
"Maaf kalau aku terlalu ingin tau, tapi aku mau nanya kamu tadi dari mana dan kenapa bisa sama orang tua Habib" Tanya Rehan ingin tau sedari tadi melihat Ar datang dengan orangtua Habib tapi dia tidak melihat kedatang Habib juga.
"Aku tadi kebandara" Ucap Ar sambil menunduk.
"Kamu ngapain ke bandara" Tanya Rehan heran.
"Aku.... aku pergi ngejar Habib" Ucap Ar ragu untuk mengatakannya.
"Kejar Habib?" Tanya Rehan bingung.
"Iya Kak, tapi aku terlambat karena dia udah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya" Ucap Ar mulai terisak.
Mengengar isakan Ar, Rehan pun mengerti.
"Kamu masih mencintai Habib?" Tanya Rehan pada Ar.
"......." Ar diam tidak menjawab.
"Syah, aku memang mencintai kamu. tapi kalau kamu memang mencintai Habib apalagi kalian saling mencintai maka aku ikhlas kamu sama dia dan membatalkan pernikahan kita" Ucap Rehan dengan tulus.
"Kak....." Ar tak percaya dengan apa yang Rehan katakan.
"Syah, kamu kejar Habib. Suruh dia pulang dan kalian menikahlah" Ucap Rehan.
"Kak, sebenarnya tadi aku udah bilang ke Abi dan Uminya Habib supaya menyuruh Habib pulang, tapi kalau dalam waktu 3 hari dia engga pulang maka aku akan tetap menikah sama kakak" Ucap Ar dengan menunduk.
"Kalau begitu kita tunggu sampai 3 hari dan kalau memang Habib pulang maka aku akan bilang ke orang tua kita untuk membatalkan pernikahan ini dengan alasan aku sudah punya wanita pilihan lain" Ucap Rehan dengan senyum yang sebenarnya dia tidak rela tapi demi kebahagiaan Ar dia lakukan semua ini.
"Tapi kak, seharusnya aku yang mengatakan itu tapi kenapa kakak" Ucap Ar mendengar perkataan Rehan.
"Sudahlah semuanya akan baik-baik saja kalau aku yang bilang seperti itu dan ini juga demi kebaikan kita bersama" Ucap Rehan meyakinkan Ar.
"Tapi...." Ucappan Ar terputus.
"Sudahlah, ayo kita masuk tidak enak kalau kita berlama - lama di sini berdua" Ucap Rehan mengajak Ar masuk ke dalam rumah dan bergabung dengan yang lainnya.
Rehan kembali bergabung dengan para bapak-bapak di sana sekaliagus membicarakan masalah bisnis karena selain sebagai ustadz, Rehan pun bekerja dalam dunia bisnis membantu orangtuanya.
Sedangkan Ar bergabung lagi dengan para sahabatnya.
"Apa yang kak Rehan bicarakan pada lo tadi Ar" Tanya Anjeng ketika Ar sudah duduk.
"Pasti dia ngucapin selamat dan kasi hadiah buat lo iyakan" Tebak Arin.
"Engga ada hal penting, tadi dia cuma nanya gue dari mana sampai pulang bareng orangtuanya Habib" Ucap Ar jujur.
"Pasti dia cemburu itu Ar, lagian lo kenapa sih bisa pulang bareng orangtuanya Habib" Ucap Anin.
Ar pun menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi dan kemana dia pergi tadi.
"Menurut gue ini Ar keputusan lo ini buat nunggu Habib kayaknya salah deh, soalnya kak Rehan itu cinta banget sama lo Ar bahkan dia rela berkorban demi lo" Ucap Ajeng setelah mendengarka ucapan Ar.
"Iya tapi menurut gue, Habib memang harus di kasi kesempatan sih. Karena kita semua sudah tau jugakan dari orangtuanya Habib kalau semua itu cuma kesalah pahaman waktu kita melihat Habib bersama cewek itu" Ucap Arin berlawanan dengan pendapat Ajeng.
"Tapikan tetap Habib udah tega buat Ar menderita dan menunggu lama dan dia bahkan baru sekali di tolak udah menyerah gitu" Ucap Ajeng menyalahkan Habib.
"Ar itukan engga cinta sama kak Rehan sedangkan dengan Habib mereka saling mencintai jadi harusnya mereka bersama" Ucap Arin membela Habib.
"Kenapa lo jadi belain Habib sih, dulukan kita sama-sam setuju Ar sama Kak Rehan" Ucap Ajeng mulai berdebat.
