
Pagi hari. Ini adalah hari dimana kesepakatan pernikahan Kenzo dan April.
April bangun. Dia sedikit kaget melihat 10 wanita berseragam sama dan rapi berdiri menatapnya.
Mereka berjajar rapi bak pelayan istana yang hendak melayani seorang ratu.
" Selamat pagi Nyonya Muda." Sapa salah satunya tersenyum ramah sambil sedikit membungkuk, sepertinya pangkatnya sesikit lebih tinggi dari yang lainnya.
April ternganga, dahinya mengernyit karena bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" Apa Aku sedang bermimpi menjadi Ratu?" Gumamnya sambil mencubit pipinya.
" Aow." Dia meringis kesakitan. Ternyata ini semua bukanlah mimpi.
Wajahnya tersenyum canggung menatap para wanita yang berdiri memperhatikannya.
Sepertinya sepuluh wanita itu pelayan keluarga Beliondra. Karena mereka memanggil April dengan sebutan nyonya muda.
Empat dari 10 pelayan itu berjalan anggun mendekat ke arah April.
" Nyonya Muda, mari kami bantu mandi." Ucap salah satunya."
" Ha...!! April sedikit kaget dan bingunh mendengarnya.
~ Mandi,, Apa-apaan ini, apa mereka sungguh akan membantuku mandi? mereka semua sudah gila apa. Dipikir aku ini anak kecil.
" Nyonya Muda?" Panggil wanita tadi, melihat April yang masih bengong.
" Tidak perlu. Saya bisa mandi sendiri." Apri berlari ke kamar mandi dengan segera menutup pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi dia di kejutkan dengan Bathtub yang di penuhi bunga. Wangi esensial yang begitu lembut. Perlengkapan mandi semuanya terta rapi. Dari sabun, pencuci rambut, sikat gigi, bahkan handuk. Ya.. bukan berarti sebelumnya tidak rapi, hanya saja kali ini berbeda dari sebelumnya.
Tok.. tok.. tok..
" Nyonya Muda, apa kami tidak perlu membantu?" Tanya seorang pelayan dari balik pintu.
" Tidak perlu. Saya bisa sendiri." Ucapnya sedikit berteriak sambil membuka kran air.
Tidak butuh waktu lama, April sudah selesai mandi. Beberapa pelayan langsung menghampiri, membawa April duduk di depan meja rias. Mereka seperti sudah sangat paham dengan tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengeringkan rambut April, ada yang bertugas mendandani April. Dan yang lainnya tidak diam, mereka semua sibuk membawa masuk beberapa sepatu dari berbagai merek terkenal, Aksesoris dan bahkan beberapq gaun pengantin dari perancang ternama. Membuat April tak bisa berkata-kata.
~ ya Tuhan... apa ini semua, apa ini toko atau kamar. Dari mana datangnya semua barang barang ini. Bukankah hanya pernikahan kontrak? tapi kenpa berlebihan begini? orang kaya memang aneh.
☆☆
Kepalanya masih terasa berat. Aryo merasa asing dengan ruangan tempatnya saat ini. Matanya berperpendar ke segala arah, mencari tahu di mana dirinya berada. Sesekali tangannya memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
Aryo berusaha bangun, dan betapa terkejutnya dia melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang.
Wajahnya berubah menjadi panik. Aryo berusaha mengigat kejadian semalam. Namun sayang, ingatannya mengabur, dia tidak bisa mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Terahir yang di ingatnya dia sedang minum sendirian di club.
Perasaannya menjadi tidak tenang melihat dari kondisinya saat ini. Bangun dalam ke adaan telan..jang. Ini bukanlah hal baik.
☆☆
" Peresdir .. Nyonya Muda sudah selesai di dandan." Lapor Asisten Thomas kepada Kenzo yang sedang berdiri di depan jendela ruang kerjanya, sementara kedua tangannya dia masukan kedalam saku celana.
Saat ini dirinya sudah terlihat rapi menggunakan tuxedo berwarna putih.
" Baiklah mari kita berangkat."
Wajahnya sedikit di kerutkan. Kenzo tak menyangka kalau pernikahannya akan di adakan secara besar oleh ibunya. Seharusnya dari awal dia sudah tahu kalau ibunya pasti akan melakukan semua ini. Tetapi karena dia begitu sibuk akan permasalahannya dengan April membuatnya melupakan semua ini.
" Ha.... Dia mendesah, mau tidak mau Kenzo harus mengikuti semua rangkaian acara yang sudah di siapkan ibunya.
