Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Aku calon Suaminya



Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Sepertinya pertemuan selanjutnya Kenzo benar-benar tidak kuat lagi. Wajahnya begitu pucat serta tubuhnya semakin terlihat lemas. Dia hampir terjatuh di penghujung rapat.


Ngidamnya benar-benar sangat parah. Kenzo semakin hari semakin sulit mengkonsumsi makanan yang berbauh amis. Dia hanya bisa bertahan dengan mengkonsumsi sayuran dan buah.


Bauh dari makanan amis yg disajikan di pertemuan dengan Klayen penting membuatnya mual beberapa kali hingga wajahnya benar-benar pucat seperti mayat.


" Presdir, sebaiknya hari ini kita ke Rumah Sakit. Pertemuan selanjutnya sudah saya cansel.


Kenzo hanya menganguk, saat ini rasa mual karena bauh makanan yang terasa amis di Lestoran membuatnya tidak tahan.


Perutnya terasa nyilu dan kepalanya seakan berat dan berputar putar.


" Huwek... " Dia berlari ke wastafel ruangan memuntahkan semua isi perutnya. Tubuhnya menjadi semakin lemas dan gemetar. Dia dengan susah payah berusaha duduk kembali dibantu Asisten Thomas.


Sekarang hanya dirinya dan Asisten Thomas yang tersisah di Ruangan meeting room hotel.


" Presdir..." Asisten Thomas terlihat bingung, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada Bosnya.


" Apa perlu saya siapkan kamar dan panggilkan Dokter?"


" Tidak perlu, bantu aku berdiri. Kita ke Rumah Sakit sekarang."


Suara Kenzo benar-benar terdengar lemas dan hampir tak terdengar.


Asisten Thomas dengan hati hati membantu Kenzo berdiri dan pergi meninggalkan Hotel menujuh Rumah Sakit .


Butuh waktu 15 menit dari Hotel untuk sampai Kerumah Sakit. Dengan perasaan cemas Asisten Thomas membawa Kenzo, tubuh Kenzo benar-benar terlihat lemas, ditambah wajahnya yang semakin pucat membuat Asisten Thomas bertambah panik dan khawatir.


Sesampainya di Rumah Sakit, Thomas segera membopong Kenzo.


Beberapa Dokter terlihat panik, melihat Siapa yang dibawa Asisten Thomas.


" Panggil Dr. Andre." Ujar Kenzo di sela sedikit kesadarannya.


Dokter Andre berlari tergesa gesa menghampiri.


" Tuan muda kenapa?" Tanyanya kepada Asisten Thomas, melihat Kenzo yang terbaring lemah.


Asisten Thomas terlihat bingung tidak tau harus menjawab apa pertanyaan Dr. Andre.


" Bawa Presdir keruangan VIP sekarang." Printah Dr. Andre sambil berjalan mengikuti.


Kenzo sudah di priksa, dan dari hasil pemeriksaan dia terlalu lemah dan kekurangan gizi serta cairan.


Dr. Andre mendesah. Dia mengerti sekarang apa yang membuat Kenzo seperti sekarang ini. Dia berjalan mendekati Asisten Thomas.


" Apa Asisten Thomas tahu, sejak kapan Tuan Muda jarang mengkonsumai makanan dan hanya minum kopi.


Asisten Thomas berusaha mengingat.


" Akhir-akhi ini Presdir terlihat aneh. Dan juga tadi pagi Presdir hanya minum 4 gelas kopi tanpa sarapan, bahkan makanan di Hotel tak di sentuhnya.


" Ha... anak ini memang ngeyel. Dia mungkin tidak percaya dengan yg sudah aku sampaikan.


" Maksudnya?" Thomas tak me gerti dengan apa yang dibicarakan Dr. Andre.


Dr. Andre belum sempat menjawab, matanya sudah teralihkan oleh Kenzo yg bergerak bangun.


Dr. Andre dan Asisten Thomas segera menghampiri.


" Presdir. Anda sudah bangun?" Thomas bertanya cemas memperhatikan Kenzo.


Kenzo menganguk lemah, lalu menatap Dr. Andre.


" Tentu saja? terbuktikan sekarang?"


" Baiklah. Aku percaya. Kalau begitu resepkan aku obatnya."


" Obat hanya bisa membantu sedikit, tapi itu semua tergantung Tuan? Tuan tidak boleh menuruti keinginan Tuan Muda yang hanya tertarik dengan bau kopi, dan minum kopi, Tuan Muda harus paksakan untuk memakan makanan lain, apa lagi di pagi hari karena makan punya filosopinya sendiri, misalnya sarapan di pagi hari itu ibarat emas, sedangkan makan sian ibarat perak dan makan malam ibarat perunggu. Jadi sangat penting. Tuan Muda hampir saja terkena tukak lambung akut karena terlalu sering minum kopi tanpa sarapan.


