Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Kebenaran yang terungkap



Warning!!!


Pembaca yang budiman?? episode ini akan ada adegan 18+


Jadi, adik adik yang belum cukup umur jangan ngintip ya?


Perlahan April menyelinap keluar dari kamar mandi. Matanya terus memperhatikan sekitar. Dia membungkus tubuhnya menggunakan handuk yg ukurannya tidak terlalu besar, handuknya hanya cukup menutupi bagian terpenting kewanitaanya. Dia merasa Hotel ini memang benar-benar aneh.


Dengan perasaan malu April mau tidak mau harus berjalan melewati Kenzo dengan penampilannya yang begitu seksi. Dia berjinjit pelan berharap tidak menarik perhatian Kenzo yang tengah asyik minum.


Kemudian segera dia membongkar koper bajunya yang di antarkan pelayan. Dia begitu terkejut dan syok karena semuanya berisi baju tidur transparan seksi dan menggoda.


GAMBAR HANYA SEKEDAR ILUSTRASI



Sesekali April melihat Kenzo, apa yang akan di pikirkan lelaki itu tentangnya kalau dia sampai mengenakan baju tidur tak pantas ini, bukankah ini berarti dia seperti berniat menggodanya?


April benar-benar kebingungan, wajahnya terlihat begitu kecut. Dengan berat hati dia mengambil baju itu, lalu di bawanya ke dalam kamar mandi.


Dia mengenakannya. Namun April bahkan tak brani melihat langsung penampilannya di cermin, ini benar-benar hal memalukan dalam hidupnya. Tubuhnya sendiri bahkan dengan jelas bisa di lihatnya.


~ Tuhan..... pakain apa ini?? apa benar ini disebut pakaian. Haruskah aku memakainya? tapi, kalau tidakku pakai, masa iya aku telanjang. Ah.... bodoh. Pakai aja. Daripada telanjang.


Kepalanya celingak celinguk, seperti kepala kura kura mengintip keluar kamar mandi.


Kemudian merasa aman berlari jinjit sambil tangannya berusaha menutupi bagian atas dan bawah tubuhnya.


Dia langsung melompat ke tempat tidur lalu menyelimuti dirinya.


Kenzo menoleh melihatnya.


" Tidak makan dulu?" Tanyanya, sembari menyesap minuman anggur dengan perlahan di gelasnya.


" Ti..tidak lapar."


April dengan terbata dan ekpresi kacau menjawab.


" Tapi aku lapar."


" Kalau begitu Makanlah. Aku ingin tidur cepat."


Kriukk.. Kriukk..


Bunyi perut April. Dia tersenyum canggung menatap Kenzo.


" Ya-kin mau langsung tidur?"


April mengangguk, wajahnya terlihat begitu canggung.


Krukkkkkkkk


Perutnya lagi lagi mendemo minta di isi.


" Kemarilah, aku tidak terbiasa makan sendiri."


Kenzo mengajaknya makan, namun April tetap tidak mau menerima ajakan Kenzo. Bukan karena dia tidak lapar, saat ini dia sangat lapar. Seharian di pesta pernikahannya tidak makan dengan benar. Namun baju tidur yang dikenakannya saat ini begitu seksi, membuatnya menyerah dengan rasa lapar yang meliliti Perutnya.


" Hah..." Kenzo mendesah, lalu berdiri menghampirinya.


" Ayo. Temani aku makan." Ajaknya lagi sambil menyibak selimut yang menutupi tubuh April.


Kenzo tertegun. Ekspresinya kacau, dia tak bisa berkata-kata melihat bentukan tubuh April yg begitu seksi dan menggoda. Dia tidak bisa tidak meneguk salipahnya.


" Sudahku bilang, Aku tidak lapar." Nadanya terdengar Ketus dan sedikit ekpresi canggung tergurat di wajahnya sambil menarik kembali selimut lalu menutupi tubuhnya yang begitu menggoda dan se..xi.


" Aku kebalkon dulu"


Kenzo buru-buru pergi karena merasa tubuhnya panas dingin melihat pemandangan tadi. Karena bagaimanapun dia adalah lelaki normal, dan tidak mungkin tidak ber..hasrat ketika berduaan di kamar dengan istrinya yang begitu se..xi dan meng..goda.


Tanggannya mengipas ngipas lehernya sambil membuka dua kancing piyama yang di kenakannya.


~ Ada apa dengan gadis itu? apa dia berniat menggodaku."


Dia benar-benar menginginkan April. Urat- urat di lehernya seakan pecah berusaha menahan gejolak has..ratnya yang semakin sulit ia kendalikan.


