
Ar dan teman temannya mengikut pengajian dengan sangat serius karena pemateri dan motivatornya sangat pandai membuat suasana supaya tidak ada yang merasa mengantuk.
Sekitar 2 jam acara tersebut di adakan mulai dari pukul 4 sore hingga waktu shalat magrib, mereka juga ikut shalat berjamaah di masjid itu.
Setelah shalat magrib Ar mendekati motivator yang menurutnya sepupu Rehan.
"Kakak Nia kan?" Tanya Ar yang berada di dekat motivator yang bernama Nia.
"Iya, kamu Aisyah kan yang katanya mau ketemu itu" Ucap Nia kemudian menjabat tangan Ar
"Iya kak, salam kenal kak dan kenalin juga ini teman saya namany Anin, Ajeng, dan Arin" Ucap Ar memperkenalkan mereka satu persatu.
"Saya Nia" Ucap Nia memperkenalkan diri.
"Kakak tadi hebat banget nyampain motivasi untuk kita semua" Ucap Ajeng memuji Nia yang memanjadi motivator tadi.
"Kakak juga masih belajar dan baru hijrah juga sebenarnya" Ucap Nia merendah.
"Nih kak teman saya juga mau hijrah, kami juga sebenarnya juga mau coba sih belajar dikit dikit lah kakak" Ucap Anin yang di iyakan oleh Ar, Arin dan Ajeng.
"Kakak bisa kasi kalian motivasi cara supaya engga menunda niat baik itu kalau kalian memang serius mau hijrah" Ucap Nia yang membuat mereka senang.
"Ya sudah karena ini sudah malam jadi besok atau kapan pun itu kalian punya waktu bisa ikut kakak pengajian atau kita adakan pertemuan berlima. Untuk sekarang kakak ini kakak kasi nomer hp kakak buat kalian save dan kalau ada perlu bisa hubungi kakak" Ucap Nia kemudian memberikan nomer hpnya.
Mereka kemudian berbicara membahas beberapa pertanya yang Ar dan teman temannya ajukan untuk di jawab oleh Nia.
Setelah shalat isya mereka pun keluar dari masjid karena ingin pulang.
"Ar gue anterin kakak Nia pulang dulu, lo engga apa apakan pulang sendiri" Ucap Rehan saat di parkiran dekat mobil Rehan.
"Iya kan ada teman gue juga jadi engga apa apa santai aja" Ucap Ar.
Melihat Ar yang sangat akrab dengan Rehan membuat teman temannya saling pandang karena baru kali ini Ar mau seakrab ini sama cowok selain Habib.
Rehan pun masuk ke mobil dengan Nia kemudian pergi meninggalkan pesantren.
"Kita pulang juga sekarang" Ucap Anin.
"Aisyah" Suara pria yang Ar kenal membuatnya berhenti.
Habib datang mendekati Ar yang hendak masuk ke mobil. Melihat Habib berlari mendekatinya Ar sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Habib.
"Habib"
"Aku temani kamu pulang, eh maksudnya inu udah malam dan kamu nyetir sendiri jadi aku ikuti kamu sampai rumah kalau kamu engga keberatan" Ucap Habib dengan sedikit gugup.
Ar dan teman temannya sangat kaget melihat Habib yang berubah sikap seperti itu, biasanya dia tidak ingin diganggu sekarang dia yang lebih dulu menemui Ar.
"Iya boleh karena rumah temanku juga beda arah" Ucap Ar senang.
"Ya udah Ar kalau gitu kita pamit duluan" Ucap Arin dan Ajeng.
"Lo engga apa apa gue tinggal?" Tanya Anin pada Ar.
"Engga apa apa kan ada Habib" Ucap Ar dengan senang.
"Kalian hati hati ya, daah" Ucap Ar pada teman temannya yang sudah pulang.
"Ayo" Ajak Habib Kepada Ar.
Ar kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan pekarangan pesantren yang di ikuti Habib di belakangnya
Habib mengikuti mobil Ar dari bekakang karena memang rumah mereka searah juga.
"Makasih Bib udah mau nemenin aku pulang, mau masuk dulu" Ucap Ar berada di samping mobil Habib setelah sampai dan turun dari mobilnya.
"Lain kali aja, ini udah malam engga enak sama om dan tante. Aku kirim salam aja sama mereka" Ucap Habib yang juga sudah turun dari mobilnya.
"Ya udah deh, sekali lagi makasih" Ucap Ar yang tak berhenti tersenyum pada Habib.
"Iya aku pulang dulu, Assalamu'alaikum" Ucap Habib kemudian masuk ke dalam mobilnya lagi.
"Wa'alaikumusalam, dah" Ucap Ar melambaikan tangan saat mobil Habib menjauh.
"Mimpi apa gue semalan bisa ngobrol kayak gitu sama Habib lagi" Ucap Ar senang kemudian masuk ke dalan rumah tak lupa menutup gerbang rumahnya.
.............
Jangan lupa vote, rate 5, like dan komen
Terima Kasih