Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Hari yang begitu menyiksa



" Jangan lupa, kamu itu milikku. Dasar...!!! Siapa juga yang milik kamu." Gumam April kesal mengulang kembali ucapan Kenzo degan gaya yang mencibir.


" Dasar..!!! manusia berdarah dingin. Apa-apaan dia, wajahnya bisa tiba-tiba berubah seperti es. Aneh..! sepertinya dia itu punya kelainan ganda deh."


April terlihat serius memikirkannya.


" Bodoh amat deh, mau dia punya sepuluh kelainan juga, ngapain gue urus. Yang terpenting saat ini, gue musti kabur dulu. Tapi bagaimana caranya?


April mulai berkeliling mencari pakaiannya di sekitar ruangan kamar itu, kedua telapak kakinya yang sakit membuat pergerakannya tidak leluasa, dia sesekali meringis menahan sakit.


" Kalau begini caranya? bagaimana aku bisa kabur?" Gumamnya menggerutu putus asa lalu kembali melihat penampilannya.


" Bagaimana ini, masa iya aku harus pulang dengan baju ini." April kembali menggerutu memikirkan penampilannya, karena tidak mungkin dia kabur mengenakan pakaian yang menurutnya terlihat aneh dan se...xi.


" Cari apa..?!" Tanya Kenzo tiba-tiba masuk, membuat April kembali berlari menyelimuti dirinya.


" Aow.. " Dia berusaha menahan kesakitan di kakinya.


Kenzo saat ini terlihat sudah lengkap dengan stelan jasnya. Perpaduan antara jas warna hitam polos dengan kemeja abu-abu. Sepatu mengkilap warna hitam, rambut tersisir rapi bertenger sedikit jambul menyamping, membuatnya terlihat begitu tampan dan berwibawa. Ditambah lagi wangi parfumnya seperti wangi kayu cendana kuat dan maskulin. Sungguh penampilan yang begitu sempurna dan memikat.


" Sudah selesai, melihat dan mengagumiku?!"


Perkataan Kenzo membuat April tersadar dengan kekonyolan yang sepat membuatntnya untuk sesaat tepanah.


" Bajuku mana?" Tanya April dengan nada suara sedikit kesal. Meski tadi dia sempat terperangah akan ketampanan Kenzo,, namun ucapannya tadi membuat April terlihat seperti orang bodoh. Itu yg membuatnya menyesal dan marah.


" Sudahku buang. " Jawabnya santai tanpa ekpresi bersalah.


" Apa!!! Kenapa di buang!?"


" Ya... kan kotor? lagian baju kotor kenapa masih kamu cari coba."


April benar-benar kehabisan kata-kata berdebat dengan lelaki menyebalkan ini. Dia berpikir lebih baik diam dari pada semakin membuat perasaannya kesal.


April berusaha bersabar meskipun dia agak kesal, lebih baik berbaring untuk saat ini sambil menunggu Kenzo pergi, baru memikirkan cara untuk pergi dari neraka dunia ini menurutnya. Dia lalu berusaha merilekskan pikiran dan tubuhnya.


Namun tak disangka tiba-tiba saja Kenzo menggendongnya.


April tentu saja kaget.


" Eh.. eh... mau ngapain?" Ujarnya berontak turun dari gendongnya Kenzo.


" Diam!! Kamu bisa jatuh."


" Kamu mau ngapain?" Tanya April yang tiba-tiba merasa gugup dan malu karena wajahnya dan wajah Kenzo menjadi begitu dekat, bahkan dia bisa merasan suara napas Kenzo.


Untuk sesaat waktu seakan berhenti berputar. Hanya terdengar suara debaran jantung dari keduanya yg saling bersahutan merdu.


" Dug.. dug... dug... dug..


" Dug.. dug... dug... dug..


Tak terasa mereka berdua sampai di kamar mandi. Perlahan Kenzo mendudukkan April di dalam bathtub. April tersipu malu, suaranya seakan tercekat di te tenggorokannya membuatnya membisu.


Tanpa berbicara Kenzo mulai mencuci rambut April dengan telaten. Aprilpun terlihat dian dan menikmatinya. Sebenarnya bukan menikmati, tapi lebih ke perasaan tegang dan malu. Kamar mandi ini benar benar begitu kental dengan aroma cowok. Wangi minyak esensial cowonya begitu kuat, namun menenangkan.


April tanpa sadar terlelap menikmatinya.


" Hhhh... gadis ini, bisa ya.. tidurnya di mana saja." Kenzo tersenyum. Tangannya yang membilas bersih rambut April, tiba-tiba berhenti lalu perlahan menyentuh lembut wajah April.


Wajah gadis ini, membuat jantung Kenzo berdebar kecang tiap kali menatapnya. Dia memegang tempat debaran itu, bingung dan aneh, itulah yang di rasakannya saat ini. Dia belum pernah merasakan getaran ini sebelumnya. Apa arti dari semua ini? bagi Kenzo yang belum pernah menjamah dunia cinta, tentu saja membuatnya bingung dengan getaran yang beberapa kali ia rasakan kala menyangkut gadis ini.


