Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Terbakar Gairah



Warning!!! Bagi yang masih di bawah umur di harap bijak dalam memilih bacaan karena akan ada adegan 18+


Ruangan itu redup, cahaya bulan yang ke emasan jatuh di atas ranjang besar nan mewah melalui celah jendela yang di tutupi tirai. Satu tubuh kecil nan indah meringkuk di atas ranjang tertidur lelap.


Sosok lelaki yang tidak asing berdiri menatapnya dalam waktu yang cukup lama dalam dia. Matanya tanpa berkedip menatap tubuh indah mulus bagai giok.


Dia mengulurkan tangan ke atas meja mengambil air, lalu di teguknya setengah. Sementara matanya masih menatap tubuh gadis itu tanpa berkedip. Has..ratnya ber..ge..jolak.


Dia meletakkan gelas dan ingin pergi. Tetapi melihat gadis itu yang begitu meng..go..da, napasnya pendek dan sesekali mengeliat membuatnya terbakar ga..irah. Dan memutuskan untuk tinggal.


Kenzo mulai mendekat, satu persatu mem..buka kan...cing piya..ma yang membungkus tub..uh indah gadis itu. Kemudian dengan perlahan menyibak selimut naik ke ran..jang lalu berbaring di sampingnya.


Aroma tu..buh gadis itu menusuk ke dalam penciumannya. Dia mengeluarkan tangan, dengan perlahan dan lembut menyentuh wajah April. Sangat halus dan lembut seperti sutra.


Dia adalah lelaki normal, akal sehat dan pembatas dirinya runtuh pada saat ini. Dia sudah melucuti penu..tup tu..buh gadis itu dan dirinya. Kemudian perlahan dengan has..rad yang ber..gejolak mena..iki tu..buh April. Hampir tidak sabar untuk menci..um bi..birnya yang lembut, Rasanya kenyal seperti jelly.


April yang tidur dengan nyenyak diserang oleh benda asing yang panas. Sekujur tubuhnya bergetar hebat, dia merasakan bagian ba..wahnya di terobos.


" Arkkk...." April berteriak kesakitan.


Seketika Kenzo terbangun, bagian ba..wahnya sepertinya basah.Ternyata semua itu hanyalah mimpinya semata. Tetapi kenapa semuanya seperti nyata.


" Arkkkk" Apa yang terjadi dengan diriku?" Grutunya merasa malu mengingat mimpinya itu.


Tatapannya kemudian jatuh ke tubuh April yg masih terlelap.


" Shittt. Apa yang aku pikirkan." Kenzo seperti gila dengan isi kepalanya. Di memutuskan meninggalkan kamar itu, Kamar yang membuatnya tidak nyaman dan merasa panas.


**


Matahari pagi mulai merambat masuk melalui cela kecil tirai. Bulu mata April sedikit bergetar, perlahan bangun, matanya langsung tertuju ke arah shopa tempat tidur Kenzo. April mengerut, pandangannya kemudian dia arahkan ke seluruh ruangan, seperti sedang mencari jejak Kenzo.


Bi Sumi masuk menyapa April.


" Selama pagi Nyonya. Hari ini pengen sarapan Apa?"


April sedikit menganngguk sopan tersenyum membalas sapaan bi Sumi.


" Apa aja Bi." Sahutnya ramah, namun matanya seperti mencari cari sesuatu.


" Cari apa Nyonya?"


" Ah.. tidak ada.. tidak cari apa² kok."


" Kalau begitu, Bibi permisi buatin sarapan dulu." Bi Sumi berbalik, namun sebelum melangkah meninggalkan kamar, April memanggilnya.


" Bi... " Bi Sumi berbalik.


" Ya Nyonya? ada apa?"


" It..i-tu,, Tuan kemana?" April seperti ragu ragu bertanya.


" Ow Tuan? pagi-pagi sekali sudah keluar, katanya Bibi di suruh bantuin Nyonya, siapa tahu ada yg Nyonya butukan."


" April aja Bi, gak usah Nyonya?"


" Jangan atuh Nyonya? Bibi mana bisa panggilnya begitu."


" Gak pa-pa Bi panggilnya April aja., lebih enak di dengar?"


" Jangan,,, itu kurang sopan? Bibi panggilnya neng aja bagaimana?"


