Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Melahirkan keturunan untuk keluarga Beliondra



April masih membeku menatap Kenzo yang terus berjalan mendekat kearahnya,,,. Bola matanya melebar tak berkedip,, dia syok,,, itulah yang dirasakan April saat ini,, antara percaya dan tidak percaya,, antara yakin dan tidak yakin dengan penglihatannya. Bagaimana mungkin,, apa yang dia lihat ini benar-benar Ken atau tidak?? Dunianya seketika berhenti berputar. April benar-benar tak bisa berucap sepatah katapun, suaranya tercekat seakan menghilang,, hanya keterpakuan yg terlihat dari gurat wajahnya.


" Apa mungkin dia calon suamimu." Yuri kelihatan bersemangat bertanya, sambil membukuk berbisik di telinga April karena tak bisa percaya dengan kesempurnaan lelaki yang seperti patung porselin terlihat didepan matanya.


April sedikitpun tidak merespon ucapan Yuri,, Tatapanya masih tak bisa berpaling dari Kenzo yang juga terus menatapnya, tapi dengan tatapan biasa saja,, seolah mereka dua orang asing yang baru pertama bertemu.


Kini Kenzo berdiri tepat di depan April yang masih duduk terpaku menatapnya.


Nyonya Melisa bergantian melihat keduanya yang seolah berada didunia tanpa penghuni,, tak terusik dengan keadaan di sekitar mereka.


" Ehemmm.... "


Nyonya Melisa berdeham setelah sekian menit melihat calon menantunya begitu terpanah tanpa berkedip menatap putranya,, bibirnya tersenyum puas,, ternyata anaknya yang dingin namun terlihat ganteng bisa membuat menantunya terpesona.


Aprilpun tersadar dan dengan cepat memalingkan pandangan dari Kenzo.


" Apa acara lamarannya sudah bisa kita mulai?"


Nyonya Melisa bertanya antusias sambil memperhatikan ekpresi keduanya dengan tersenyum manis.


Pak Sanjaya segera mengangguk merespon saran nyonya Melissa sambil tersenyum canggung, mendengar tak ada jawaban dari kedua anak itu.


Acara pun dimulai,, nyonya Melisa mengisyaratkan Indri untuk memberikan cicin pertunangan yang sudah dipersiapkan.


Keduanya lalu di suruh berdiri berdampingan untuk acara pemasangan cincin. Kenzo benar benar-benar tak tahu kalau ibunya ternyata sudah mempersiapkan semuanya lebih matang dari dugaannya.


Beberapa kali nyonya melisa menyuruh April berdiri namun sepertinya otak April terasa kosong,, dia hanya diam seperti patung.


Kenzo pun segera mengulurkan tangannya, setelah melihat tak ada respon dari April.


Matanya menatap bingung mengetahui Kenzo mengulurkan tangan kearahnya,,, lalu pandangannya mulai mengarah ke tatapan para tamu yang terlihat memperhatikannya.Tanpa bicara lagi dia menyambut tangan Kenzo dan berdiri berhadapan.


Suasana begitu menegangkan oleh aura keduanya,


sampai cicin mereka sematkan di jari satu sama lainnya,, barulah terdengar suaranya riuh tepuk tangan menghilangkan aura tegang diacara itu.


Acara lamaran sekaligus pertunangan mereka berjalan lancar tanpa ada dari keduanya yang berucap sepatah kata untuk sekedar saling menyapa.


Para tamu dan juga orang tua dari Kenzo sudah bersiap meninggalkan Kediaman Pak Sanjaya. Dan tak lupa pak Sanjaya turut mengantarnya keluar. Sekarang tinggal April, Kenzo dan asisten Thomas di dalam rumah.


Mereka duduk dengan posisi saling berhadapan,, tak sepatah kata yang terucap dari bibir April.


Kenzo melonggarkan vita yg menyesakkan dilerhernya dan mulai duduk dengan santai sambil memandangi April.


" Kamu pasti terkejut mengetahui calon suamimu adalah aku."


April hanya diam mendengarkan,, karena dia memang benar-benar bingung sekaligus syok. Ternyata selama ini lelaki yang akan menjadi suaminya adalah lelaki yang selalu menolongnya,, apakah ini hanya tahtik dia saja. Pemikiran itu terus memenuhi kepala April.


" Tapi kamu tidak perlu khawatir. Pernikahan ini hanyalah pernikahan Kontrak. Kamu akan aku bebaskan setelah melahirkan keturunan untuk keluarga Beliondra.


Lama April terdiam tak bisa mencerna apa yang dikatakan Kenzo,, dia tak percaya dengan Apa yang di dengarnya. Melahirkan keturunan?? Apakah itu semua hal yang dapat diucapkan dengan begitu mudahnya oleh orang kaya?? ucapan melahirkan keturunan seperti meminta membelikan anak kecil permen,, Sungguh April tak bisa mengerti dengan semuanya. Jadi selama ini lelaki ini mengincar dan membantu keluarganya hanya untuk medapatkan keturunan semata?? hah.. picik sekali pemikirannya. Apa karena dia kaya dia bisa bersikap semaunya. Namun April bisa apa?? dia bahkan tak bisa menolak atau membatahnya,, mungkin ini memang keputusan yang terbaik,, bagus dia tidak akan terikat selamanya dengan lelaki ini,, saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan perusahaan dan juga ibunya. Namun rasa sakit dan pedih mengerongoti hatinya.


