
Setelah memilih gaun mereka pun pulang, Rehan dan Abinya juga Papanya Ar yang sudah memilih pakaian yang akan di kenakan di hari pernikahan pun pulang. Mereka memang pergi di butik yang berbeda.
Mereka semua pergi ke rumah Rehan, untuk selanjutnya mengadakan makan siang.
"Abi, Umi, Tante, Om, dan semua yang ada di sini sebelumnya Rehan mau bicara sama kalian" Ucap Rehan saat mereka semua sudah berada di ruang tamu termasuk para sahabat Ar.
"Ada apa Nak,kelihatannya serius sekali" Tanya Pak Bambang melihat Rehan yang serius berbicara.
"Rehan sebelumnya mau minta maaf ke kalian. Bukannya Rehan mau membuat kalian kecewa tapi Rehan benar-benar engga bisa lagi menutupi ini dari kalian" Ucap Rehan dengan serius.
"Apa maksud kamu Han" Ucap Pak Bambang heran.
"Abi, dan kalian semua terutama buat kamu Syah. Rehan benar-benar minta maaf kalau sebenarnya Rehan sudah punya wanita pilihan Rehan yang sejak dulu Rehan sukai dan bahkan kami sudah taaruf sebelum kenal dengan kamu Syah" Ucap Rehan sambil menunduk.
"Apa maksud kamu Han, apa kamu mau mempermalukan keluarga kita dengan mengatakan itu sekarang" Ucap Pak Bambang marah.
"Rehan engga bermaksud seperti itu Abi, tapi Rehan udah engga bisa terusin pernikahan ini sementara Rehan masih mencintai wanita lain" Ucap Rehan.
"Kak Rehan benar-benar melakukannya" Batin Ar setelah mendengar ucapan Rehan.
"Om, Tante, Rehan minta maaf" Ucap Rehan pada orang tua Ar.
"Kamu keterlaluan Rehan, apa kamu pikir dengan minta maaf bisa menyelesaikan masalah ini" Ucap Pak Bambang Marah.
Ar dan para sahabat Ar yang melihat itu tidak tega karena dia Rehan harus berkorban seperti itu dan di salahkan.
"Ar kasian kak Rehan, kenapa lo diem aja sih" Ucap Ajeng sambil berbisik pada Ar.
"Kak Rehan yang suruh gue diem, dan sebelum gue di tanya engga boleh bicara katanya" Ucap Ar juga berbisik.
Mereka pun kembali melihat Rehan.
"Pa, bilang ke Om Bambang supaya engga marah ke kak Rehan karena Aisyah engga masalah juga kalau pernikahan ini batal" Ucap Ar pada Papanya sambil berbisik.
"Kamu yakin sayang" Tanya Pak Andi memastikan.
"Iya Pa, kan kita juga sebenarnya engga saling cinta juga kan" Jawab Ar.
"Maaf Pak, kalau memang Rehan sudah punya pilihan lain kami tidak masalah, toh undangannya juga baru besok mau di bagikan jadi masih ada kesempatan. Mungkin mereka memang belum berjodoh" Ucap Pak Andi menghentikan Amarah Pak Bambang pada Rehan.
"Saya juga mau minta maaf sebenarnya Pak, kalau anak saya Aisyah ini sebelumnya tidak pakai hijab bahkan baru beberapa hari ini dia memakainya. Maafkan saya juga telah berbohong dengan memberi foto berhijab Aisyah dan juga mengatakan kalah anak saya selalu memakai hijab. Saya betul-betul minta maaf, mungkin mereka memang tidak berjodoh dan wanita pilihan Rehan itu memang yang terbaik untuk Rehan" Ucap Pak Andi penuh penyesalan karena dulu pernah mengatakan kalau Ar selalu berhijab jadinya Pak Bambang berniat menjodohkan mereka.
"Kak, maafkan kami. Ani aku juga selaku Ibunya Aisyah minta maaf karena kami ingin mendapatkan suami untuk anak kami ini seorang ustadz atau yang paham agama supaya bisa membimbing Aisyah tapi kami melakukannya dengan cara tidak jujur pada kalian sejak dulu" Ucap Bu Dar juga merasa bersalah.
"Aduh kenapa jadi gini sih" Batin Ar mendengar ucapan orang tuanya.
"Kami sebetulnya sangat kecewa mendengar semua itu Andi tapi anak kami yang juga tidak jujur sejak awal ini juga membuat saya kecewa. Mungkin benar kalau memang mereka tidak berjodoh dan apapun yang mereka inginkan sekarang saya setuju saja demi kebahagiaan mereka" Ucap Pak Bambang mulai tenang.
"Jadi pernikahan kalian di batalkan begitu" Tanya Bu Ani.
"Iya Umi mereka seperti tidak saling mencintai jadi percuma aja kita jodohin mereka kalau nantinya mereka akan berpisah juga" Ucap Pak Bambang.
"Sebenarnya Umi tidak ingin pernikahan ini sampai batal, Umi sudah menyukai nak Aisyah apalagi Umi sangat ingin berbesan dengan sahabat Umi satu-satunya" Ucap Bu Ani.
