
Tiga orang cewek sedang duduk dengan keadaan setengah mabuk, mereka tengah berada di salah satu diskotik terbesar di kota itu, dengan menggunakan pakaian yang seksi dan terbuka membuat para lelaki di sekitarnya tergoda tapi tidak ada satupun yang berani mendekati mereka karena mereka tau kalau para wanita itu bukanlah wanita yang biasa.
"Reina. Lo udah tau gak kalau si Ar itu udah balik" Tanya Nita kepada Reina.
Wanita itu ada Reina, Nita dan Nisa.
"Gue udah tau" Ucap Reina sambil meminum alkoholnya.
"Terus gimana dengan rencana Lo" Tanya Nita lagi.
"Tenang aja, dia udah setuju buat bantuin kita jadi gue yakin rencana ini pasti berhasil" Jawab Reina tersenyum.
"Gue juga yakin sih Rein, rencana kita bakalan berhasil" Ucap Nisa.
Kemudian Reina menelpon seseorang.
"Halo, besok lo mulai rencana kita" Ucap Reina kepada orang yang dia telpon.
Setelah mendapat jawaban dari orang itu, Reina langsung mematikan telponnya.
"Persiapkan diri kalian untuk perayaan kemenangan kita besok malam, karena kita bakalan pesta dengan meriah untuk merayakan penderitaan Habib dan Ar" Ucap Reina kemudian tersenyum licik bersama teman-temannya.
..............
Keesokan harinya
"Sayang, hari ini kakak bakalan pulang lambat jadi kamu ngk perlu nungguin kakak" Ucap Habib kepada Ar yang sedang memasangkan dasi untuknya.
"Iya Kak, tapi sesibuk apapun kakak jangan lupa shalat dan makan" Ucap Ar.
"Iya sayangku, kalau gitu kakak berangkat dulu ya" Pamit Habib.
"Kakak engga sarapan dulu" Tanya Ar.
"Nanti aja di kantor, kan kamu juga udah siapain bekal buat kakak" Ucap Habib memperlihatkan kotak makanan yang Ar berikan kepadanya tadi.
"Iya udah deh" Ucap Ar.
"Eh tapi nanti siang boleh kan aku ke kantor sekalian bawain makan siang" Ucap Ar.
"Engga usah sayang, kakak bisa makan di kantin kantor lagian kalau ada kamu nanti kakak engga bisa fokus kerja lagi" Ucap Habib.
"Ya udah deh" Ucap Ar pun menurut.
"Lama sekali Papa menunggu kalian, apa tidak cukup bulan madunya selama hampir sebulan ini" Ucap Pak Andi menggoda mereka.
"Tidak Pa, dan maaf juga sudah buat Papa menunggu tapi memang ada yang tidak mau melepaskan ku jadinya harus membujuk dia dulu supaya mau membiarkan ku pergi bekerja" Ucap Habib sambil tersenyum melihat Ar.
"Bukannya kakak yang tidak mau melepaskan ku tadi" Ucap Ar tanpa sadar membuat mereka tertawa.
"Ada apa, kenapa kalian tertawa" Tanya Ar heran dan belum menyadari ucapannya tadi.
"Karena kamu membongkar rahasia yang seharusnya kita saja yang tau" Ucap Habib.
Setelah mendengar itu Ar pun baru menyadari dan pipinya yang putih pun berubah menjadi kemerahan karena malu.
"Sudah sudah, maklum saja mereka kan penganting baru jadi masih butuh waktu bersama" Ucap Mamanya Ar.
"Ya sudah kalau gitu, Habib ayo kita beranhkat sekarang" Ucap PapaNya Ar.
"Eh iya Pa" Ucap Habib.
Setelah berpamitan mereka pun berangkat ke kantor.
"Aisyah" Panggil Bu Dar kepada Ar setelah Habib dan Pak Andi pergi.
"Iya Ma" Jawab Ar.
"Mama sama Umi kamu mau ke butik, kamu mau ikut" Tanya Bu Dar.
"Nanti aja deh Ma, Ar nyusul soalnya Ar mau mandi dulu sekalian beresin barang-barang yang masih berantakan" Ucap Ar.
"Ya udah kalau gitu Mama berangkat dulu ya" Pamit Bu Dar.
"Umi juga berangkat ya sayang, kalau kamu mau nyusul nanti suruh anter sama supir aja ya" Ucap Bu Ani.
"Iya Ma. Umi" Ucap Ar kemudian menyalami tangan keduanya.
Setelah Bu Dar dan Bu Ani pergi, Ar pun kembali ke kamarnya untuk membereskan barang-barangnya yang masih berantakan.
Saat Ar sedang membereskan barang-barang, tiba-tiba hpnya berbunyi. Ar pun melihat siapa yang menelpon.
"Kak Habib" Batin Ar setelah melihat nama Habib di layar hpnya.