Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ caffe Virgo



Caffe Virgo, nama itu terngiang sampai ke mimpi April. Dia terbangun dengan wajah di selimuti kegelisaan memegang wajahnya yg berkeringat dingin.


Sesaat dia termenung memikirkan pesan yg di terimanya hingga menghantuinya sampai ke alam mimpi.


Detak jarum jam terdengar jelas, April Mendongak melihat ke arah jam di dinding kamar. Waktu ternyata masih jam 2 malam, Dia lalu melihat ke ranjang tempat kenzo berbaring, dia tertidur pulas.


April merikuk di pojok shopa, ya.... dia sempat tertidur di shopa dalam ke gelisaan.


Dia dengan takut melihat ke arah ponsel di sampingnya, tangannya sedikit gemetar meraih ponselnya lalu mengetik sesuatu.


{ April : Siapa kamu?!}


{ ???? : Nanti kamu juga tahu. Ingat caffe Virgo jam Sembilan On time 😉😉😘 }


Membaca pesan itu membuat April merinding, di tambah emoji yg tersemat di ujung pesan.


°°°®


Tak terasa malam berlalu begitu cepat tergantikan pagi. Cahaya mentari menerobos masuk melalui cela gorden menerpa wajahnya, membuat April terbangun dan terbangun.


Dia mendapati dirinya sendirian dalam ke sunyian. Lagi lagi Kenzo pergi tanpa berpamitan, padahal beberapa hari yg lalu hubunngan mereka tanpa baik baik saja.


Ponselnya bergetar. Setengah sadar April membukanya, lagi lagi pewan dari si misterius.


{ ??? : Ingat jam 9 on time😘 }


Pesan itu membuat pagi April semakin bad mood. Dia mendongak ke arah jam di dinding kamar, matanya terbelalak melihat waktu hampir mendekati jam 9.


" Ya ampunnn....." April sedikit kacau, karena bangun terlambat lagi, pastinya si bawel indri bersengut marah.


Dan seperti biasa di pagi hari ketukan pintu akan terdengar. .


Tapi kali ini suaranya sedikit berbeda.


Tok.. Tok..


" Nak..? apa mama boleh masuk? " Itu suara nyonya Melissa, dengan cepat April berbenah dan membukakan pintu.


" Mama, maaf April telat lagi? " wajahnya terlihat bersalah dan sedikit lelah, membuat NY Melissa cemas.


Ny. Melissa memberikan senyum terbaiknya untuk April. Meski hatinya cemas dan ingin langsung bertanya tentang kondisi menantunya itu.


" Bagaimana pagimu sayang?" Tanya Ny. Melissa lembut sambil berjalan memasuki kamar menantunya.


" Baik kok ma." jawab April berusaha menyembunyikan kegelisaan di wajahnya.


" Kamu yg sabar ya sayang."


April mengernyit memandangi wanita setengah abat yg masih terlihat cantik dan awet muda di depannya, karena tak paham dengan ucapannya itu.


Wanita itu tersenyum seperti paham dengan ekspresi yg di tunjukan menantynta itu.


" Gak pa pa kok sayang, mama tadi cuma ngawur dan asal."


Ny. Melissa sejenak terpaku menatap April, dia merasa begitu berat untuk menceritakan semuanya kepada menantunya yg lugu dan polos. . Dia tidak mau menantunya yg sedang hamil tua ini memiliki beban di pikirannya .


Tanpa terlihat jelas kegelisaan di wajah NY. Melissa.


" Ada apa Ma? Mama ada yg mau di sampaikan Ke April?" Tanya April yg melihat seolah ada hal penting yang ingin di sampaikan mertuanya, tapi dia tak tau hal apa itu.


Ny. Melissa berusaha tidak membahas lagi apa yg hampir di ucapnya.


" Kamu mau sarapan di sini atau bareng kita sayang?"


Menantunya itu tak merespon, dia terlihat seperti gelisah dan memikirkan sesuatu.


" Kenapa sayang.? "


April berpikir ini Kesempatannya meminta izin keluar.


" Ma, April hari ini mau izin sarapan di luar sama teman teman April boleh gak?"


" Ya boleh dong sayang..... masa gak boleh, kamu siap siap aja dulu, biar Mama kasih tau supir."


Mendengar di antar supir, April sedikit terkejut dan spontan memegang tangan mertuanya.


