
Setelah perginya Ar dari cafe itu, Lia pun keluar kembali ke duduk di tempatnya tadi. Dia memang sengaja ke toilet setelah membaca pesan dari Bima kalau dia sudah datang.
Semua ini memang sudah di rencana oleh mereka dan rencana itupun berhasil.
"Rencana pertama berhasil selanjutnya pisahin kak Aisyah dari ustadz Rehan" Batin Lia.
"Ya sudah kalau gitu saya harus ke pesantren lagi untuk mengajar, saya permisi. Assalamu'alaikum" Pamit Habib kemudian pergi meninggalkan cafe itu dan berpapasan dengan Bima.
Bima menatap Habib dengan tajam dengkan Habib cuek dan berlalu menginggal Bima.
Setelah Habib pergi Bimapun mendekati Lia dan Imah.
"Li, ternyata ustadz Habib nolak perjodohan ini padahal aku udah seneng banget waktu dia bilang di hadapan kak Aisyah kalau dia nerima tapi ternyata itu hanya pura-pura" Ucap Imah sedih dengan perkataan Habib tadi.
"Udah kamu tenang aja,masih ada kesempatan dan aku yakin ustadz Habib akan bisa jadi milik kamu" Ucap Lia menenangkan Imah.
"Iya lo engga usah cengeng gitu, gue bakalan bantu kalian supaya kita bisa mendapatkan orang yang kita cintai" Ucap Bima juga.
"Maksud kalian apa, dan gimana caranya" Tanya Imah bingung.
"Udah lo tenang aja, itu urusan gue" Ucap Bima santai.
Mereka memang merencakan hal tadi tanpa sepengetahuan Imah.
Di rumah Ar.
"Assalamu'alaikum" Mereka mengucapkan salam setelah masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumusalam, Kalian sudah pulang" Ucap Bu Dar yang sedang menonton tv.
"Iya tante" ucap mereka.
Sementara Ar hanya berlalu dan langsung ke kamarnya.
"loh dia kenapa" Tanya Bu Dar melihat Ar yang menaiki tangga.
"Engga apa-apa tante. Kami ke kamar Ar dulu" Ucap Anin kemudian menyusul Ar.
"Astaga Ar, Stop. Lo ini apa-apaan sih" Ucap Anin setelah memasuki kamar Ar yang sudah berantakan karena Ar marah dan mengacak-ngacak tempat tidurnya hingga seprainya berantakan di lantai.
"Gue kecewa sama Habib, hanya karena gue engga pakai hijab dia lebih memilih perjodohan itu dari pada gue yang jelas mencintainya sejak kecil" Ucap Ar kesal.
"Iya gue tau tapi engga gini caranya. Buktiin sama dia kalau lo bisa berubah dan itu bukan untuk dia" Ucap Anin menenangkan Ar.
Sedangkan Arin dan Ajeng membereskan kembali semua yang sudah di berantakin oleh Ar.
"Lo bilang kan kalau setelah hari ini dia masih engga peduli sama lo maka lo bakalan terima perjodohan lo dan kak Rehan. Gue harap lo bisa tepatin itu dan mungkin emang Kak Rehan itu jodoh lo yang sebenaranya" Ucap Anin setelah Ar mulai tenang.
"Sekarang mendingan lo siapin diri lo buat ketemu nanti malam sama kak Rehan dan keluarganya dan kita bakalan bantu lo terlihat cantik malam ini" Ucap Ajeng mendekati mereka.
"Betul banget tuh Ar, kita selalu ada buat dukung lo, jadi jangan pernah lagi lo sedih karena cowok" Ucap Arin juga ikut bergabung.
"Makasih kalian selalu ada di saat gue susah dan senang" Ucap Ar tersenyum melihat sahabatnya yang dia sayangi.
"Nah gitu dong senyum yuk sekarang kita ke salon terus beli baju buat nanti malam kan kalian mau makan malam di luar kan" Ucap Ajeng.
"Iya tapi ada masalah, keluarga kak Rehan engga tau kalau gue engga berhijab karena orang tua gue ngasih foto gue yang berhijab waktu itu dan pas ketemu juga gue di paksa pakai hijab" Ucap Ar menjelaskan.
"Udah itu soal gampang, nanti kita beli baju syar'i untuk nanti malam. Anggap aja latihan supaya lo bisa terbiasa berhijab, siapa tau dengan ini lo bisa berhijab karena Allah"Ucap Anin bijak.