" Terserah Bibi da, bagaimana nyamannya aja, asal jangan Nyonya."


April sangat bosan tidak melakukan apa-apa, karena Bi Sumi melarangnya. Dia kembali ke kamar tidur mengambil ponsel yang pernah Kenzo berikan kepadanya. Dia berpikir menelpon sahabatnya Yuri.


Kontak Yuri sudah tersimpan di ponsel itu. April langsung memencet tanda panggil di layar ponselnya.


Panggilan tersa.bung, hanya butuh 3 dering Yuri sengera mengangkatnya.


[ " Hallo siapa nich.]"


" Ini gue..?" Suara April terdengar berat.


[ " April..!!? dimana aja loe selama ini Say? kenapa baru ada kabarnya" ]


" Ceritanya panjang."


[ " Kamu kenapa? kenapa suaramu begitu?" ]


" Aku gak pa-pa, cuma kangen sama kamu aja? suaranya semakin terdengar berat dan sedih." April sebisa mungkin menekan rasa sesak di dadanya.


[ " O ya say, ada yang gue mau kasih tau ke kamu." ] Yuri tanpa ragu ingin mengatakannya.


" Apa?"


[ " In..ini sebenarnya tentang Aryo." ]


" Aryo,, ada apa dengan Aryo. Apa dia baik baik saja. Atau dia.." April terdengar cemas dengan pikirannya.


[ " Aryo baik-baik saja. Hanya saja dia nanyain kamu terus, gue bingung, gimana cara ngasih tau tentang kamu ke dia."


April terdiam mendengarnya, kesedihan menusuk hatinya. Tanpa sadar ponsel terjatuh si tangannya. Dia semakin bingung dengan apa yang harus di perbuatnya saat ini. Mendengar kembali nama Aryo menggetarkan hatinya. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat dari ke bersamaan mereka. Kini April harus memutuskan hubungan sepihak dengannya tanpa kejelasan. Memang apa yang bisa di jelaskan April. Apa dia harus mengatakan dirinya saat ini hamil. Dan dia juga harus menikah demi keluarganya.


April benar-benar sangat bingung dengan semuanya.


**


" Presdir, ada apa? apa Presdir kurang sehat? wajah Presdir terlihat pucat. Apa sebaiknya pertemuan hari ini di batalkan saja?"


Asisten Thomas bersimpatik, melihat Kenzo yang sedari tadi wajahnya terlihat lesu dan kurang bersemangat.


" Jangan. Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing, sebentar lagi juga hilang. Tolong suruh Sekretaris Weni antarkan kopi buatku.


Thomas tidak langsung mengiyakan mengingat gelas kopi yg sudah banyak di minum oleh bosnya.


" Presdir maaf, saya tidak bisa menyuruh Sekertaris Weni membuatkan Presedir kopi lagi." Asisten Thomas tanpa kekeh dengan keputusannya. Dia tidak perduli meski akan di marahi oleh Kenzo. Namun ini sudah tidak wajar menurutnya, karena sedari tadi bosnya belum menyentuh sedikitpun makanan untuk menganjal perutnya.


" Kamu membatahku!" Tukas Kenzo kesal.


Asisten Thomas menunduk meminta maaf. Namun dia tidak bergeming.


" Sudahlah. Kamu keluar sana." Kenzo mengusirnya dengan kesal. Kembali dia mengingat perkataan Dokter Andre. Apa benar dirinya sekarang menggantikan April ngidam? pertanyaan itu berputar terus diotaknya, kalau benar begit,berarti dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada gadis itu.


" Arkkkk..." Apa yang sudahku pikirkan.


" Kenzo sadarlah!! di duniamu tidak ada yang namanya jatuh cinta. Cinta itu busyett!! dan ini hanyalah ilusimu saja. Berhenti memikirnya.!!" Ucapnya tegas kepada dirinya sendiri.


Dia kemudian berusaha mengalihkan pikirannya dengan pekerjaan. Tangannya meraih gagang telpon di atas meja lalu menelpon Asisten Thomas.


" Siapkan mobil,, dan percepat pertemuan hari ini dengan Perusahaan Grada." Ujarnya memberi perintah kepada Asisten Thomas.


^_^