seseorang yg sangat dekat dengannya.
Kenzo tidak percaya dengan apa yg di lihatnya.
Tawa bahagia menghiasi setiap sudut bibir mereka.
Sementara dia seperti orang bodoh yg kehilangan dunianya. Harusnya dari dulu dia terbangun dari mimpi buruk ini. Namun dia tetap bertahan dan berpura-pura semuanya baik baik saja.
Dengan sisa tenaga yg dimilikinya dia berbalik dan meninggalkan mmerek. Perasaannya begitu hancur dan terluka. Dia tak menyangka cinta dan sahabatnya berselingkuh.
Dunianya serasa berhenti berputar. Pikiran dan hatinya tak lagi singkron. Kenzo benar-benar kacau dan terpukul.
Dia berjalan dengan langkah berat yg gontai.
Tanpa sadar ke celakaan terjadi tepat di hadapannya, Sebuah mobil Lamborghini hitam mengkilap menabrakkan diri ke truk yg hampir menambraknya.
Brukkk..... Kenzo tepental terserempet mobil yg melaju kearah truk yg hampir menambraknya.
Darah segar bercucuran di kepalanya, namun sayup sayup kesadarannya masih ada, di tengah kerumunan orang yg mengerumuninya, tatapannya tertuju ke sosok pria dewasa yg di tarik keluar dari mobil.
Pria itu adalah Ayahnya. Tatapannya menjadi begitu menyakitkan, bersamaan dengan tetesan airmatanya yg mengalir keluar. Dia dengan sesuatu tenaga berusaha bangkit, namun kesadarannya tiba2 menghilang.
Hari itu adalah hari terberat dalam hidupnya, dia di tingal dan dihianati oleh kekasihnya.
Tak Terima dengan semua kenyataan itu, Kenzo pun Syok hingga koma, beberapa ingatannya pun menghilang.)
Asap rokok menggepul di udara, sebatang, dua batang, tiga batang dan satu bungkus pun tak terasa habis. Namun kesedihan dihatinya tak kunjung reda.
Dia berpindah ke ruang kerjanya, mengambil sebotol anggur lalu menegakknya b
langsung.
Sudah cukup lama dia menggila dengan kenangan pahitnya.
Namun kejadian tadi membuat nya mengingat luka lama yg berusaha di kuburnya.
Kenzo berjalan gontai dalam keadaan mabuk menuju kamarnya.
Mulutnya terus merancau. " Kenapa kamu menghianatiku, kenapa?? " kalimat itu terus menerus di ulangnya, hingga kesadarannya menghilang.
Meskipun kesal dan marah namun April juga tak tega melihat ke adaan Kenzo yg lebih menyakitkan dan menyedihkan dari dirinya.
Apa yang sebenarnya terjadi. April begitu khawatir, karena baru pertama kali dia melihat Kenzo sangat mabuk bahkan menangis sambil mengigau.
" Kamu ini kenapa sih, kenapa mabuk begini. Badan kamu demam lagi."
April semakin bingung di buatnya, karena badan Kenzo yg tiba-tiba demam tinggi.
Segera April mengambil air dingin mengompres keningnya.
" Kamu ini bisa sakit juga rupanya. Kupikir balok es kayak kamu gak pernah sakit dan menangis."
April menghela napas berat dan panjang.
" Ya udah aku minta maaf kalau aku punya salah, tapi aku gak salah ya, aku tidak selingkuh, yg ada kamu tu yang selingkuh, suap suapan sama mantan terindah lagi. Apa itu namanya kalau bukan selingkuh. Dasar!! kamu itu bisanya nuduh aja. Yg di hukum siapa, yg sakit siapa. Dasar aneh.!!"
April mengeluarkan unek-unek nya meski Kenzo sama sekali tak mendengarnya.
" Lain kali jangan galak galak. Cepat sembuh." Ketusnya sambil menyelimuti Kenzo yg demam nya sudah mulai mereda.
Karena kelelahan mengurus Kenzo hampir semalaman, April tertidur berbantal lengan di bawah tempat tidur Kenzo.
Perlahan Kenzo membuka matanya, dia langsung mengambil kompresan di dahinya. Tubuh dan kepalanya terasa begitu sakit, dia berusaha bangun namun tatapannya langsung tertuju ke April yg tertidur pulas.
Kenzo berusaha mengingat apa yg terjadi semalam sambil memegangi kepalanya yg masih terasa sakit.. Sekilas ingatan muncul, bagaimana April mengeluh kepadanya, dan bagaimana April merawatnya.
.......,....