" Mah, April naik taksi online aja, boleh ya?" Ucapnya sedikit tegang.


Tadinya NY. Melissa tidak setuju, tapi melihat menantunya yang seperti sudah mantap dengan keputusannya, terpaksa NY. Melissa izinkan.


" Tapi ingat, kamu harus hati hati ya sayang, ada apa apa telpon mama oky."


April hanya mengangguk mengahiri perbincangan ke duanya karena dia harus bersiap siap pergi, waktu yg di suruhpun sudah lewat dari waktu yg seharusnya.


Sebenarnya April ragu ragu ingin pergi. Tapi pesan itu terus menerornya, bahkan terang terangan mengirim foto bu.. gilnya yg di tutupi sticker.


®°°°


Sesampainya di cafe Virgo, langsung saja April menuju tempat yg telah di kirim lewat chat.


April masih sedikit ragu menghampiri orang yg mengiriminya pesan. Tapi April ingin tahu siapa orang yg menerornya, dan apa maksud semua pesan yg di kirimnya. April harus tahu semua itu.


Dengan langkah sedikit berat April berusaha mendekati meja tempat duduk orang itu, orang yg dari belakang terlihat rapi dengan stelan jas hitam, dia terlihat santai meneguk minuman di tangannya.


Tapi belum sempat April menemui lelaki itu, matanya langsung di kagetkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan di depannya.


" Kenzo...." seketika April berbalik hendak pergi menyembunyikan dirinya, namun ia urungkan.


Rasa penasaran membuatnya ingin melihat jelas apa siapa wanita yg sedang bersama Kenzo.


Dengan sedikit perasaan ragu ia memberanikan diri berbalik dan melihatnya.


Mereka terlihat sangat akrab, sesekali wanita itu menutupi mulutnya Karena tersipu. Lalu berdiri mendekati Kenzo.


Dengan jelas April bisa melihat siapa wanita itu. Sonya, ia dia Adalah Sonya cinta pertama dan tunangan Kenzo dulu.


Seperti ada beban berat yg menyesakkan did hatinya, ia tak sanggup lagi melihat keromantisan mereka.


Perasaannya saat ini Teresa begitu sakit dan hancur, dia dengan lemas berjalan meninggalkan lokasi itu, sampai sampai melupakan tujuan sebenarnya dia ke caffe Virgo.


Dengan cepat dia melabaikan tangan ke arah taxi yg kebetulan lewat.


Mengapa dia sesakit itu, hingga tidak menyadari air matanya sudah memenuhi pelupuk matanya dan sudah tak mampu di bendung lagi.


April memegang dadanya yg tersa begitu sesak.


Dia sendiri tidak mengerti hal apa yg salah dengan hatinya, mengingat kembali hubungannya dengan Kenzo, dan hak apa yg ia miliki untuk merasa sakit dan kecewa.


Perasaan sakit dan kecewa yg ia rasakan membuatnya sama sekali tak mendengar deringangan phonselnya yg berkali kali berbunyi, hingga membuat driver taxi yg merasa terganggu harus memanggilnya beberapa kali.


" Nona...nona " panggilnya lembut dan sopan.


" Ada apa pak?!" Tanyanya


" Itu phonselnya bunyi terus dari tadi."


Segera April melihat kelayar phonselnya, benar saja Ada 47 miscall dan chat dari orang mysterious itu.


April tanpak terlihat malas dan tidak peduli dengan semua itu. Buktinya saja setelah tau siapa yg menelponnya, dia langsung mematikan phonselnya.


Perasaannya saat ini sangat kacau, dia butuh tempat untuk bersandar, namun dia tidak punya siapa siapa, dia seperti orang asing di negeri yg asing.


Tanpa sadar dia berkandara tanpa tujuan.


" Maaf mba, tujuannya mau kemana ya? soalnya kita sudah melewati jalan yg sama sebanyak lima kali putaran lho." Ucap Driver taxi yg memilih memutari kota A karena tidak berani bertanya melihat penumpanngnya sedari naik sudah terlihat sedih dan menagis sesegukan.


April melihat ke sekeliling, Kemudian menyuruh driver taxi berhenti di sebuah taman.


Saat ini dia butuh waktu untuk menata hatinya dan mengingatkan kepada dirinya sendiri siapa dia dan statusnya apa.