
Pagi yg cerah, sang Surya menyelinap masuk lewat cela garden. Suara kicauan burung terdengar begitu nyaring, perlahan bulu mata April berkedip kedip beberapa kali, dia tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Rumah di kota sepadat dan besar ini masih terdengar suara burung, dia merasa seperti bermipi, tenang dan damai.
Suara guyuran air dari kamar mandi menyadarkan nya. Matanya langsung terbelalak setelah semua ingatannya terkumpul.
Buru buru April bangun, tapi dia kembali bingung harus melakukan apa, ingin mandi... Kenzo di kamar mandi, mau turun,, ke bawah tapi, dia tidak punya baju ganti, masa ia dia harus turun pakai baju tidur, apa lagi baju tidur nya seperti kekurangan bahan gitu.
Suara guyuran air di kamar mandi tak lagi terdengar, April kembali panik, mengingat ke jadian semalam yg menyiksanya.
flashback ke jadian semalam.
" Perutnya kenapa, apa sakit lagi?" ujar Kenzo serius dan juga panik.
" Di mana nya yg sakit. " ujarnya lagi
Serius, April tertegun tidak tau harus menjawab apa melihat ke khawatiran di wajah Kenzo.
" Apa aku telpon Dokter saja."
" Jangan."
Secepat mungkin April menarik tangan Kenzo yg sudah mau menekan tombol panggil hingga HP di tangan nya terjatuh.
Kenzo menatap nya tanda tanya.
" Aku gak pa2 kok." Ucap nya merasa bersalah.
" Kamu yakin?" Kenzo bertanya serius
April menganguk meyakinkannya.
" Baiklah, kalau begitu kamu istrahat da." Kecupan tiba2 mendarat di kening April, membuatnya tertegun tidak tau mau ber ekpresi bagaimana.
Sementara Kenzo seperti tak terjadi apa2, dia membantu mengatur bantal tidur April, menuntun nya ber baring perlahan, lalu mematikan lampu tidur.
Semalam April hampir tak bisa tidur, mengingat kecupan tiba2 Kenzo, di tambah lagi, tangan Kenzo yg dengan sengaja menyandar manja di perut April sambil mengelusnya lembut.
Flashback off
" Aisss,, Aku musti gimana ni." April kebingungan tak tau harus ber buat apa, masa iya dia harus kembali berpura2 tidur, mau sampai kapan?
Di tengah ke bingungan April, Kenzo sudah berdiri di belakangnya.
April berbalik dan tersentak kaget
" Arkk.. " Teriakannya cukup kencang, membuat Kenzo ikut kaget.
" Ada apa, , Ada apa." Kenzo meloncat reflek mendekap April.
" Apa Ada Kecoa?" Ucap nya lagi, matanya gelisa melihat kesekeliling.
Lagi2 April di buat nya spots jantung, wangi shampoo dan sabun di tubuh dan rambutnya Kenzo membuat jantung nya berdegub kencang.
Wajahnya memerah seperti tomat, mereka terlalu dekat hingga April susah bernapas.
Kali ini dia benar2 merasa keram di perutnya.
" Aow... " April meringis memegangi bagian bawah perutnya.
" Kamu kenapa?"
Kenzo memandangi wajah April yg berkeringat dingin. Dengan cepat langsung menggedong nya ke ranjang.
" Dok.. Kerumah." Ujarnya menelpon Dr. Andre.
" Apa sakit sekali. " Kenzo mengelus lembut perut April.
Dan ajaibnya, perutnya tidak sakit lagi, rasa sakit yg tadinya menyerang begitu hebat seketika berganti lapar
Kruk.. Kruk...
April memegang perutnya dengan ekpresi masam bercampur malu.
Ketegangan berubah menjadi lawak, Kenzo tersenyum samar.
" Bagaimana, apa sakit nya udah mendingan?"
April menganguk sedikit malu- malu.
" Kalau gitu, kamu tunggu sebentar." Ucap nya, buru- buru menukar baju, lalu bergegas keluar.
Beberapa saat kemudian, Kenzo masuk membawa susu dan juga makanan.
" Ni sarapan dulu." Ujarnya sambil membantu April meminun susu, kemudian menyendoki makanan ke mulut April.
Belum sempat makanan di telan, perut April bergejolak mual.
Dia menutup mulut nya berusaha menahan mual yg menyiksa. Tapi seperti nya April tak sanggup lagi menahan nya. Dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yg tadi di makannya.
Kenzo tidak duduk diam saja melihat April berlari ke kamar mandi. Dia juga mengikuti nya dan membantu mengelus punggung April.
Apa Ada yg salah dengan makanan nya, pikirannya menyalahkan diri sendiri. Dia mulai panik dan juga kesal, karena Dokter belum juga sampai.
