
Tit.. tit... tit...
Riukan suara klakson mobil di jalan raya saling sahut menyahut begitu bising dan ramai.
Bagaimana tidak, seorang lelaki berlarian tanpa memperdulikan sekitarnya membuat Jalanan macet.
Tiba-tiba mobil boxs dengan kecepatan tinggi mendekat ke arah lelaki itu.
Tittttttttt.............. tittttttt.....
beberapa kali di klakson, lelaki itu seolah tak mendengarnya. Matanya terus pokus mengejar sosok gadis misterius di ingatannya.
Beruntung dengan cepat sebuah tangan menariknya. Terlambat sedikit saja tubuhnya pasti sudah terlindas.
Bruk....!!
Mereka berdua terjatuh ke pinggiran trotoar, membuat tangan April terbentur, dan kakinya yg terseret ikut terluka.
" Ada apa denganmu!! apa kamu ingin mati!!"
April memarahinya dengan kesal. Tanpa memperdulikan lukanya, melihat kelakuan Kenzo yg tidak peduli denganhidupnya. Namun Kenzo tak menanggapi, dia terlihat linglung, pandangannya pokus ke arah lain.
Sepertinya sosok wanita yang di carinya sudah menghilang dari pandangannya.
Wajah Kenzo berubah emosi, Pandangannya langsung beralih menatap April dengan tatapan mata yg tidak bersahabat.
" Siapa yg menyuruhmu ikut campur!!"
Dia bangkit langsung meninggalkan April yang masih terduduk di lantai trotoar jalan karena berusaha menyelamtkannya.
Ha..!! April benar benar tak percaya dengan apa yg barusan dia dengar setelah bersusa payah menyelamatkannya.
Kenzo sama sekali tidak memperdulikannya dia seolah sibuk dengan dunia sendiri. Bahkan luka di tangan dan kaki April tidak terlihat oleh nya.
April tersenyum miris menyentuh luka di tangannya, kemudian berusaha berdiri dengan payah, menahan sakit di lututnya yg mengeluarkan darah.
" Seharusnya aku biarkan saja si balok es itu tertabrak!" grutunya kesal.
Kakinya Terpinjang-pincang berusaha menepi ke pinggir trotoar sambil menepuk nepuk bajunya yg kotor menempel debu jalanan.
▪︎
" Bukannya itu..?" Byaran menepikan mobil ke tepian jalan memperhatikan wanita yg dikenalnya.
Dia lalu turun menghampiri wanita itu yg sepertinya sedang ke susahan.
" Ada apa? apa kamu baik-baik saja." Memperhatikan dengan cemas penampilan April yg sedikit kotor dan luka.
" Sepertinya tidak baik-baik saja."
Sekilas April menoleh menatapnya. Kemudian berjalan mengabaikan, dalam kondisi kaki yg sedikit terpincang.
" Aow.."
April menghentikan langkah, meringis, sedikit berjongkok memegangi lututnya yg terasa sakit.
Dengan cepat Brayan berlari menghampiri.
" Sini biarku bantu." Tawarnya sambil memegangi tangan April.
" Tidak usah!!" Tolak April, mengibas tangan Brayan. Tetapi lelaki itu tiba tiba saja berlutut membalut luka di kaki April dengan saputangan miliknya.
" Nah. Sekarang darahnya sudah berhenti keluar."
Meski mendapat tatapan tidak menyenangkan dari April namu Brayan tetap mau membantu April, memapahnya berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.
Dengan teliti Brayan menelisik mobil itu.
" Bukannya ini mobilnya bang Kenzo. " pikirnya membarin.
" Tapi orangnya kok gak ada."
" Ada apa?"
Brayan menoleh, dengan senyuman yg sedikit dipaksakan sambil mengeleng.
" Tidak. tidak ada apa-apa."
" Tanganmu sudah bisa di lepaskan. Aku bisa sendiri." Ucap April sambil melihat tangannya yg masih di papah oleh Brayan.
Brayan dengan hati hati melepaskan pegangannya. Dia terpaku melihat April yg jengkol mengambil tasnya di dalam mobil.
Sepertinya April berniat meninggalkan mobil itu di situ.
" Mau ku antar ke rumah sakit?" Tawar Brayan.
Sedikit keraguan tertore di wajah April. Namun dia mengangguk, setelah berpikir cukup lama.
" Baiklah."
Dalam hati Brayan tertawa bahagia. Setidaknya dia bisa membantu wanita yg di sukanya. Ya.. walaupun wanita itu sekarang istri dari abangnya sendiri.
Tetapi dia tahu tentang pernikahan mereka yg tidak sungguh-sunguh. Itu artinya masih ada sedikit kesempatan untuknya bisa masuk.
Mengingat kembali kejadian itu, membuat Brayan mengepal tinju karena marah. Ternyata abang yang di hormati dan dibanggakannya sudah melakukan hal tak senonoh ke pada April.
Saat itu Bryan tak sengaja mendengar pertengkaran mereka.
Flasback kejadian.
Bi Sumi berlari ke takutan keluar dari Apartemen hingga tak sengaja menabrak Brayan yg saat itu berkunjung ke Apartemen abangnya.
Bruk.... tabrakan terjadi.
" Bibi !!? Ada apa?"
Bi Sumi tak menjawab, dia justru buru buru pergi meninggalkan Brayan yg wajahnya mengkerut bingung.
Dengan santai dia berjalan masuk ke dalam Apartemen. Langkahnya terhenti melihat pandangan yg tidak mengenakkan di depannya.
▪︎" Aku membencimu !! kamu sudah menodaiku dan memanipulasiku dengan kontrak pernikahan bodoh ini!!
Darah Brayan mendesir mendengarnya. Dia ingin pergi menghajar abangnya sendiri setelah mendengar dan melihat kelakuan abangnya yang saat ini sedang melecehkan wanita yang di cintainya.
Namun Brayan berusaha menahan semuanya, karena dia tidak punya cukup kemampuan melawan abangnya. Namun dalam hati dia berjanji akan menjadi lebih kuat dan datang melindungi April.
Flasback off
▪︎▪︎《
Brayan berlari membukakan pintu mobilnya untuk April. Dia sangat hati- hati memperlakukan gadis itu.
Dia bahkan menemani April mengobati lukanya di Rumah sakit.
April pun tak bisa menolak kebaikan hati Brayan.
☆☆
" Hari ini, terimaksih untuk bantuannya."
April menatap ke arah Brayan yg tengah pokus mengemudi.
Brayan hanya tersenyum memandang kembali wajah April.
^_^
Jangan lupa untuk selalu dukung author ya?
Terimaksih banyak untuk like & komen kalian😘😘😘