Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Siapa dia?



Flasback on


"Itukan Mobil Aisyah" guman Habib saat melihat Mobil Ar yang masuk ke sebuah kampus.


Habib memberhentikan mobilnya di depan kampus itu kebetulan pesantren tempat ia mengajar berada tak jauh dari kampusnya Ar.


"Apa itu benar Aisyah. kenapa pakaian seperti itu tapi setiap kali dia bertemu denganku tidak sekalipun dia memakai pakaian ketat meskipun tidak memakai hijab tapi sekarang.... apa setiap hari dia seperti ini kecuali bertemu dengannya" ucap Habib saat melihat Ar keluar dari mobilnya.


Hari ini Ar memakai celana jeans panjang dan baju lengan panjang tapi ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan rambut dia ikat asal asalan terapi masih terlihat cantik di tambah polesan make up yang natural.


Habib turun dari mobilnya kemudian berjalan masuk ke dalam kampus itu tapi dia tidak mendekati Ar hanya bersembunyi di balik mobil.


"Hai Ar ntar malam jalan bareng yuk" ucap salah satu pria yang mendekati Ar.


Ar hanya dia dan mengacuhkan pria itu, "Makin cantik aja kamu Ar"


Begitulah beberapa godaan para pemuda itu yang didengar oleh Habib.


"Apa apaan mereka, beraninya mengatakan itu kepada Aisyah"ucap Habib tidak terim mendengar ucapan para pria itu dan memandang Ar dengan penuh nafsu.


Habib mengepalkan tangannya berusahan menahan emosi dia sangat ingin mendatangi para pemuda itu dan menghajar mereka tetapi dia masih sadar akan statusnya sekarang sebagai ustadz yang harus menjadi contoh yang baik.


Sementara Ar hanya cuek dan mengacuhkan para pemuda yang dianggap gila perempuan itu.


Habib pun pergi dari tempat itu untuk ke pesantren sembari mengontrol emosinya.


flashback Off


"Andai hubungan gue sama Aisyah masih sama seperti dulu pasti saat itu gue ada di sampingnya dan akan menghajar para pria kurang ajar itu" ucap Habib setelah mengingat kejadian di kampusny Ar yang sedang di goda oleh para pria.


Saat ini Habib sudah berada di rumahnya, dia berdiri di balkon sambil menatap langit yang gelap yang di terangi oleh bintang dan bulan yang sangat indah.


"Ya Allah apa yang terjadi pada perasaanku, apa aku mencintai Aisyah atau hanya sebatas rasa antara sahabat seperti dulu" gumam habib sambil menatap ke langit.


Di tempat lain Ar yang juga sedang menatap langit di taman depan Vilanya itu juga berkata "Bib, aku mencintai kamu tapi aku mungkin bukan wanita idamanmu, aku hanya bisa berharap jika suatu saat kita berjodoh tapi kalau tidak aku akan berusaha ikhlas meskipun itu akan sangat sulit" ucap Ar


###


Ke esokan Harinya


Ar keluar dari Vilanya dengan pakaian yang sudah rapih, kemudian masuk ke mobilnya sambil membawa tas selempangnya yang berisi beberapa buku.


Jam menujukkan pukul 7.30 pagi, Ar meninggalkan Vila itu untuk ke kampusnya, karena perjalanan dari Vila ke kampus sekitar 2 jam dan dia ada jadwal kuliah nanti 10 nanti jadi dia harus berangkat pagi.


Sesampainya di kampus dia keluar dari mobilnya dengan wajah cueknya, baru saja dia berjalan tiba tiba ada yang menabraknya dan membuat Ar hampir jatuh dan orang yang menabraknya itu sudah berjongkok memungut bukunya yang jatuh, beruntung masa PMS nya hari ini berakhir jika tidak dia akan mudah marah apalagi jika ada yang menabraknya seperti itu.


"Maaf maaf sayang ngk sengaja" ucap orang itu setelah memungut semua barangnya yang jatuh.


"Maaf tadi saya buru buru jadi...." ucap orang itu lagi tapi perkataannya terhenti ketika berhadapan.dengan Ar.


"Cantik skli wanita ini" ucap orang itu dalam hati.


Ar masih tetap berdiri dengan wajah cueknya sambil melihat pemuda itu. Orang yang bertambrakan dengn Ar memang lah seorang Pria.


"ngapain lo liatin gue" ucap Ar jutek dengan pria di hadapannya.


Ar tidak mempedulikan orang itu, dia kembali berjalan ke ruangannya karena sebentar lagi jadwal kuliahnya.


"Hei tunggu kita belum kenalan" Pria itu mengejar Ar.


Setelah berhasil mengejar Ar dan sudah berjalan dia sampingnya pria itu mengulurkan tangannya. " kenalin nama aku...." ucap pria itu.


"Ngk penting siapa Lo tapi sebaiknya Lo jauh jauh dari gue" ucap Ar memotong perkataan pria itu sebelum menyebutkan namanya.


Beberapa Mahasiswa/i melihat Ar yang berbicara kepada pria membuat mereka bertanya tanya bahkan ada yang mengira kalau itu salah satu fansnya Ar atau bahkan pacarnya.


"Eh siapa itu yang bicara sama Ar, ngk biasanya dia bicara sama cowok di kampu"


"Siapa sih tu cowok berani banget deket Ar bahkan Ar juga mau bicara sama tu cowok"


"Ar kenapa bisa bicara sama itu cowok sih, sok kecakepan banget"


"Eh itu cowok yang bicara sama Ar ganteng banget deh pantes aja Ar mau bicara sama dia"


Ucapan orang yang melihat mereka membuat Ar kesal tapi dia tidak mengurusi itu dulu karena dia sangat malas berurusan sama mereka.


Ar kembali berjalan dan meninggalkan cowok itu yang memanggilnya tapi tidak mengejar Ar lagi.


"Hei... Cewek aneh baru kali ini gue di cuekin sama cewek" gumam cowok itu kemudian pergi ke ruangan dosen karena dia melihat banyak mahasiswa yang melihatnya tapi dia cuek saja kemudian berjalan.


"Ar.... gue kirain Lo ngk masuk hari ini" ucap Arin heboh.


"berisik Lo" ucap Ar sambil menyenggol Arin yang berada di depannya.


"Lo ngk apa apa kan Ar" ucap Ajeng khawatir


"Gue bukan cewek cengeng yang bakalan nangis cuma gara gara cowok" ucap Ar dengan cueknya, meskipun kemarin dia sempat menangis tapi Ar tidak ingin temannya tau


"Trus kenapa muka lo kayak kesel gitu" ucap Anin yang melihat Ar terlihat sangat kesal


Ar pun menceritakan kejadian tadi yang bertemu dangan cowok itu.


"Cowok itu ganteng ngk Ar" tanya Arin


"Namanya siapa Ar" tanya Ajeng juga


"Ngk biasanya Lo tanggapi cowok di kampus meskipun mereka gangguin Lo" ucap Anin juga


"berisik Lo pada, gue lagi kesel jadi ngk usah banyak nanya" ucap Ar semakin kesal dengan pertanyaan ke 3 temannya.


Sebelum Anin hendak membalas ucapan Ar, tiba tiba datang orang yang mereka bicarakan masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa beberapa buku.


...................


Jangan lupa Vote, rate, like dan komen


Terima Kasih