" Bagaimana..!? Apa kamu keberatan?? " Tanya Kenzo yang melihat April hanya diam mendengarnya.


" Kalau kamu setuju kita bisa menandatangani kontrak pernikahan sekarang. " Ujarnya lagi.


April tersenyum sinis.


" Tidak...! tentu saja saya setuju." Dia berusaha berbicara lantang, menyembunyikan kekecewaan dan sakit dihatinya.


" Bagus...!! Thomas.. berikan dokumen kontranya. "


Asisten Thomas mengeluarkan dokumen kontrak dari dalam tasnya, dan meletakkan masing masing didepan keduanya untuk ditanda tangani.


" Silahkan dibaca dulu? kamu tidak harus menandatangani nya sekarang "


Kenzo memberi saran, sambil memperhatikan lekat lekat ekpresi April.


April menuruti saran Kenzo, tangannya sedikit gemetar membolak balik kontrak di depannya,, dan dengan teliti membaca poin penting dari perjanjian mereka. Dia menatap kearah Kenzo dengan tatapan tidak senang.


" Jadi apa ini saja, isi perjanjiannya?"


" Ya...?!


" Baiklah saya setuju.!?" April menjawab dengan yakin kemudian tanpa terlihat ragu menandatanganinya. Padahal sebenarnya dia tidak ingin melakukannya. Akan tetapi ada poin yang menguntungkan membuatnya harus setuju,, Kenzo berjanji akan mencarikan dokter terbaik untuk kesembuhan ibunya,, hal itu yang membuat April setuju dengan pernikahan kontrak ini, walau sebenarnya dia merasa sangat terluka dan terhina,, hatinya seperti tercabik cabik karena harga dirinya telah dibeli. April tersenyum miris memikirkan kembali kekhawatiranrannya menikah dengan lelaki yang tidak dia kenal, pemikiran yang berlebihan.


" Apa boleh saya bertanya??"


" Tentu..? " jawab Kenzo


" Bagaimana kalau saya tidak bisa hamil. "


" Kamu tidak perlu khawatirkan itu,, kamu akan hamil. Dan kamu harus selalu ingat pasal 10 dan 12 didalam kontrak,, kamu dilarang meminum obat anti hamil atau sebagainya yang bisa membahayakan kehamilan,, Serta kamu tidak di izinkan mendekati lelaki manapun.!! saya harap kamu harus selalu ingat poin itu sampai kamu melahirkan keturunan untuk keluarga Beliondra. Kalau tidak,, aku pasti akan menyuruhmu membayar seribu kali lipat." Ucapan Kenzo terdengar tegas dan mengancam,, membuat April sedikit bergidik takut,, takut kalau dia samapai benar-benar melakukan kesalahan tersebut.


April tersenyum kaku berusaha menyembunyikan kekhawatirannya.


" Baiklah.. karena semuanya sudah jelas,, saya mau permisi. Pernikahan kita akan digelar tiga hari lagi. Persiapkan dirimu. "


"Apa..!!?" April terbelalak kaget.


" Kenapa kamu begitu terkejut?? ini hanyalah pernikahan diatas kertas."


Mendengar nya April sedikit kesal. Ya.. pernikahan diatas kertas.. April berusaha menyadarkan dirinya,, bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan,, ini hanyalah pernikahan kontrak. Begitulah yang berusaha ditanamkan dikepalanya.


Setelah Kenzo benar-benar pergi,, April berjalan lemas ke kamarnya sembari menggenggam erat surat kontrak yang mereka sepakati tadi,, sebenarnya apa yang sudah dia lakukan tadi benar-benar membuatnya prustasi,, akal sehatnya untuk sesaat menghilang,, hanya kemarahan dan rasa terhina yang dirasakannya membuatnya menyetujui kegilaan tadi. April tak bisa mendegar panggilan Yuri dan Ayahnya yang memanggilnya sedari tadi. Yuri merasa ada yang aneh dengan sikap April.


" Biar saya menyusulnya,, Om tidak perlu khawatir, April pasti hanya kelelahan." Ujar Yuri berusaha menenangkan pak Sanjaya yang terlihat khawatir memandangi punggung April.


Selesai menenangkan pak Sanjaya,, Yuri bergegas menyusul April.


" Apa kamu baik- baik saja?"


April mendongak menatap Yuri dengan tatapan sedih. Tubuhnya begitu lemas,, bingung harus berbuat apa mengingat kembali Kesepakatan gila yang sudah dia lakukan.


" Aku tidak apa- apa,, aku hanya kelelahan." jawabnya berbohong,, April tidak yakin harus menceritakan perjanjian kontrak pernikahannya bersama Kenzo.


" Baiklah kalau begitu, kamu istirahat saja dulu,,aku akan membantu Om memindahkan hadiah lamaranmu."


" Terimakasih."


Yuri tersenyum mengangguk memandanginya.


Happy Reading...