
"Ar kita gimana kalau kita nonton" Ucap Bima kepada Ar saat mereka sudah berada sebuah Mall.
"Boleh aja sih, kamu gimana Bib" Ucap Ar kemudian bertanya pada Habib yang ada di sampingnya.
"Aku sih terserah kamu aja Syah" Ucap Habib setuju.
"Ya udah ayo, kamu mau nonton Apa Ar" Tanya Bima lagi setelah berada di depan loket .
"Bib, kamu mau nonton apa?"Ar bertanya pada Habib.
"Kita nonton film itu aja Syah" Ucap Habib yang menunjuk film yang betema romantis.
"Engga asik lo, bagusan juga film horor atau lo takut ya sama film horor payah" Ucap Bima meledek karena Habib memilik film bergendre Roman.
"Ar gimana kalau kita nonton film horor aja" Tanya Bima kemudian pada Ar.
"Kayaknya aku lebih suka pilihan Habib deh. Jadi lebih baik kita nonton film itu kayaknya seru" Ucap Ar menyetujui pilihan Habib.
"Ya udah deh terserah kamu aja, Saya pesan tiketnya 3 ya" Ucap Bima memesan tiket.
Bima sangat kesal karena sedari tadi Ar selalu bertanya pada Habib dan lebih memilih apa yang Habib mau.
"Kenapa selalu si ustadz ini sih yang Ar turuti, awas aja lo ustadz gue bakalan buat Ar jauh dari lo" Batin Bima kesal.
Sementara Habib sangat senang karena Ar lebih memilih film pilihannya. Memang Habib sengaja memilih film itu karena sangat tau kalau Ar sangat suka film yang bertema romantis sejak kecil dan sangat tidak menyukai film horor.
Setelah membeli tiket mereka kemudian membeli cemilan.
"Syah kamu tunggu di sini, aku mau beli cemilan dulu" Ucap Habib kemudian pergi membeli cemilan sedangkan Ar dan Bima menunggu di sebuah tempat tunggu.
"Kamu ngapain sih Ar ngajak si ustadz itu kan aku pengennya cuma jalan sama kamu" Ucap Bima kepada Ar saat Habib masih mengantri untuk membeli cemilan.
"Kenapa memangnya kan dia juga teman gue, seandainya Arin, Anin, dan Ajeng engga ada kerjaan juga bakalan gue ajak, lo keberatan? kalau keberatan ya udah lain kali engga usah ngajak karena gue engga suka jalan sama cowok yang baru gue kenal kayak lo" Jelas Ar bertepatan dengan Habib yang sudah datang dengan membawa beberapa cemilan dan minuman.
Bima yang tadinya ingin protes dengan ucapan Ar tidak jadi karena ada Habib.
"Ayo kita masuk, filmnya udah di mulai" Ucap Bima.
Mereka pun masuk ke studio tempat film yang mereka tonton itu di tayangkan dan Ar duduk diantara 2 pria tampan itu.
Sudah setengah jalan film itu tetapi Bima sama sekali tidak menikmati film itu dia lebih memiliki memandang Ar dan sambil memakan cemilan seakan akan dia sedang menonton film yang sangat menyenangkan. Sementara Habib dan Ar sangat fokus dan menikmati film itu sehingga mereka tidak menyadari bahwa Bima terus memandang Ar.
"Harusnya sekarang kita nonton film horor dan saat kamu ketakutan bisa langsung memegang tanganku Ar tapi karena ustadz yang menyebalkan ini jadinya semua yang aku rencanakan gagal" Batin Bima masih memandang Ar yang tersenyum melihat ke arah depan.
Rencana memang Bima ingin mengajak Ar menonton film horor tapi karena Ar lebih memilih film bergenre roman jadinya semua rencananya gagal.
Tak terasa film yang mereka tonton selama 2 jam itu selesai dan mereka pun keluar dari bioskop itu.
"Seru banget ceritanya, apalagi endingnya tadi gue suka banget saat cowoknya menyatakan cintanya yang sudah lama dia pendam ke cewek itu" Ucap Ar membayangkan film yang tadi dia tonton.
"Menurut kalian gimana film tadi baguskan" Ucap Ar lagi meminta pendapat pada ke dua pria di sampingnya.
"Iya Syah, aku juga suka tapi kurangnya itu endingnya engga sampai pada pernikahan" Ucap Habib.
"Iya sih tapi kayak gitu aja udah seru" Ucap Ar
"Aku juga suka filmnya kalau kamu suka" Ucap Bima asal karena sedari tadi dia bahkan tidak pernah melihat ke arah depan karena lebih fokus melihat Ar.
"Ar kita makan yuk aku laper nih" Ucap Bima sambil memegang perutnya yang sudah lapar.
"Eh Syah kan kita belum shalat jadi sebaiknya kita shalat dulu baru makan" Ucap Habib mengehentikan langkah mereka.
Sebelum masuk ke bioskop yang ada di dalam Mall mereka sudah shalat magrib jadinya sekarang sudah waktunya shalat isya.
"Oiyah Bib, Ya udah Bim kita shalat dulu aja nanti kita makan setelahnya" Ucap Ar.
Bima yang jarang shalat terpaksa mengikuti kemauan Ar karena dia mungkin menolak hanya karena alasan lapar pasti Ar akan menghindarinya.
Mereka pun shalat di mesjid yang ada di dalam Mall itu. Beberapa menit setelah shalat mereka kini sudah duduk dan ada makanan di depan mereka.
"Ar kamu cobain deh nih udah enak banget" Ucap Bima sambil menyodorkan udang ke mulut Ar.
"Lo mau Ar sakit perut dengan makan udang itu" Ucap Habib yang melarang Bima.
"Lah apa salahnya kan ini udang sehat dan engga bakalan bikin sakit perut, ayo Ar buka mulut aku suapin" Bima masih menyodorkan udah ke mulut Ar.
"Gue alergi udang Bim jadi benar kata Habib" Ucap Ar menolak.
"Oww Maaf, gue engga tau" Ucap Bima merasa tak enak.
"Makanya lo itu jangan sok tau, setidaknya itu bertanya" Ucap Habib.
"Udah lah, kita makan lagi. Gue udah laper banget jadi jangan ada lagi perdebatan" Ucap Ar melerai perdebatan kedua orang itu.
Setelah makan mereka pun keluar dari Mall itu karena sudah hampir pukul 10 malam.
"Ar gimana kalau gue anterib lo sampai rumah, tapi kita pakai mobil masing masing supaya aja" Ucap Bima menawarkan diri mengantar Ar.
Mereka memang sudah berada di pesantren lagi karena mobil Ar dan Habib masih ada di sini jadi.
"Engga usah, ada gue yang rumahnya searah sama rumah Ar bahkan satu komplek jadi lo engga perlu susah payah buat nganterin dia" Habib yang menjawab sebelum Ar berbicara.
"Gue engga ngomong sama lo ustadz jadi diam aja" Ucap Bima kesal karena Habib yang menjawab.
"Benar kata Habib, makasih atas tawarannya tapi kan kita engga searah jadi lo pulang aja ada Habib yang bakalan ngikutib gue sampai rumah" Ucap Ar membenarkan ucapan Habib.
"Ya udah deh, Gue balik duluan Ar. Lo hati hati di jalan" Ucap Bima kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu.
"Awas aja lo ustadz gue bales lo nanti" Batin Bima kesal.
"Ya udah ayo pulang nanti papa sama mama kamu khawatir" Ucap Habib yang kemudian mereka masuk ke dalam mobil masing.
..........
Jangan lupa like dan komen
Terima kasih