Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Tatapan mata penuh cinta



" Bagaimana, enak? " Kenzo bertanya sambil memperhatikan April yg sedang makan dengan lahap tanpa perduli sekitar, padahal sebenarnya April merasa sangat malu, itu sebabnya dia berpura2 seperti tak peduli.


Aprilpun mengangguk sedikit malu,merespon pertanyaan Kenzo. Lalu cepat cepat menghabiskan sisa makanan di piringnya.


" Aku sudah selesai." Ucapnya langsung berdiri, wajahnya sedikit tertunduk tanpa menantap Kenzo.


Hal itu membuat Kenzo merasa sedikit aneh dengan tingkahnya. Apa dia masih Marah kepadanya pikirnya.


" Saladnya gak dimakan sekalian?" Tawarnya memanggil April yg terburu2 pergi.


" Nanti saja." Jawabnya tanpa menoleh dan terus berjalan. Langkahnya sedikit dipercepat ingin segera menghindari Kenzo.


Ada yang aneh pada dirinya belakangan ini, jantungya selalu berdebar tak karuan bila di dekat Kenzo.


Sesampainya dikamar dia berusaha mengendalikan diri. Namun perasaannya semakin tak karuan, perlakuan Kenzo yg penuh perhatian tadi, terus berputar seperti film di ingatannya.


Rasa kesal yg sempat dirasakannya seperti lenyap tak bersisa hanya dengan kehadirannya. Dia semakin tak memahami apa yg terjadi kepada dirinya.


Namun tak berapa lama perasaan berdebar yg ia rasakan membuat perutnya tiba2 sedikit terasa sakit, Dia mulai memegang bagian bawah perutnya, lama kelamaan sakitnya semakin bertambah, hingga membuatnya mengerang kesakitan tak tahan lagi.


°°


Kenzo yg hendak menghampiri April dikejutkan dengan suara rintihannya.


" Aoww " April semakin meringis .


Semakin lama rasanya semakin sakit, keringat bercucuran di keningnya.


" Aowww " Suaranya kini terdengar lebih keras dan terus menerus meringis menahan sakit yang tak kunjung hilang.


Dengan cepat Kenzo berlari mempercepat langkahnya memeriksa April.


" Kamu kenapa?" tanyanya panik, melihatnya April yg meringis menahan sakit, wajahnya kian pucat pasi.


April tak menjawab, dia berusaha menahan sakit memegang perutnya.


Kenzo tak bertanya lagi, melihat kesakitan di wajah April, dengan segera dia menggedongnya.


" Tuan.. Nyonya kenapa?" Tanya bi Sumi tak kalah panik melihatnya.


" Bi, buka pintu. Kami mau kerumah sakit." Ujarnya kepada bi Sumi yg mengikuti.


Dengan lembut Kenzo meduduki April disamping kemudi. Sementara April masih bergelut dengan rasa sakit yg tak kunjung reda. Keringat diwajahnya bercucuran membuat Kenzo bertambah panik.


Segera ditancapnya gas kendraan, pandangannya secara bergantian ke April dan ke Jalan Raya.


Sesampainya diparkiran Rumah sakit dia bergegas menggendong April, lalu kendali mobil diserahkannya ke security.


°°°


Meski April sudah ditangani Dokter, Wajah Kenzo tak berubah lega sedikitpun.


Dia menatap Dokter yg telah selesai menangani April dengan tatapan cemas, suaranya seakan tercekat ditenggorokan, wajahnya yg biasa gusar dan mendominasi semua menghilang, yg terlihat hanya kegelisaan dan kekhawatiran yg mendalam yg dipenuhi rasa sakit dari setiap tatapan. Dia benar-benar berubah, pernikahan berhasil mengubahnya.


" Sekarang nyonya muda sudah tidak apa2. " Ucap Dokter menatap Kenzo yg bisa dilihat menunggu penjelasan nya. " Nyonya muda hanya mengalami keram karena terlalu banyak berpikir yg berlebihan dan gugup. Setelah infus habis sudah bisa pulang kok. Tapi kalau boleh sy sarankan untuk rawat inap satu malam. " Jelas Dokter.


Kenzo hanya mengangguk, pandangannya langsung pokus melihat April yg terlihat sudah tenang dan terlelap karena pengaruh obat.


Meski begitu wajah Kenzo masi diselimuti kekhawatiran. Dia seolah enggan beranjak dari samping April. Perlahan dan lembut dia menggengam tangan April.


Tak terasa waktu sudah malam, cairan di tong infus April hampir habis. Perawat datang menghampiri, Dengan cepat April mengisyaratkan agar tak bersuara takut membangunkan Kenzo yg terlelap dengan tenang sambil menggengam tangan nya. April yg dari tadi sudah terjaga memperhatikan nya sambil tersenyum indah.


Perawat sedikit tersenyum memperhatikan kelakuan April yg tersenyum senyum memandangi wajah teduh Kenzo dengan tatapan mata yg penuh cinta


Dengan tenang perawat mencabut jarum infus ditangan April tanpa disadarinya.


Gerakan kecil Kenzo membuat April spontan berpura pura tidur.


Perawat yg menyaksikan tingkahnya dari tadi hanya bisa melihatnya dengan tersenyum malu.


Kenzo terjaga, dia mendapati perawat telah selasai dengan tugasnya, dia hanya melihat sekilas, Kemudian bangun melihat dengan seksama wajah April yg masih tertidur.


Perawatpun berlalu meninggalkan ruangan itu dengan segudang senyum konyol diwajahnya.


^-^