Who Took My Virginity??

Who Took My Virginity??
~ Wanita ngidam



April memilih baju yg terlihat manis dan sederhana.


" Aku pakai yg ini saja, lebih manis. " Tersipu malu menunjukan baju pilihannya ke pada para wanita yg membantu nya. Matanya juga mengarah ke Kenzo menunggu persetujuan.


Wajah Kenzo mengisyaratkan setuju. April pun bergegas Ke ruang ganti.


" Tinggalkan saja semua di sini. Kalian semua boleh pergi." perintahnya mengibas tangan.


Mereka semua keluar sambil sedikit membungkuk hormat.


Kenzo menatap pokus layar Ponselnya.


Langkah kaki yg bersemangat dan wajahnya di hiasi senyuman manis berdiri tepat di depan Kenzo.


Dari ujung kaki dia menatap perlahan tubuh itu.


Dia tidak bisa tidak terpesona oleh kecantikan April, hingga membuat nya untuk sesaat terpaku memandangi April dalam diam.


" Hay.. " Beberapa kali April melambaikan tangan ke wajah Kenzo yg di respon gagap.


" Ah.. hay.. i-ya. "


" Ayo kita pergi. " Ajak April tidak sabar setelah selasai bertukar baju dari ruang ganti. Matanya terlihat berbinar dengan senyuman menawan. Baju yg ia kenakan memang sedikit kekanakan tapi sangat manis di pakai oleh nya.


Namun rasanya baju itu sangat timpang tindi dengan outfit yg di kenakan Kenzo, yg selalu menggunakan stelan formal.


" Apa bisa hari ini bajunya lebih santai di-kit.." ucap nya ragu2 Dan juga khawatir dengan reaksi Kenzo.


Kenzo memperhatika penampilan nya, menurut nya tidak Ada yg salah dengan stelan yg di kenakannya karena sudah terbiasa. Dia mengangkat kedua alisnya mencari tahu dimana letak permasalahan nya.


" Apa boleh ku ubah sedikit?" pinta April, yg di balas anggykan ragu ragu Kenzo.


Segera April mencari baju santai di lemari. Namun sepertinya usaha April sia2, Karena tidak ada satu baju pun. Masak iya, dia tidak punya baju santai, pikir April setelah mencari di semua lemari.


Karena tidak menemukan pakain santai di lemari, dengan sangat terpaksa April membiarkan saja Kenzo menggunakan baju formal yg di kenakan nya saat ini.


Merekapun berjalan keluar kamar, langsung ke ruang makan menghampiri Ny. Melissa


" Pagi Ma." Sapa April


" Pagi Ma. " Sapa Kenzo juga, mendekat mencium kedua pipi ibu nya. Aneh, benar2 aneh. Rasanya seperti ada yg berbeda dari anaknya. Kenapa dia terlihat begitu lembut dan manis, tidak seperti biasanya, dingin dan kaku seperti balok es. Tenyata benar, Pernikahan bisa merubah segalanya, termasuk kepribadian anaknya.


Senyum kepuasan tersungging di bibir merah jambu Ny. Melissa.


" Pagi juga sayang. Ayo duduk, kita sarapan bareng ."


Perasaan bersalah seperti terlihat di wajah April, dia tidak tahu harus ber kata apa untuk menolak ajakan mertuannya. Karena di hari pertama mereka tinggal bersama, dia harus makan di luar.


" Ma, maaf sekali, hari ini kita berdua mau makan di luar." Kenzo tanpa basa basi langsung memberi tahu ibu nya. Dia seperti mengerti apa yg di pikirkan istrinya kecil nya.


Tidak Ada sedikit pun raut kekecewaan di wajah nyonya Melissa nendengarnya. Dia justru terlihat senang, seakan mendukung apa yg Kenzo lakukan.


" Oh.. ya sudah, gak pa2. Kalian pergi lah."


Ny. Melissa tersenyum genit menatap anaknya.


°


Tadinya suasana cukup baik2 saja sebelum seseorang muncul.


Dengan terengah engah Dokter Andre berlari langsung menghampiri Kenzo. Penampilan nya terlihat sedikit berantakan. Bau keringat dengan jelas bisa tercium di tubuhnya.


Seketika suasana berubah menjadi horror.


" Selamat pagi Nyonya, Tuan." Sapanya dengan suara yg masih terengah engah.


Nyonya Melissa ternganga melihat penampilan Dr. Andre.