" Dokter Andre ke mana si? a was saja kamu. Tamat riwayatmu." gumamnya geram.
April terlihat semakin lemas, dia berusaha berjalan kembali ke kamar setelah cukup lama memuntahkan isi perutnya. Langkahnya mulai terlihat sempoyongan, gercep Kenzo menggedong nya membawanya kembali keranjang. Perlahan dia meletakkan tubuh April, tanpa sengaja hidung mereka bersentuhan, dan mata mereka saling bertatapan, seakan akan mereka menghipnotis Satu sama lainnya dalamnya ku run waktu yg bisa di bilang cukup lama dan mampu membuat hati bergetar.
Bahkan detak jantung keduannya seakan bisa terdengar.
April tak berkata apa2, karena dia juga bingung harus merespon bagaimana. Wajahnya terlihat sangat canggung.
" Mau makan lagi?" Ujar Kenzo mencairkan suasana.
April menggeleng menolak sambil menutup hidung dan mulut nya.
" Ayo dong.. makan dikit aja ya?" bujuk Kenzo.
" Ngak, ngak mau." Ujarnya manja sambil menggelengkan kepala.
" Tapi kamu gak bisa gak makan, atau mau aku masakin makanan yg lain aja."
" Yakin.. " April sedikit ragu.
" Yupp.. " Jawaban Kenzo yakin.
" Emang gak telat kerja."
Kenzo melihat waktu di ponselnya.
" Gak, aku punya waktu seharian. So,, My queen mau di masakin apa?"
April terlihat ragu ragu.
" Ayo, mau pesan di masakin makanan apa?"
" Mmmm.. kalau makan di luar, boleh gak." Wajahnya memelas.
"Makan diluar?" Kenzo terlihat berpikir, seketika wajah April berubah sedih mural dan pasrah.
Seperti tak tega melihat wajah istrinya. Kenzo pun akhir nya setuju.
" Okay.. "
Wajah April seketika berubah bahagia.
" Memang mau makan apa di luar."
Kenzo sedikit penasaran melihat ekpresi April yg bersemangat.
" Mau makan nasi goreng." Sahutnya bersemangat.
" Baiklah, tapi kamu yakin udah gak kenapa2.
April menganguk begitu yakin.
" Ya udah, kalau gitu kamu ganti baju dulu."
" Gak da baju ganti." Ucap nya terlihat mengemaskan, membuat Kenzo grogi.
" Hmhm.. " Kenzo berdehem sambil berdiri merogoh ponsel di saku celananya.
Entah apa yg dia bicarakan, suara nya tidak jelas terdengar.
" Tunggu sebentar. " ujarnya kembali duduk. April menuruti tanpa berkata2, permintaanya tidak di tolak saja sudah menjadi suatu mujizat baginya.
Tidak kurang dari 20 menit seseorang mengetuk pintu.
" Masuk." Ucap Kenzo
Beberapa wanitanya yg terlihat begitu rapih Dan berseragam hitam putih dengan rok di atas lutut yg terlihat cukup seksi masuk membawa bermacam model baju tas Dan juga sepatu. Suasana tidak jauh beda dari toko.
April ternganga, tidak bisa berkata2, dia bilang tidak Ada baju, tapi bajunya datang setoko.
°
" Wah.. Ada apa ni, kenapa toko masuk ke rumah kita." Tanya Indri yg terlihat tidak terlalu senang. Pasalnya dia tahu kalau kakak dan iparnya yg menurut dia katro bakal tinggal bersama mereka. Dan tentu dia tahu kalau baju dan semua barang itu pasti di beli untuk iparnya.
" Memang kenapa?" Ny. Melissa menjawab santai pertanyaan anaknya, sambil mengoles selai di selembar roti miliknya.
" Indri brangkat dulu." Ucap nya kesal.
" Roti nya gak di habisin?"
" Udah kenyang." Ketusnya ber lalu.
" Brayan juga pamit ke kampus ma." Sambil berjalan menghampiri ibu nya, lalu dengan manja mencium ke dua pipi Ny. Melissa.
" Lah,, gak sarapan dulu sayang?"
" Udah telat." Jawab Brayan sambil melihat arloji di tangannya.
Ny. Melissa Mendesah
" Hhhh... lagi2 sarapan sendirian. Pak, ayo duduk temani saya sarapan." Ucap nya menatap pak Muldi dengan tatapan mengiba.
" Saya juga kenyang nyonya, permisi kebelakang dulu."
Pak Muldi buru buru pergi karena tidak Mau lagi menjadi pelampiasan curhat yg berkepanjangan.
^_^
Jangan lupa tinggalkan jejak.. 😘😘