Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Ada yang aneh pada tubuhku



April benar-benar berusaha melupakan kata kata calon suaminya,, kata kata yang membuatnya terhina dan sakit hati. Di jadikan sebagai istri penghasil keturunan?? sungguh hal seperti itu belum pernah terlintas dipikirannya kalau dirinya akan menjalani kehidupan itu. Dia terjaga hingga pukul 02.00 pagi karena tak bisa memejamkan matanya,, meski segala cara sudah April lakukan.


Namun entah sejak kapan dia mulai terlelap. Pagi seperti biasa April bangun pagi, meskipun waktu tidurnya tidak terlalu banyak, hanya sempat terlelap selama kurang lebih tiga jam.


Setelah sholat subuh April mulai mandi dan bersiap siap kerumah sakit,, tapi sebelum berangkat terlebih dahulu April menyiapkan sarapan untuk dia dan Ayahnya karena Yuri semalam tidak ikut menginap di rumahnya, Ayah Yuri tiba-tiba mendapat tugas keluar kota, sehingga ibunya sendirian di rumah, jadi Yuri terpaksa pulang menemani ibunya.


Setelah menyiapkan sarapan, April kekamar orang tuanya yang saat ini hanya ditempati pak Sanjaya karena ibunya masih di rawat inap di rumah sakit. Dia memanggil pak Sanjaya untuk sarapan. Pak Sanjaya pun merapat ke meja makan setelah selasai mandi.


" Kamu pagi pagi sudah rapi,, apa mau langsung ke rumah sakit jengukin bunda?"


" Iyah ni.. Ayah gak pa-pa April tinggal sendiri? soalx di rumah gak da siapa-siapa?"


Setelah perusahaan keluarga hampir bangkrut, mereka tak sanggup lagi menggaji pembantu, di tambah lagi pengobatan ibunya yang membutuhkan banyak dana, pak Sanjaya pun terpaksa menjual mobil mereka untuk menutupi tagihan rumah sakit yang setiap harinya semakin membengkak.


" Ya gak apa apa dong sayang...?? memang dikirain Ayah ini anak kecil apa?"


" Bukan gitu juga Yah,, kondisi Ayah juga msih belum terlalu sehat."


" Udah,,, gak pa-pa? Ayah sehat kok?" sambil berdiri meniru gerakan senam kebugaran,, membuat April terkekeh melihat tingkah lucu ayahnya.


April mengambil HP nya, lalu memesan taksi online. tidak butuh waktu lama taksi online sudah terpakir didepan rumahnya.


" Yah... April kerumah sakit dulu." berpamitan sambil mencium tangan pak Sanjaya.


Sekitar jam 08.30 April berangkat kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit April langsung menuju kamar ibunya.


Bau obat yang menyengat kuat dari kamar ibunya membuatnya tiba-tiba pusing dan mual. Dia berlari ke wastafel lalu memuntahkan semua isi perutnya,, tubuhnya mengigil dan lemas,, keringat dingin merembes di sekujur tubuhnya,, lagi dan lagi dia memuntahkan isi perutnya hingga benar benar kosong dan rasa empedu pait yg keluar terasa di lidah dan tenggorokannya.


April benar-benar merasa aneh dengan tubuhnya karena akhir-akhir ini srring mengalami keram dan juga mual- mual, selera makannnya juga berkurang ditambah lagi, perutnya terlihat semakin membuncit.


Hanya saja karena masalah yg menimpanya dia tidak begitu perduli dengan kondisinya. Perasaannya mulai tak tenang memikirkan ada hal yg salah dengan dirinya.


April berusaha berjalan ke ranjang dengan susah payah untuk membaringkan tubuhnya yang bergetar. Namun bau obat yang terasa menyengat kembali membuatnya mual dan mual lagi hingga dia memutuskan keluar dari kamar rawat ibunya mencari udara segar.


Dia berjalan tertatih tatih sambil memegangi perut dan menutup hidungnya. Perawat yang lewat menyapanya karena terlihat menghawatirkan.


" Mba..? mba gak pa-pa? apa mau saya bantuin keruangan Dokter?" Tawarnya ramah


April berusaha menolak sambil menggerakan tangannya.


" Gak usah sus,, saya baik baik saja..?" sambil terus berjalan meninggalkan perawat yang terlihat khawatir menatapnya.


" Nona itu kenapa sus? " Tanya Brayan yg sedari tadi sudah memperhatikan percakapan keduanya.


" Saya juga tidak tahu Tuan, saya tadi cuma mau menawarkan bantuan membawanya priksa ke dokter,, saya lihat nona itu seperti kurang sehat, wajahnya juga terlihat pucat dan berkeringat dingin gitu." Jelasnya panjang lebar.


" Begitu rupanya,,, makasih Sus?" Ujar Brayan, sambil bergegas menyusul dan mencari cari keberadaan sosok nona tadi,, nona yg cukup dia kenal.


Dia mengikuti punggung April yg terlihat meringis dan gontai.


Brukkkk...


