
Mobil tiba-tiba berhenti di pusat perbelanjaan di Kota A.
Sebenarnya Kenzo sudah sempat mencari tahu si Internet tempat apa yang paling suka di kunjungi oleh wanita. Dan dia memutuskan membawa April berbelanja ke Mall guna menghilangkan kejenuhannya. Karena menurut apa yang dia baca, wanita paling suka berbelanja.
Kenzo benar-benar tabu, menyangkut bagaimana cara menyenangkan wanita, karena ini pertama kalinya seumur hidup. Dia sama sekali tak mengerti dengan dunia yang berbau percintaan. Dunia yang selama ini dia gelut hanya dunia bisnis mengenai untung dan rugi. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan ada hari seperti hari ini.
Kenzo langsung turun. Sementara April mengikutinya dalam kebingungan. Mereka memasuki gedung Mall, berjalan berdampingan dengan situasi canggung.
" Aku lihat banyak gadis-gadis yang suka belanja." Ujarnya sambil berjalan perlahan menyamai langkahnya dengan langkah kecil April.
" Apa Kamu suka?" Tatapannya penuh pengharapan menunggu respon April.
April terpaksa tersenyum dalam kondisi canggung meresponnya.
" Belilah apa saja yang kamu suka." Ujarnya kepada April. Tipis Tipis bibirnya tersenyum samar.
April tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, pikirannya di penuhi pertanyaan. Kenapa tiba-tiba lelaki es balok ini menyuruhnya berbelanja.
" Kenapa bengong."
Kenzo sedikit mengejutkan April yang tak meresponnya.
" Ah.. maaf saya ke Toilet sebentar." Ucap April buru buru pergi, namun langkahnya tertahan oleh panggilan seorang wanita, suaranya tidak asing di pendengaran April.
" April...." Wanita itu bersama ke tiga rekannya berjalan ke arah April.
April menoleh ke arah panggilan. Wajahnya seketika berubah pucat, tangannya yg gemetar dengan cepat menarik switternya berusaha menutupi perutnya yg sedikit menonjol. Karena wanita yang memanggil itu adalah Bianca teman sekelasnya waktu SMA. Dia bersama Sisi, Rani dan satu wanita yg tidak di kenalnya. Sepertinya mereka berempat habis berbelanja, karena mereka masing-masing menteng bungkusan belanjaan.
Sementara Kenzo, berdiri kaku menatap gadis yang berjalan mendekati April. Wajah Kenzo terlihat dingin sedingin es, tanpa senyuman. Namun meski begitu wajahnya tetap terlihat begitu tampan dan berkarisma.
Tanpa terlihat kekaguman di wajah gadis gadis itu melihat penampilan Kenzo dari atas ke bawah.
" Ril.. siapa?" Tanyanya Bianca bersemangat langsung menyambet tangan April. Matanya masih melirik ke arah Kenzo.
Bibir April bergetar, wajahnya sangat bingung dan panik harus menjawab Apa.
" Siapa? " Ulang Rebeca bergerling manja menatap Kenzo. Membuat Kenzo si balok es tak tahan melihat tatapan itu. Tatapan yg begitu manja dan menggoda.
Mungkin ini yg disebut tatapan remaja yg bersemangat di saat melihat pria keren.
Dia dengan geram membatu April menjawab pertanyaan Bianca. Dan tatapan penasaran gadis-gadis itu.
" Aku Su.."
" Saudara. " April dengan cepat memotong ucapan Kenzo. Pernyataan itu sontak membuat wajah Kenzo berubah kesal dan semakin dingin.
" Saudara..?? kok aku baru tahu kamu punya saudara?" Ujar Bianca. Tatapannya masih genit menatap Kenzo.
" Saudara jauh." Jawab April berbohong.
Kenzo hanya bisa menonton kebohongan istri kecilnya. Degan wajah datar yang dingin tanpa ekspresi.
" Saudara kamu wajahnya terlihat familiar." Rani tiba-tiba angkat bicara. Membuat April kelimpungan dan panik.
" Aku ke Toilet sebentar." Ucap April cepat. Wajahnya tertunduk menyembunyikan kepanikannya. Sementara tangannya masih menarik switternya berusaha tetap menutupi perutnya.
April hanya bisa melarikan diri dari situasi ini.
Kenzo dengan kesal meninggalkan kumpulan gadis-gadis itu.
Bianca begitu kecewa karena di abaikan. Dia menghentak kaki dengan kesal menatap kepergian Kenzo.
☆☆
Think..." Notifikasi chat dari Kenzo. April segera membacanya.