Sementara Kenzo langsung memberinya tatapan dingin sedingin gunung es di Himalaya.


" Maaf Tuan, sy terlambat sampai 15 menit, jalan tiba2 macet karena Ada kecelakaan." Ujar Dr. Andre berusaha menjelaskan.


Namun Kenzo tak merespon, wajahnya datar, antara marah Dan tidak.


Tidak Mau berlama lama, Kenzo langsung berpamitan ke ibu nya.


Dr. Andre mematung Dan bingung, dia sudah sampai walau terlambat, namun orang yg akan di priksanya justru mengabaikannya, dan akan pergi. Trus gunanya dia datang melewati hujan badai,,,, apa gunanya??? author lebay😁😁


" Kenapa masih diam di situ!!" Sinis Kenzo berbalik menatap sangar Dr. Andre setelah beberapa langkah melewati nya.


Dr . Andre masih terlihat bingung, tidak mengerti maksud dari ucapan Kenzo.


" Malah bengong,, Ay-oo!! ikut!" Kenzo menggeram


" Baik Tuan. "


Meski masih belum mengerti dengan semuanya, namun Dr. Andre terpaksa mengikuti ajakan Kenzo. Dari pada diri nya terkena masalah nantinya.


Mereka ke luar menaiki mobile yg sama dengan di sopiri Dr. Andre. Itu adalah hukuman Dari Kenzo untuk nya. Jadi Dr. Andre akan menyupiri ke mana pun mereka pergi. Istilanya Ada supir, Ada Dokter. Jadi aman.


" Kamu Mau makan di mana?" Kenzo bertanya setelah mereka cukup jauh dari mention nya.


Tiba2 saja April berubah pikiran, bukan nya nasi goreng, tapi dia ke pengen makan jajanan traditional. Kenzo kebingungan harus mencari nya di mana. Mereka keliling kota hampir 2 jam mencari jajanan traditional. Dan untungnya Dokter Andre bersama mereka. Dia memutuskan mencari tahu lewat rekan kerja nya.


Akhirnya sampailah di tempat tujuan. " Pasar rakyat jajanan tradisional. "


" Kamu yakin? tempatnya disini." Kenzo bertanya ragu melihat tempat rekomendasi Dr. Andre yg bisa di bilang tidak sesuai dengan seleranya yg bisa di bilang cukup tinggi.


" Memang apa masalahnya dengan tempat ini." shut April members Dr. Andre yg terlihat serba salah. " Sepertinya di sini jajanan tradisional nya pasti banyak." April bergegas turun penuh energi dan dengan terpaksa Kenzo mengikutinya.


" Kamu yakin Mau makan makanan ini?" Kenzo, bertanya risih, matanya terus saja memperhatikan sekeliling dengan wajah yg kurang berselera. Sementara April menganguk yakin, dan terlihat bersemangat memilih jajanan yg akan di belinya. Sesekali tangannya mencomoti jajanan, lalu menikmatinya dengan lahap.


Kenzo hanya bisa pasra atas semuanya, dia membiarkan April sesukanya memilih jajanan yg disukainya.


Sementara April memilih Jajanan, Kenzo mendekat kesamping Dr. Andre yg menunggu mereka berdiri di samping mobil.


" Apa makanan itu aman." Tanya Kenzo


" Aman kok." Sahut Dr. Andre terlihat menikmati suasana. Walau tidak dengan Kenzo yg terlihat Semraut.


Kenzo mendesah... dan bersengut.


" Kenapa banyak sekali makanan yg di pilihnya? apa dia bisa Menghabiskan semuanya."


" Namanya juga ngidam.. " Celetuk Dr. Andre yg langsung mendapat tatapan dari Kenzo.


Suasana seketika berubah menegangkan buat Dr Andre yg berdiri di samping se orang Kenzo.


" Se.. pertinya Saya perlu membuat panggilan telpon ke rumah sakit." Kilahnya terbata sambil berlalu menghindari Kenzo dengan sedikit tak nyaman.


®®


Setelah lebih dari setelah jam memilih dan menikmati jajanan pasar, April merasa puas. Di tangannya sudah hampir tidak ada tempat lagi untuk kantongan selanjutnya.


Kenzo hanya bisa mengernyit menatap nya. Dan mau tidak mau dia harus membantu.


Namun suasana menjadi tak mengenakan, ketika tanpa sengaja April bertemu dengan se orang yg di kenalnya.


Tubuhnya bereaksi kaku dengan wajah yg suram dan seakan membeku.


^_^