"Aku juga sebenarnya sangat ingin berbesanan dengan kamu Ni, tapi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak mereka" Ucap Bu Dar juga.
"Baiklah kalau itu yang menurut kalian yang terbaik Umi ikut saja" Ucap Bu Ani pun setuju.
"Tapi meskipun perjodohan ini batal jangan sampai hubungan kekerabatan kita putus" Ucap Pak Andi kemudian.
"Tentu Andi, kita akan tetap menjadi keluarga bahkan sejak dulu aku sudah menganggap kalian keluargaku sebelum perjodohan ini" Ucap Pak Bambang.
"Rehan karena kamu bilang sudah ada wanita lain yang kamu sukai maka pertemukan kami dengannya supaya kalian bisa segera menikah" Ucap Pak Bambang lagi.
"Baik Abi, besok kita ke rumahnya sekalian melamar dia kalau Abi tidak keberatan" Ucap Rehan membuat semua orang di sana terkejut terutama Ar.
"Siapa wanita yang dimaksud kak Rehan, apa benar dia juga selama ini menyukai wanita lain tapi apa maksudnya dia mengatakan kalau dia mencintai aku" Ucap Ar dalam hati
"Tidak Rehan, Umi tidak setuju kalau harus melamar dia secepat itu pasalnya kamu yang membatalkan perjodohan jadi biarkan nak Aisyah dulu yang menikah dan kita harus memilihkan pria baik untuknya" Ucap Bu Ani menolak.
"Ni, tidak masalah kalau kalian memang akan melamar wanita itu, iyakan Nak" Ucap Bu Dar kemudian bertanya pada Ar.
"Kalau saya sih terserah kalian saja" Ucap Ar seadanya.
"Tapi benar juga kata Umi kamu Rehan, besok kita adakan saja dulu acara makan malam bersama di rumah ini karen kami juga harus mengenal mereka terlebih dahulu sebelum melamar" Ucap Pak Bambang.
"Iya sudah besok aku undang dia dan keluarganya ke sini" Ucap Rehan tersenyum.
"Untung aja sesuai dengan rencana, kalau tidak pasti aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai" Batin Rehan.
"Kalau begitu sebagai kita makan siang terlebih dahulu karena masalah ini kita terlambat makan siang" Ucap Bu Ani.
"Iya. ayo kita makan siang dulu. Masih" Ucap Pak Bambang mengajak mereka semua untuk makan.
Selesai makan Ar, orang tuanya dan juga para sahabatnya pun pulang dari rumah Rehan.
Sebelum pulang Rehan dan Ar sempat berbicara.
"Kak, aku mau bicara nanti jadi apa kita bisa ketemu atau lewat telpon saja terserah kakak" Ucap Ar sambil berbisik pada Rehan yang berada di dekatnya.
"Nanti malam sesudah isya aku telpon kamu untuk membicarakan hal ini, karena aku tau pasti kamu banyak bertanya" Ucap Rehan juga berbisik.
Malam Harinya
"Ar kak Rehan nelpon tuh" Ucap Arin melihat hp Ar.
Ar yang sedang rebahan di kasur pun langsung berdiri dan berjalan ke sofa yang berada di kamarnya untuk mengambil hpnya yang berada di meja depan Arin.
"Ar bukannya pernikahan kalian udah du batain terus kenapa bisa dia nelpon lagi" Tanya Ajeng.
"Ada hal penting yang harus gue selesain sama dia" Jawab Ar kemudian mengangkat telpon Ustadz Rehan.
"Assalamu'alaikum Syah" Sapa Rehan setrlah sambungan telponnya terhubung.
"Wa'alaikumusalam kak" Jawab Ar.
"Maaf baru nelpon soalnya tadi lagi ngobrol dulu sama Abi dan Umi masalah pernikahan kita yang dibatalin" Ucap Rehan.
"Iya Kak" Jawab Ar singkat.
"Ow iya kak, gimana sama cewek yang kakak bilang tadi, apa betul kakak udah dapat wanita lain seperti yang kakak bilang tadi siang" Tanya Ar langsung.
"Masalah itu sebenarnya aku kerjasama dengan Imah , karena kan dia juga katanya mau bantu kamu buat bersama lagi sama Habib. Katanya juga dia merasa bersalah sama kamu tapi aku engga tau alasannya apa yang jelas dia sendiri yang tawarin diri buat pura-pura jadi wanita yang ku bilang tadi. Aku juga setuju buat batalin pernikahan sebenarnya karena Imah yang menjelaskan kalau sudah seharusnya kalian bersama dan dia juga yang ngasih saran itu ke aku" Jelas Rehan.
"Jadi Imah, tapi heran aku kak kenapa dia mau melakukan itu dan katanya dia bersalah tapi bersalah karena apa" Ucap Ar.
"Sudah lah Syah engga usah di pikirin, sekarang ini tinggal memberitau orang tua kamu kalau Habib akan melamar kamu" Ucap Rehan.
...............
Maaf kalau ceritanya agak aneh dan bikin bingung.
Terima Kasih atas dukungannya