April terjatuh.. kesadarannya sepenuhnya menghilang.


Lagi lagi Brayan menolongnya untuk yang kedua kalinya dengan panik berlari melihat April terjatuh dan pingsan di depannya. Dengan segera dia menggedong tubuh April sambil berteriak memanggil Dokter, perawat yang melihat menuntunnya langsung ke ruang IGD.


" Bagaimana dia..?" Brayan bertanya cemas setelah April di tangani Dokter. Mereka terdiam dan saling memandangi,, karena bingung. Sebelumnya mereka pernah menangani April, dan semua perawat dan dokter di rumah sakit mengenalnya sebagai kekasih Anak tertua keluarga Beliondra yaitu Kenzo Beliondra. Dan sekarang adiknya,, ada apa ini? apa mereka harus mengatakan kalau nona ini sedang hamil, tapi hamil anak siapa? apakah yang termuda atau yang tertua? mereka benar benar bingung harus menjawab apa.


" Lohhh.. kok pada diam sih,, bagaimana keadaannya?"


" Begini tuan..?!" Seorang Dokter dengan hati hati dan ragu berusaha menjelaskannya. namun belum juga sempat dijelaskan, omongannya dipotong oleh Brayan yang melihat ke tidak wajaran di wajah Dokter.


" Kenapa?? apa sakitnya sangat parah,, apa dia menderita kang.. ke.. r stadium akhir ??" Brayan sedikit ragu dan cemas mengucapkan kata kangker.


" Ahaha.. bu.. kan.. tuan?! "


" Kalau bukan lalu apa??"


" Nona April sepertinya cuma pingsan karena masih dalam pase ngidam dan muntah yang berlebihan Tuan?"


" Namanya April to.. " ujarnya tersenyum


" What...!! apa tadi kamu bilang, ngidam?! kok bisa.?!" Mata Brayan melotot syok mencerna kembali ucapan Dokter, kalau April sedang ngidam, yang berarti dia sedang hamil. Dan itu juga berarti dia sudah menikah.


Dokter tak berani lagi menjawab lebih karena menerima pesan dari Kenzo untuk tidak perlu menjelaskannya kepada Brayan.


" Maaf tuan,, saya harus permisi,, ada pasien lain yang harus diperiksa." Ujar Dokter berusaha menghindari Brayan.


Setelah keadaan kembali normal, asisten Thomas yang bertugas mengawasi April meninggalkan tempat tersebut.


Brayan menemani April hingga tersadar.


" Sudah sadar?" Tanyanya bersikap malas. Dengan gurat wajah yang kecewa.


April mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan yang bernuansa biru langit dan bersih tanpa merespon ucapan Brayan.


" Saya di mana?" Ujarnya dengan suara lemas sambil menghentikan pandangan di selang infus yang menempel di tangannya.


" IGD.. " jawab Brayan ketus. Karena merasa kecewa dengan wanita yang selama ini di kaguminnya ternyata sudah bersuami di usianya yang masih mudah,, dan suaminya itu seperti seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab, terbukti ketika Brayan melihatnya beberapa kali dan selalu sendiri, bruntung dirinya lewat dan bisa menolongnya. Dasar!! lelaki brengsek pikirnya menggerutu kesal dalam hati.


☆☆


" Bagaimana keadaannya?" Tanya Kenzo menelpon Asisten Thomas.


Mengetahui April pingsan.


[ " Sudah di tangani Dokter Peresedir? tapi??" ] Asisten Thomas sedikit ragu melanjutkan Ucapannya.


" Tapi apa?" Kenzo bertanya sedikit tak sabar mendengar keraguan Asisten Thomas.


[ " I.. tu.. Tuan Brayan masih menemani nona April di IGD? " ]


Kenzo untuk sesaat terdiam tak merespon apa yang Asisten Thomas sampaikan.


[ " Hallo.. Peresedir?? " ]


" Iya.. biarkan saja mereka. "


Setelah itu Kenzo menutup sambungan telepon.


☆☆


" Apa kamu yang membawa saya kesini?"


April bertanya sambil memandangi wajah Brayan yang terlihat jutek. Ada perasaan tak nyaman di hatinya melihat sikap Brayan.


" Tentu saja? memang kamu pikir siapa? Suamimu." Ucapnya pelan ketika mengatakan kata Suami, namun masih bisah terdengar oleh April.


" Suami..??" batin April. Wajahnya seketika menjadi bingung. Apa yang di maksud oleh pemuda yang tidak dia tahu namanya itu adalah Ken?? pikirnya. Tapi dari mana dia tahu kalau Ken adalah calon suaminya?? April semakin dibuatnya bingung.


" O ya.. selamat,, jaga baik baik kandunganmu,, jangan sampai pingsan lagi.?" Ucapnya sedikit tak bersemangat, kemudian berdiri meninggalkan April tanpa melihat respon dari April yang kaget dan syok karena ucapannya.


Happy Reading...


jangan lupa like n komen ya? tinggal kan jejajak kalian❤❤