Matanya jatuh di bibir mungil April yang merekah dan seksi. Sungguh menggoda dan menggiurkan. Ingin rasanya Kenzo mengecup manis bibir itu.


Kenzo berdiri berusaha mengendalikan pikirannya. Tapi memang bibir April begitu menggoda sih, di tambah tubuhnya yang molek terlihat tembus pandang karena bajunya yg basah terkena air, dia sama sekali tidak menggunakan dalaman, dan tanpa sengaja terlihat oleh Kenzo.


Kenzo meradang dan kepanasan, bagian bawahnya ikut menegang. Dia berusaha mengontrol tubuhnya sembari menghela napas panjang beberapa kali. Namun sayang sepertinya hal itu gagal. Dia tidak bisa menenangkan bagian bawahnya yang semakin memberontak.


" Astaga... ada apa denganku??!!! mengapa wanita ini begitu menyiksa."


Kenzo tak tahan lagi dengan penderitanya, sebelum dia benar-benar melu...mat habis gadis yang tengah tertidur anteng itu, dia menguyur tubuhnya dengan menggunakan air yang begitu dingin.


Setelah itu, sebelum tubuhnya kembali beraksi aneh, Kenzo segera membungkus tubuh April menggunakan handuk.


**


Makanan sudah tersaji di meja. Baju Wanita dengan berbagai model dan warna tergantung rapi dikamar itu, Aksesoris, tas, sepatu, make up semuanya sudah lengkap di kamar itu.


April sampai saat ini masih begitu tertidur lelap di ranjang kebesaran milik Kenzo.


Aroma makanan membuat hidungnya bereaksi, mungkin karena perutnya yang sudah lapar dan minta di isi. Dia seakan kehilangan ingatan, bangun tanpa beban sambil menguap bebas.


Kenzo memperhatikan semua tingkahnya begitu lama sambil menunggnya bangun yang bisa tertidur seperti kebo.


" Aaahhh..." April menguap bebas sambil melemaskan otot-otot tubuhnya. Dia tersedak, kaget dan malu melihat Kenzo melipat tangan sembari duduk memperhatikannya sedari tadi dengan santai tanpa berkedip.


April tak bisa berkata-kata, jujur perasaannya saat ini benar-benar sangat malu, ingin rasanya dia berlari masuk ke dalam lubang menyembunyikan dirinya.


" Kriukk kk.... " Suara perutnya semakin membuatnya bertambah malu, wajahnya seperti kepiting rebus.


Kenzo mengerti dengan semuanya, di berdiri dan segera menggendong kembali tubuh April.


" Ngapain lagi?!" Tanya April bingung, tidak tahu hal apa lagi yg akan di perbuat lelaki ini.


Dia kembali terkejut melihat pakaiannya sudah berganti dengan baju mandi. Author benar-benar tak bisa melukiskan keterkejutan di wajah April.


Dia berusaha menahan rasa mulunya. Wajahnya benar-benar terlihat memperihatinkan seperti ingin menangis dan juga perasaan lainnya yg bercampur aduk. Kesal iya, malu iya, pokoknya semua perasaan itu tercampur menjadi satu.


" Kapan kamu menggantinya lagi bajuku."


April memberanikan diri bertanya dengan berusaha menekan semua rasa yang dirasakannya. Tatapannya tak berpaling dari wajah Kenzo yg terlihat biasa saja dan datar. Padahal sebenarnya Kenzo berkeringat dingin mengingat kembali bagaimana dia menganti baju basah April yang tembus pandang.


Flashback kejadian.


Kenzo kembali di buatnya kocar kacir. Dia harus berpikir bagaimana mengganti pakaian wanita menggoda ini.


Dia sudah berusaha membangunkan April. Namun gadis ini tidurnya seperti kebo. Dengan terpaksa Kenzo sendiri yang mau tidak mau harus menggantinya.


Kenzo menahan napas berusaha sambil menutup kedua matanya lalu melepas satu persatu kanjing baju yang menepel saat ini di tubuh April. Sesekali kulit tangannya akan bersentuhan dengan kulit tubuh April membuatnya benar-benar kembali menderita.


Flashback off


Memikirkannya membuat Kenzo menegang.


" Ada apa?" Tanya April lagi, melihat reaksi aneh Kenzo. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajajah Kenzo berniat menggodanya.


Kenzo berhenti berjalan lalu balas menatap wajah April yg masih di gendongannya.


" Hati-hati, jangan sampai aku lepas kendali, kamu tidak akan bisa menanggunggnya?"


Happy reading...


Hat army and reader... kalau kalian memang suka dengan novelku ini, jangan Lupa like and komen ya? biar author tambah semngat up nya..


Tambahan up ini hadiah buat kalian yg selalu setia tongkorongin novelku. 😘😘