" Baiklah aku mengerti, aku harus kembali." Ujarnya


Kenzo berusaha mencabut selang infus yang menempel di tanggannya mengingat dirinya sudah lama meninggalkan gadis itu. Dia saat ini ingin mengatakan yang sebenarnya kepada April.


" Apa yang Tuan Muda lakukan? infus anda belum habis." ucap Dr. Andre, melihat Kenzo yang sudah mencabut selang infus ditangannya dan hendak pergi dengan kondisinya yang belum stabil.


" Presdir. Anda mana boleh pergi, kondisi Anda belum sehat." Asisten Thomas menimpali berusaha menghentikan.


" Aku baik-baik saja. Ada hal penting yang harus segera aku selaikan." Ujarnya menatap ke khawatiran di wajah asistennya.


Dia pun pergi tanpa bisa dihentikan oleh Dr. Andre dan Asisten Thomas. Langkahnya masih lemah, dia belum sepenuhnya baik-baik saja, keinginan di hatinya membuat tubuhnya bersemangat. Dia berpikir sudah saatnya memberitahu gadis itu tentang perasaannya, dan siapa Ayah dari bayi yang di kandungnya. Dia tidak ingin menundanya lagi barang sedetikpun.


Dia dengan semangat menyeret langkahnya. Wajahnya terlihat bersemangat.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, wajahnya berubah menjadi kaku dan dingin, matanya memerah, urat urat di lehernya mengeras. Dia mengepalkan tinju melihat sesuatu yang tidak mengenakan di depannya.


April dan Aryo terlihat berpelukan dengan perasaan haru terlihat di antara keduannya.


" Buk..." Tinju lansung mendarat di wajah Aryo.


" Aryo.." Teriaknya replek dengan mimik wajah menyakitkan. Seketika membuat April menoleh ke arah orang yang memekul Aryo. Kakinya lemas tak bertenaga. Tubuhnya bergetar kaku mengetahui siapa yang memukul Aryo.


Kenzo melihat rasa perduli April kepada Aryo membuatnya semakin kesal dan di bakar api cemburu


Aryo meringis memegang wajahnya yang sakit. Kemudian dia menatap tajam kearah lelaki yang barusan memukulnya.


" Anda siapa. Kenapa tiba-tiba memukul saya."


Kenzo mencibir dengan senyuman iblis.


" Ha..!! kamu siapa bertanya kepadaku. Tidak pantass!!"


Aryo menjadi kesal nendengar ucapan sombong lelaki di depannya. Tinjunya ia kepalkan dengan kuat. Begitu pula dengan Kenzo, api amarah berkobar di matanya seperti ingin melahap habis siapapun yang sudah berani menyentuh miliknya.


April menyaksikan dengan panik. Sebelum keduanya beraduh pisik dia berteriak berusaha menghentikan.


" Stop..!!!" Dia berdiri di depan Kenzo dengan wajah memelas. Matanya terlihat takut menatap Kenzo. Hal ini tentu saja membuat hati Kenzo sakit melihatnya. Dia begitu memohon untuk lelaki itu.


" Apa kamu kenal siapa dia?" Tanya Aryo kepada April melihat lelaki itu menuruti keiginan April. Tatapannya juga berbeda ketika menatap April. Aryo tentu terusik, dia seorang laki-laki me cintai April. Jadi dia merasa terusik dengan tatapan lelaki ini.


" Dia..." April ragu ingin memberitahukan Aryo.


" Dia Milikku!! dan Aku calon Suaminya." Ucap Kenzo mepertegas semuanya.


Tubuh Aryo menjadi lemas mendengarnya. Dia tak percaya. " Ril.. apa benar yang dia katakan?"


Aryo terus bertanya seperti orang linglung sambil mengguncang tubuh April. Namun April hanya diam, air mata mengalir deras di pipinya.


" Lepaskan tangan kotormu dari tubuh Wanitaku." Bentaknya dengan aura membunuh menghepas tangan Aryo dari tubuh April.


Aryo terjatuh lemas menyaksikan semuanya. Hatinya benar-benar hancur dan sakit.


Kenzo menarik paksa tangan April meninggalkan tempat Aryo dalam keterpurukannya. Kesabaran Kenzo sepertinya sudah habis.


^_^