"Iya Ar. Anggap aja latihan gitu. Kalau misalnya lo nyaman bisa lah lo coba berhijab ke kampus nanti masalah teman-teman yang gosipin lo bisa kita hajar bareng. Iyakan Nin, Rin" Ucap Ajeng yang di iyakan oleh Arin dan Anin.
Ar pun setujuh kemudian mereka izin ke salon sekaligus membeli baju untuk Ar. Sangat seru mereka memilih baju yang cocok untuk Ar dan setelah mendapatkan yang cocok mereka membayarnya ke kasir.
Selesai itu mereka pun pulang dan bertepatan dengan waktu magrib jadi mereka langsung membersihkan diri dan kemudian shalat magrib berjamaah karena Pak Andi pun sudah pulang sejak tadi.
"Setelah shalat isya kita berangkat ya jadi kamu harus siap-siap" Ucap Bu Dar pada Ar setelah mereka selesai shalat.
"Iya Ma" Ucap Ar.
"Tenang tante, ada kita yang bakalan bantu Ar cantik dan Kak Rehan semakin suka sama Arĺ Ucap Arin heboh.
"Iya sudah kalian ke kamar sana, oiya kalian juga boleh ikut ke sana makan malam bersama" Ucap Pak Andi pada sahabatnya Ar.
"Wah, asyik nih. Mkasih Om" Ucap Ajeng senang.
1 jam kemudian.
Kini Ar sudah siap dengan gamis yang sangat indah dan cocok di tubuhnya.
"Wah kamu cantik banget Ar kalau pakai pakaian syar'i seperti ini" Ucap Ajeng kagum melihat penampilan Ar yang sangat anggun.
"Iya sudah ayo kita turun pasti om dan tante udah nungguin kamu" Ucap Anin.
Mereka pun turun menemui Bu Dar dan Pak Andi yang berada di ruang keluarga sudah siap juga dengan pakaian formal mereka.
"Masyaa Allah, anak mama cantik sekali" Puji Bu Dar melihat Ar.
"Sudah pastinya anak papa memang cantik. Ya sudah ayo kita berangkat" Ucap Pak Andi.
Mereka pun pergi dengan memakai 1 mobil cukup untuk 6 orang.
Sesampainya di restoran tempat janjian dengan keluarga Rehan mereka pun bertanya kepada reseptionis.
"Mari Pak, Bu saya antar ke tempat yang di pesan atas nama pak Bambang" Ucap pelayan itu kemudian mereka pun ke sebuah ruang VIP di pesan khusus untuk pertemuan mereka.
Sahabat Ar tidak ikut masuk ke dalam ruangan itu karena tidak ingin mengganggu acara kedua keluarga itu.
"Hai Pak maaf saya terlambat karena biasa 2 wanita ini dandan lama" Ucap Pak Andi yang mendapat sikutan dari Bu Dar.
"Tidak apa-apa Pak, kami pun baru datang" Ucap Pak Bambang.
Mereka pun duduk dan tanpa mereka sadari sedari tadi Rehan tak henti-hentinya menatap Ar yang sangat anggun malam ini.
"Kamu cantik Syah dan melihat ini pasti dia akan menyesal telah menyakiti kamu" Ucap Rehan dalam hatinya.
Pujian dari kedua orang tua Rehan pun membuat Ar malu dan canggung.
"Maaf sebelumnya jadi saya mau langsung saja bertanya mengenai perjodohan kedua anak kita apakah nak Aisyah setujuh karena anak saya Rehan sudah setuju dengan ini. Jadi jika nak Aisyah juga setuju maka perjodohan ini bisa di lanjutkan" Jelas Pak Bambang dan bertanya pada Ar.
"Saya mohon maaf sebelumnya kalau saya sudah lama membuat perjodohan ini digantungkan karena menunggu jawaban saya. Jadi pada hari ini dengan penuh pertimbahangan saya....." Ucapn Ar terhenti membuat semuanya menjadi tegang.
"Saya menerimanya dengan sepenuh hati" Ucap Ar selanjutnya yang membuat kedua keluarga itu sangat bahagia.
"Alhamdulillah, selamat pak. Sebentar lagi kita jadi besan" Ucap Pak Andi memeluk Pak Bambang.
"Jadi hari ini perjodohan anak kita sudah resmi" Ucap Pak Bambang.
...............
Jangan lupa vote, rate, like dan komen
Terima Kasih.