Kenzo berusaha tersenyum ramah, penampilannya sangat luar biasa mengenakan tuxedo warna putih.
☆☆
April begitu gugup, ketika mobil Limosin warna putih menjemputnya menuju gedung pernikahan.
Terlihat Aula pernikahan yang megah dan indah, seperti sebuah mimpi yang membahagiakan.
Musik pernikahan menggema merdu di altar, April melangkah perlahan dengan anggun memasuki aula pernikahan.
Dengan mengenakan gaun pegantin warna putih dia berusaha tetap tenang melangkah menuju altar pernikahan.
Cantik sekali, semua tamu yang tadinya begitu penasaran dengan pengantin wanita penerus keluarga Beliondra tidak bisa menahan diri untuk tidak mengaguminya. Cantik dan muda, gaun pengantin yang dikenakannya menampilkan bentuk sempurna tubuh April, penampilan sederhana namun begitu elegan. Wajahnya ayu dan putih, matanya besar bersinar bak bintang kejora. Senyumanya tipis namun begitu menawan.
Memplai laki-laki Kenzo Beliondra tidak bisa tidak terpesona melihat kecantikan April.
Dia berdiri terpaku menatap dengan ekpresi bahagia melihat pengantin wanitanya yang begitu cantik dan mempesona.
Acarapun di mulai, April tanpa terlihat begitu gugup, matanya mengedar ke arah semua tamu undangan. Sebenarnya dia mencari keberadaan Ayahnya.
" Hay... are you okay?" sapa Kenzo melihat kegelisahan di wajah April.
" Ayah..."
April memandang sedih wajah Kenzo, mengetahui Ayahnya tidak berada di antara tamu undangan.
" Maaf Ayah telat." Ujar pak Sanjaya yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping putrinya.
" Ayah doakan semoga pernikahan kalian langgeng."
Matanya tiba tiba berair. Perasaan pak sanjaya menjadi begitu emosional. Dia akan menyerahkan putri semata wayangnya menjadi menantu keluarga Beliondra.
" Ayah.."
April mendekap pak Sanjaya.
" Sudah... sudah... jangan sedih lagi. Ini hari bahagiamu." Sambil mengelus bahu April.
~ Hari bahagiaku... apa benar-benar ini adalah hari bahagiaku. Aku menjadi begitu ragu. Rasanya sangat sulit menyimpan rahasia ini sendirian. Ingin rasanya aku ungkapkan saat ini juga. Tapi akankah mereka melepaskan keluargaku. Ini begitu sulit. Baiklah aku harus membuat keputusan, ini tidak bisa di sembunyikan lebih lama lagi. aku harus berani, apapun konsekuensi akan aku terima. Tapi biarkan aku mengikuti acara ini sampai selesai. Toh ini hanya pernikahan kontrak. Aku juga tidak ingin keluarga ini di permalukan dengan aku membatalkan pernikahan saat ini. Baiklah selasaikan rangkaian acaranya.
Acara berlangsung begitu lancar dan hikmat. Satu persatu tamu undangan menyalami mereka dan memberi ucapan selamat.
Brayan yang datang terlambat begitu syok mengetahui, calon iparnya adalah April, wanita yg berusaha dia lepas karena dia pikir sudah menikah, jadi lelaki brengsek yang membuatnya hamil adalah abangnya sendiri?
Mengetahui semuanya membuat Brayan emosi. Dia mengepal tinju menekan kekecewannya. Gadis yang selama ini membuat hatinya bergetar akan menjadi kakak iparnya.
April mungkin lupa dengan Brayan. Tetapi Brayan tidak bisa melupakannya, dia adalah penyelamat dan perinya. Tetapi Brayan terlambat menyadarinya. Ternyata wanita yg selama ini dicarinya berada di dekatnya.
Dan takdirnya berkata lain. Dia sekarang akan memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
Langkahnya berat untuk menyalami mereka. Namun karena Kenzo adalah abangnya mau tidak mau dia harus menyalami mereka, karena dari semua anggota keluarga Beliondra tinggal dirinya yang belum memberi ucapan selamat dan kado. Dan sudah terlambat pula untuk pergi dia telah berdiri di dekat Altar.
" Selamat untuk pernikahan kalian ya bang." Brayan memberi selamat, bibirnya sebisa mungkin dia paksakan untuk tersenyum. Namun tatapannya menatap tajam wajah April.
Dag...
Jantung April sedikit terkejut mengetahui lelaki di depannya ternyata adalah adik dari Kenzo.
^_^