[ " Aku tunggu di Kedai Jingga.'' ]
Wajah April semraut mengingat kembali tatapan dingin Kenzo membuatnya mengigil mengigit bibi bawahnya.
Hari ini apakah dirinya membuat manusia es itu sangat marah, tatapannya tadi terlihat membunuh.
" Bagaimana ini. Apa yang mustiku katakan nanti. Aku sudah sembarang mengatakan dia saudara jauhku."
April sedikit gugup menghampiri Kenzo. Dia kebingungan penjelasan apa yang tepat di ucapkan kepada manusia dingin ini.
Kenzo berdiri lalu menempelkan tangannya ke dahi April.
" Tidak panas." Ujarnya menelesik wajah April.
" Ah .. saya baik- baik saja, hanya sedikit kelelahan."
April merasa kurang nyaman dengan perhatian Kenzo.
" Baiklah kalau begitu, kita istirahat di sini saja sekalian makan siang." Kenzo segera memanggil pelayan Kedai.
Pelayanan itu menghampiri lalu memberikan daftar menu kepada keduanya.
" Kamu pesan apa?" Tanya Kenzo
" Apa aja?" April menjawab tanpa melihat menu makanan.
" Baiklah.. saya pesan kwitiu 1 porsi. Minumnya jus Alpukat, susunya di banyakin, terus esnya jangan terlalu banyak."
Pelayanan itu menganguk paham sambil mencatat pesanan Kenzo.
Sementara April sedikit tecengang mendegar menu pesanan Kenzo seperti makanan favorit nya. Namun dia tidak ingin berpikiran lebay, mungkin saja itu makanan kesukaan dia juga.
" Ada tambahan lagi Tuan?" Tanya pelayan itu sopan.
" Apa di sini ada jual kopi?"
" Maaf Tuan, di sini tidak ada menu kopi. Apa mau di ganti yang lain Tuan."
" Baiklah jus Mangga saja."
" Ini saja Tuan?"
" Ya itu saja." Jawab Kenzo.
Sepuluh menit kemudian makananpun datang.
" Pesanannya Tuan?" Ucap pelayan itu menghidangkan makanan di meja mereka.
" Jus Alpukat dan kwitiu nya taro di depan dia." Kenzo mengarahkan pelayan untuk meletakkan makannya di depan April. Dan sisanya jus Mangga untuk dirinya sendiri.
" Makanlah." Ucap Kenzo sambilenyeruput jusnya.
April tidak percaya lelaki dingin itu bisa tahu makanan dan minuman kesukaan April. Bahkan ke biasaan April yang meminta tambahan susu lebih bisa di ketahuinya.
Mendengar tadi pesanan Kenzo membuatnya teringat akan kata kata bi Sumi. Apa benar semua kata kata bi Sumi tentang Kenzo yang aneh. Menggantikan dia ngidam?
" Kenapa? apa makanannya tidak kamu suka?" Tanya Kenzo melihat April yang belum menyentuh makanannya.
" Suka.. suka kok." Jawabnya canggung, kemudian memasukkan makanan ke mulutnya.
Aroma makanan yang begitu kuat membuat Kenzo merasa mual. Namun dia tetap bertahan. Kenzo meneguk jus Mangga miliknya berusaha menghilangkan rasa mual di perutnya. Keringan dingin bercucuran didahinya. Dia begitu tersiksa dan merasa tak nyaman.
April memperhatikan.
" Ada apa?" Tanyanya melihat ke tidak keanehan Kenzo. Wajahnya terlihat pucat.
Kenzo menggeleng, berusaha tetap tersenyum.
" Permisi, aku ke Toilet sebentar." Ujarnya beranjak dari tempat duduknya saambil menutupi mulut.
April menjadi cemas dan juga penasaran. Dia menyusuk Kenzo ke Toilet lelaki.
Ragu-ragu April menyelinap masuk, menutupi wajahnya dengan tas miliknya.
Benar saja apa yg Bi Sumi katakan. Kenzo terlihat memuntahkan semua isi perutnya di Toilet. Wajahnya terlihat kepayahan dan lemah. April tanpa berpikir lagi masuk ke Toilet membantunya.
Mata Kenzo melebar kaget.
" Apa yang kamu lakukan di sini?" Suara terdengar lemah dan terkejut.
April tak menjawab, dia justru memijit pundak Kenzo. Kenzo kembali memuntahkan isi perutnya.
" Kita ke Rumah Sakit" Ajak April, wajahnya begitu terlihat cemas.
" Tidak perlu, ini hanya masuk angin. Sebentar lagi juga baikan." Tolak nya.
Namun April tak mau mendengarkan penolakan Kenzo. Dia langsung membopong Kenzo keluar dari Toilet.
^_^