"Iya karena gue baru tau dari penjelasan Ar tadi kalau sebenarnya Habib cinta sama Ar jadi itu bagus dong buat mereka" Ucap Arin.
"Kalian ini berisik tau, Ngapain coba berdebat masalah ini. Semua keputusan ada sama Ar dan apapun yang terjadi kita harus dukung sahabat kita bukannya kalian berdebat dengan pendapat masing-masing" Ucap Anin menghentikan perdebatan mereka.
Ar semakin bingung dengan siapa yang harus dia pilih. Ar akui Rehan sangat baik dan merupakan pria idaman, tapi dia mencintai Habib yang sangat cuek itu.
Beruntunglah mereka agak jauh dari para tamu jadinya pembicaraan mereka tidak ada yang mendengarnya.
"Jadi lo tetap akan menunggu Habib" Tanya Anin pada Ar.
"Iya gue masih pengen kasi kesempatan lagi buat hubungan gue bakalan seperti apa nantinya" Ucap Ar.
"Iya udah kalau begitu kita selalu dukung lo" Ucap Anin yang di iyakan oleh Arin dan Ajeng.
Beberapa saat kemudian para tamu pun pulang dan kini tinggal keluarga Rehan, sahabat-sahabat Ar dan juga orang tua Habib.
"Alhamdulillah acaranya sudah selesai" Ucap Pak Andi.
"Kalau begitu kami juga pamit Andi" Ucap Pak Justin.
"Kenapa buru-buru Justin" Ucap Pak Andi.
"Kami ada urusan dulu, lain kali kita ketemu lagi" Ucap Pak Justin.
"Baiklah kalau begitu" Ucap Pak Andi.
"Kami pamit dulu Assalamu'alaikum"Ucap Pak Justin dan Bu Anggun pada mereka.
"Wa'alaikumusalam" Jawab mereka.
Pak Justin dan Bu Anggun pun keluar, tapi ketika hendak masul ke dalam mobil tiba-tiba Ar memanggil mereka.
"Umi, Abi" Ucap Ar sambil mendekati Orangtua Habib.
"Sayang, sudah kamu tenang aja ya nanti pasti Umi sama Abi kasi tau Habib jadi kamu jangan sedih lagi ya" Ucap Bu Anggun yang sudah mengerti dengan melihat Ar yang tampak bersedih.
"Iya nak, Abi pastikan Habib pulang demi kamu" Ucap Pak Justin juga menangkan Ar.
Ar pun tersenyum dengan ucapan orang tuanya Habib.
"Nak gitu dong sayang kamu senyum, ya sudah Umi sama Abi pulang dulu. Assalamu'alaikum" Ucap Bu Anggun.
"Iya Umi, Abi. Wa'alaikumusalam" Jawab Ar.
Kemudian pak Justin dan Bu Anggun pun pergi meninggalkan rumah Ar.
"Beberapa hari lagikan kalian menikah jadi bagaimana kalau besok kalian pilih baju pernikahan kalian" Ucap Pak Bambang setelah mereka semua kembali masuk dan duduk di ruang tamu.
Mendengar hal itu Ar dan Rehan saling pandang karena terkejut.
"Iya kami setuju, seminggu lagikan mereka menikah jadi sudah waktunya memilih baju pernikahan kalian" Ucap Pak Andi setuju.
"Persiapannya juga sudah siap tinggal baju pernikahan mereka dan gaun untuk kita saja yang belum siap" Ucap Bu Dar.
"Wah seru tuh tante kalau besok kita belanja buat persiapan pernikahan mereka" Ucap Arin heboh.
"Iya tante kita besok siap buat bantu persiapannya" Ucap Ajeng juga heboh.
"Pasti bakalan seru ini kalau kalian juga ikut kan jadi ramai" Ucap Bu Ani senang.
Sementara Ar dan Rehan hanya diam saja karena mereka juga tidak bisa menolak apalagi jika para orangtua sudah mengatakannya. Sebelum Habib pulang tidak ada yang bisa mereka lakukan dulu selain mengikuti semuanya.
"Gimana Ar, lo bakalan batalin pernikahan ini" Tanya Anin dengan berbisik pada Ar.
"Kita cuma bisa ikutin apa yang akan terjadi sebelum Habib pulang gue sama kak Rehan engga bisa ngelakuin apapun" Ucap Ar juga dengan berbisik.
...........
Jangan lupa vote, rate, like dan komen.
Bantu Author vote supaya bisa masuk dalam rangkin 100 lah.
Terima Kasih