Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Bulan Madu



Habib, Ar dan ketiga sahabatnya Ar sekarang berada di sebuah mall terbesar di kota itu milik keluarga Habib.


"Selamat siang Tuan Muda" Sapa salah satu penjaga di sana dengan penuh hormat.


Habib hanya tersenyum sambil mengangguk kemudian kembali berjalan masuk ke dalam mall.


"Kenapa tadi penjaga itu cuma sama kamu Bib, kita engga di sapa padahalkan kita juga mau masuk" Ucap Arin.


"Iyalah Rin cuna Habib yang di sapa karena kan dia pemilik mall ini jadi wajarlah kalau penjaga itu sapa Habib kayak gitu" Ucap Anin.


Mendengar itu Arin, Ajeng dan Ar pun terkejut karena baru mengetahui bahwa Habib mempunyai Mall yang sangat besar.


"Mall ini punya kamu kak" Tanya Ar kepada Habib.


"Bukan, ini punya Abi. Aku cuma punya kamu kok" Ucap Habib tersenyu.


"Kak... Aku ini serius loh, kamunya malah bercanda" Ucap Ar.


"Ini aku juga serius, Mall ini punya Abi" Ucap Habib.


"Udah lah dari pada kalian mikirin yang engga penting lebih baik kalian nikmati kesempatan belanja ini" Ucap Habib mengalihkan pembicaraan.


"Jadi kita boleh nih belanja sepuasnya Bib" Tanya Ajeng antusias.


"Iya, kalian boleh pilih apapun yang kalian mau" Ucap Habib membuat keempat perempuan itu merasa senang.


"Akhirnya bisa belanja lagi" Ucap Arin senang.


"Jadi kalian mau kemana dulu nih" Tanya Habib.


"Kita ke sana aja yuk, liat sepatu dulu" Ucap Ae sambil menunjuk salah satu toko.


Mereka dengan penuh semangat memilih barang-barang yang mereka inginkan, tak lupa Ar yang sudah menjadi istri pun memilihkan baju untuk suaminya.


Hampir 4 jam mereka menghabiskan waktu di Mall besar itu, mereka menonton, berbelanja, makan dan tak lupa shalat.


"Gimana, masih ada lagi yang mau di beli atau sekarang kita langsung pulang aja" Tanya Habib setelah mereka selesai shalat asar.


"Gue sih udah capek banget nih" Ucap Anin.


"Gue juga udah capek" Ucap Arin.


"Sama, kita pulang aja deh" Ucap Ajeng.


"Kamu gimana sayang" Tanya Habib kepada Ar.


"Kita pulang aja deh, aku juga capek nih" Jawab Ar.


"Ya udah kita pulang sekarang" Ucap Habib. "Tapi sebentar". Habib menelpon seseorang.


"Belanjaan kalian biar mereka yang bawa" Ucap Habib sambil menunjuk beberapa orang berseragam seperti penjaga yang menyapa Habib saat baru masuk.


"Kalian bawa belanjaan ini ke mobil saya" Perintah Habib.


"Baik Tuan Muda" Jawab mereka.


Barang-barang yang mereka beli sangatlah banyak hingga memenuhi mobil.


........


Keesokan harinya.


Habib, Ar, ketiga sahabatnya Ar beserta Orang tua Habib dan Ar sekarang sudah berada di depan rumah Ar.


Hari ini mereka ingin pergi berbulan madu, semua barang-barang mereka pun sudah siap dan dimasukkan ke dalam mobil.


"Iya Ar, sampai di sana hubungin kita ya" Ucap Ajeng pun sedih.


"Iya sahabatku, gue juga pasti kangen sama lo. Sampai di sana gue bakalan hubungi kalian sambil pamer tempat-tempat bagus disana" Ucap Ar.


"Jangan cuma di pamerin Ar, bawain kek sekalian hadian dari sana buat kita" Ucap Ajeng


"Iya iya, engga mungkin lah gue engga bawa apa-apa buat kalian di sana kecuali kalau gue lupa" Ucap Ar tersenyum.


"Kita bakalan ingetin lo Ar, tenang aja" Ucap Arin.


Arin dan Ajeng pun bergantian memeluk Ar.


"Lo hati-hati ya" Ucap Anin sambil memeluk Ar.


"Lo juga kalau udah mau berangkat ke negara J kabarin gue ya" Ucap Ar.


"Iya pasti" Jawab Anin.


Anin memang hendak melanjutkan kembali pendidikannya di luar negri, dan sekarang sedang menunggu pengumuman kelulusannya setelah di salah satu universitas ternama di negara J.


"Habib, kamu jagain menantu Umi di sana. Kalau sampai dia ada kekurangan apapun setelah pulang kamu bakalan Umi hukum" Ucap Bu Ani kepada Habib .


"Mentang-mentang udah punya menantu, anaknya sendiri engga di perhatiin" Ucap Habib.


"Iya lah, Aisyah bukan sekedar menantu tapi udah jadi Anak Umi sekarang" Ucap Bu Ani.


"Iya deh iya, istri Habib kan memang terbaik jadinya di sayang sama semua orang" Ucap Habib.


"Apasih kak, pujiannya berlebihan banget" Ucap Ar tersenyum.


"Mama, titip Aisyah sama kamu ya Habib. Jagain putri mama satu-satunya ini" Ucap Bu Dar kepada Habib.


"Iya Ma, Habib bakalan jagain Aisyah semaksimal mungkin" Ucap Habib.


"Sudah-sudah, Habib pasti sudah tau kewajibanya sebagai seorang suami. Ayo sekarang kalian berangkat nanti ketinggalan pesawat" Ucap Pak Andi.


"Iya kalian sekarang berangkat sana, nanti keburu macet" Ucap Pak Justin.


Setelah berpamitan, Habib dan Ar pun masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.


Sesampainya di bandara mereka langsung ke tempat tunggu karena pesawat mereka 20 menit lagi.


"Kita beneran 2 bulan di luar negerinya" Tanya Ar kepada Habib yang duduk di sampingnya.


"Iyalah kan kita ke negara H dulu baru kita umroh sekalian liburan di sana terus kita ke negara L baru deh kita pulang" Jelas Habib.


"Apa itu engga terlalu berlebihan, pasti banyak banget biaya yang di keluarin" Ucap Ar.


"Masalah biaya kamu engga usah khawatir, Abi sama Umi udah siapin jadi kita tinggal nikmatin aja. Sebenarnya akunya juga engga enak sama mereka tapi karena dipaksa jadi engga baik juga kan di tolak permintaan orang tua" Jelas Habib.


"Iya juga sih" Ucap Ar.


"Ya udah yuk" Ajak Habib.


5 jam perjalanan mereka tiba di negara tujuan mereka.


........


Jangan lupa vote, rate 5, like dan komen.


Terima Kasih