
Dia berdiri di antara bangku kosong di taman, tas tidak lagi menggantung di bahunnya melainkan tertenteng malas di tangannya. Tatapannya kosong dan hampa, Kakinya terasa lemas dan tak mampu lagi menompang tubuhnya, hingga hampir membuatnya merosot ke tanah, beruntung tangannya berhasil meraih pinggiran bangku kosong di sampingnya.
Dengan sisa sisa tenaga ditubuhnya dia terduduk, tatapannya hampa dan kosong menatap taman yang sunyi.
Taman itu terlihat sepi, mungkin karena saat ini masih jam kerja, jadi tidak ada orang yang terlihat berkeliaran, berbeda dengan hari libur, taman ini akan ramai di gandrungi anak muda.
Tanpa sadar air mata menetes di pipinya, air mata yg dia sendiri tidak tahu pantas atau tidaknya . Namun sakit dan sesak di dada membuatnya terlihat begitu menyedihkan dan rapuh.
" Huhh.. " April mencibir dirinya sendiri. " Ada apa denganku. " Dia bertanya kepada dirinya sendiri sambil tertawa miris.
Dia sangat sadar sekali, Kalau dia.. sudah.. jatuh cinta. Namun fakta itu berusaha di sangkalnya, dan nyatanya kini rasa sakit yg ia rasakan memperjelas semuanya sekaligus menyadarkannya bahwa dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada seseorang yg tak semestinya dia cintai.
Apa memang jatuh cinta itu salah, apalagi jatuh cinta kepada suami sendiri. Sebenarnya tidak ada yg salah dengan semua itu. Itu adalah hal yang sangat normal, Jikalau saja cintanya itu timbal balik karena cinta itu bukan hanya milik satu orang namun dua orang. Kalau hanya satu orang saja itu namanya mencintai atau obses. Jika dia mencintai itu resiko, resiko sakit hati jika tidak terbalas.
April lalu tersenyum miris usai bertanya dan menjawab sendiri pikirannya setelah sampai pada titik kecewa atas pertanyaan dan jawaban yang di jawabnya sendiri.
Setelah tenggelam dalam pikiran dan kesedihannya, April tak sadar seseorang sedang menatapnya sedari tadi dari jarak sekitar dua meter dari bangku taman yg posisinya saling berhadapan. Orang itu langsung berdiri, dengan ragu melangkah menghampiri nya.
" Lama tak bertemu, apa kabar?" Dengan sedikit kikuk lelaki itu bertanya setelah tepat berhenti di depan April.
April mendongak ke arah suara di depannya, dia hanya diam menatap orang itu.
" Boleh aku duduk. " ucapnya lagi sambil tersenyum menampilkan giginya yg berjajar rapi, mendaratnkan pantatnya di kursi, tepatnya di samping April tanpa persetujuan dari April.
April yg masih bingung bercampur kaget tak bisa berkata apa apa.
" Kamu apa kabar ?" Tanya Arya kembali, sedikit menyampingkan tubuhnya ke arah April.
Sapaan itu di respon dengan tatapan hampa, April menatap Arya dalam diam, matanya sembab, April tiba-tiba menagis terisak tanpa terkendali membuat Arya sedikit panik dan khawatir. Meski penasaran dengan apa yang terjadi, Arya tak bertanya apa apa, dia membiarkan April menumpahkan semua kesedihannya sementara tangannya menarik lembut kepala April bersandar di dada bidangnya.
Butuh waktu lama bagi April untuk menumpahkan kesedihan.
Arya membiarkan April membasahi kemeja birunya dengan air mata April tampa berkata sepatah katapun. Dulu hal ini sering terjadi di kala mereka masih pacaran. Arya akan membiarkan April menangis sepuasnya, agar semua masalahnya menjadi ringan, dan dia akan kembali bersemangat lagi. Mengenang kembali masa itu membuat mata Arya memerah menahan sesak di hatinya.
Karena bagaimana pun wanita hamil yg saat ini menangis di dadanya adalah wanita yg sangat ia cintai. Tapi takdir tak memihak ke mereka. Arya mengangkat tangannya untuk mengelus kepala April, Namun tiba-tiba sebuah tangan kekar mengengam erat tangannya dengan tatapan matanya yg bengis.
" Dia istriku!!! " ucapnya tegas menepis tangan Arya, lalu menarik kasar April berdiri di sampingnya. Tatapannya kepada Arya begitu tidak bersahabat, seakan-akan memperingati Arya untuk tidak menyentuh miliknya.
Selanjutnya dia menarik paksa April pergi.
Arya hanya bisa mengepal tinju menahan amarah melihat perlakuan kasar Kenzo. Dia seperti tak sudi wanita yg sangat di cintainya di perlakukan kasar seperti itu.
®™
Seperti nya Kenzo benar-benar terbakar api cemburu, setelah melihat istrinya menangis di pelukan mantannya.
April hanya terdiam sabil memegang kakinya yg terasa sakit karena terjatuh tadi.
Mereka tidak pulang ke Rumah utama, Kenzo membawanya kembali ke apartement nya dengan kemarahan di wajahnya.
Dengan di baluti emosi Kenzo menggendong April membawanya ke kamar mereka, dan langsung menuju kamar mandi, dengan kasar melucuti semua baju April mengguyurnya dengar air serta menggosok semua tubuh April, tidak terkecuali bagian ke m.. a.. lu.. an.. nya. Sambil terus melontarkan kata kata yg begitu menghina dan menyakiti perasaan April.
" Apa kamu begitu senang berpelukan dengan mantanmu itu ! Apa kalian begitu saling merindukan ! hingga kamu tidak bisa menunggu sampai anakmu lahir dan aku menceraikan mu!
April tidak bisa menahan rasa sakit dan penghinaan Kenzo membuatnya hanya bisa menangis tanpa suara. atas perlakuan suaminya yg seperti monster.
Tangan Kenzo tiba-tiba terhenti di luka di kaki April.
Sesaat dia terdiam, lalu menatap wajah April yg pilu dan sembab, emosi seketika mereda, dia lalu menutupi tubuh April dengan handuk, menggendong April ke tempat tidur. Lalu mengambil kotak obat dan membalut luka di kaki April.
Entah apa yg ada di pikirannya, yg jelas wajahnya terlihat bingung dan menyesal.
Setelah mengobati dan menyelimuti April, dia berjalan menuju teras lalu mengambil sebatang rokok yg terselib di samping pas bunga.
Dengan tangan gemetar menyalahkan korek api membakar rokok di ujung bibirnya.
Perasaan kecewa, marah, menyesal menyelimuti pikirannya.
Dia kembali teringat ke kejadian masa lalu di mana di melihat tunangan dan sahabatnya berselingkuh.
Di mana di saat itu dia bodoh dan buta akan cinta, hingga menutup mata dengan perselingkuhan tunangannya.
Hingga kenyataan pahit menyadarkannya, tunangannya kabur dengan sahabat nya tepat di hari pertunangan mereka.
Kenzo ingat jelas dengan semuanya, sangat jelas karena ingatan yg hilang telah pulih.
😘😘😘