~ Ada apa ini? kenapa tubuhku bereaksi gila seperti ini? apa jangan jangan minum tadi?


Kenzo baru sadar akan minuman yang di minumnya pasti sudah di apa-apain sama ibunya. Lagi- lagi dia kecolongan.


Segera dia bergegas ke kamar mandi, dan menguyur tubuhnya dengan air yang sangat dingin. Namun pengaruh obatnya terlalu kuat dan tidak sanggub lagi di lawannya.


Kenzo keluar dengan pakainnya yang basah. Matanya memerah dan tubuhnya mengigil, urat urat di lehernya mengeras.


April panik ketika dia tiba-tiba menarik selimutnya.


Napas Kenzo terdengar begitu kuat. Dia tanpa berucap langsung menye..sap bi..bir April yang wajahnya begitu ketakutan.


April berusaha mendorongnya. Namun kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Kenzo.


Tangannya mulai mengera..yangi tubuh April.


April sebisa mungkin berusaha menghentikannya. Kenzo begitu buas dan ganas. Bajunya yang basah kini semuanya sudah dia tang..galkan, sehingga menampilkan bentukan tubuhnya yang bidang, berotot dan begitu atlentis.


Tangannya menjama dan mulai mere..mas payu..dara April perlahan bergerak turun keselang..kangannya. April tanpa sengajah men..desah, membuat hasrat Kenzo semakin berge..jolak. Kenzo semakin tak terkendali. Bi..birnya mulai turun ke le..her, merambat ke belahan buah da..da April, dan li..dahnya bermain-main di situ. Membuat April me..ngelinjang.


Namun dia berusaha tetap melawan ke nikma..tan yang di rasakannya.


" Hentikan..." April meronta memohon, wajahnya terlihat begitu ke takutan. Kejadian menyakitkan itu kembali terpiutar di memorinya, April menggigil tubuhnya seketita lemas tak bertenaga. Kegilaan naf..su Kenzo tak bisa dihentikan, kini tangannya mulai bermain di seleng.. kangangan April.


April berusaha mengunci rapat rapat kedua pa..hanya. Namun dengan mudanya tangan Kenzo masuk dan menyen..tuh serta memainkan bagian sen..sitifnya.


" Aaaah..." Lagi-lagi April medesah dan mengelinjang.


Pikirannya begitu ketakutan, tapi tubuhnya seakan tak bisa menolak semua sentu..han yang di berikan Kenzo.


Benda panas ber..gesekan dengan kulit tu..buh April, dan siap untuk mene..robos mi..lik pribadinya.


Tiba-tiba April teringat akan kondisinya saat ini yang tengah hamil anak lelaki yg tak di kenalnya.


" Jangan!! Aku sedang hamil." Ucapnya spontan. Sambil menghentikan Kenzo memasuki mi..liknya.


April tak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat ini yang terlintas di pikirkanya, dia harus jujur sebelum Kenzo mengetahui ke tidak perawanannya.


Sesaat Kenzo menghentikan aksi gilanya. Dia memandangi wajah April dengan tatapan yang tak bisa di mengerti, keringat mengalir di sela dahinya.


Mereka saling bertatapan. Wajah April berubah pucat dan takut. Apakah lelaki ini akan melemparnya ke luar setelah mengetahui semuanya.


Namun yang terjadi tidak seperti pemikirannya, Kenzo melanjutkan kembali aksinya yang tertunda.


Benda itu mene..robos tu..buh April.


" Aaaa... " April sedikit meringis, bagaimana pun ini masih tetasq sakit ilehnya, walau bukan yang pertama kalinya.


'' Apa yang Kau la..kukan." Ucap April di sela ringisan dan desa..han na..pasnya mengimbangi tu..buh Kenzo yang berpacu di atas tu..buhnya.


" A..ku se..dang ber..cinta denganmu." Desahnya terus memompa tu..buh April.


Tu..buh April tak bisa menolak ke nik..matan yang Kenzo berikan. Tu..buhnya dengan sendirinya mengikuti perge..rakan irama tu..buh Kenzo.


Ah..ah..ah..


Ah..ah..ah..


Napas mereka saling memburu dalam ke nik..matan.


Ritme nya semakin lama semakin di naikan. Hingga me..reka sama-sama mencapai puncak pele..pasan kenik..matan.


Dan erang..an panjangpun terdengar dari desa..han napas Kenzo menyudahi per..cintaan nya.


Akhirnya dia terkulai lemas men..dekap tu..buh April. Suara nafasnya masih begitu keras terdengar.


^_^