Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Mandi Bareng?



"Habib, Aisyah kalian pergi istirahat aja sekarang karena tamu-tamu juga sudah pulang" Ucap Bu Dar yang datang menghampiri mereka.


"Iya Ma" Jawab mereka.


"Kamar kalian ada di lantai 3, ini kuncinya" Ucap Bu Dar menyerahkan kunci kamar kepada Habib.


"Iya Mq, makasih" Ucap Habib menerima kunci itu.


"Kalian bertiga juga ke kamar istirahat, pasti kalian sudah lelah juga. Nih kunci kamar kalian" Ucap Bu Dar kepada Sahabat Ar sambil memberikan masing-masing kunci kamar kepada mereka.


"Kenapa kuncinya ada 3 tante"Tanya Arin.


"Ya, karena kamarnya juga ada 3 Arin" Ajeng yang menjawab.


"Iss maksud gue itu kenapa harus 3 kamar, kan kita bisa satu kamar pasti di hotel ini juga ada kamar yg cukup untuk 3 orang" Ucap Arin menjelaskan kepada Ajeng.


"Lo pasti takut kan tidur sendiri makanya engga mau kamar sendiri, dasar penakut" Ucap Ajeng mengejek.


"Gue engga takut tapi kan sayang uangnya buat bayar hotel" Ucap Arin.


"Ini hotel punya keluarga Habib Rin jadi engga perlu bayar" Jawab Anin.


"Oiya ya, gue lupa hehehe" Ucap Arin cengengesan sambil garuk garuk kepala tak gatal.


"Sudah-sudah, terserah kalian mau satu kamar atau tidak dan kamar kalian sebenarnya juga muat untuk tiga orang jadi kalau kalian mau tidurnya bertiga juga boleh" Ucap Bu Dar.


"Nah kan denger tuh kata tante Dar, jadi kita sekamar bertiga aja ya" Ucap Arin.


"Kalian berdua aja yang sekamar, gue mau kamar sendiri" Ucap Anin.


"Jeng. Gue sama Lo ya soalnya gue engga biasa tidur di hotel apalagi sendirian" Ucap Arin memohon.


"Iya deh, terserah lo" Ucap Ajeng pasrah.


Mereka pun ke kamar masing-masing yang berada di lantai 3. Sementara para keluarga mereka yang lain masih berbicara di ruangan itu.


"Selamat malam Ar, Habib" Ucap mereka setelah keluar dari lift.


"Selamat malam juga kalian" Ucap Habib dan Ar.


Mereka pun menuju kamar masing-masing, kamar mereka berdampingan dengan kamar Habib dan Ar yang berada di tengah.


Saat masuk dalam kamar Habib dan Ar terlihat begitu takjub dengan hiasan kamar yang begitu indah.


Kamar itu memang sudah di siapkan khusus untuk pengantin baru seperti mereka jadi hiasan kamar itu begitu romantis dan indah.


"Apa ini engga terlalu berlebihan, sampai di hias kayak gini segala" Ucap Ar yang sudah duduk di pinggir tempat tidur yang juga sudah di taburi banyak kelopak bunga.


"Namanya juga kamar pengantin pasti begini lah" Ucap Habib membuka lemari pakaian hendak mencari baju yang bisa dia pakai untuk mengganti bajunya.


"Iya sih tapi menurut aku ini terlalu berkebihan deh, kan sayang banget bunga sebanyak ini di taburi di tempat tidur untuk apa coba" Ucap Ar melihat kelompak bunga itu.


"Cewek aneh, engga ngehargain banget sih usaha orang" Ucap Habib dengan suara berbisik.


"Bib, bunga-bunga ini boleh aku pakai buat mandi gak. Kan lumayan wangi nih bunganya" Ucap Ar tersenyum.


"Bungan untuk kamu mandi udah siap jadi engga perlu ambil yang di kasur" Ucap Habib.


"Udah engga usah banyak bicara lagi, sama mandi duluan kamu" Ucap Habib kepada Ar yang hendak berbicara lagi


"Ya udah deh" Ucap Ar pasrah kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Belum ada satu menit Ar masuk, dia kembali keluar lagi. "Eh Bib, baju ganti buat aku ada gak" Tanya Ar .


"Ada di lemari" Ucap Habib yang sedang duduk di sofa kamar.


"Ini baju tidur siapa Bib" Tanya Ar memperlihatkan sepasang baju tidur kepada Habib yang sedang membaca buku.


"Itukan baju tidur cewek yang pasti baju buat kamu lah, kan engga mungkin itu buat aku" Ucap Habib menghentikan membacanya.


"Biasanya kan kalau pengantin baru itu baju yang di siapin pihak hotel pasti yang seksi-seksi tapi kenapa yang di kasih baju tidur" Tanya Ar dengan wajah yang menurut Habib itu lucu.


"Kamu mau mandi sekarang atau kamu mau kita mandi bareng, soalnya aku juga mau mandi jadi" Ucap Habib dengan menatap Ar.


"Eh ya udah deh, aku mandi duluan" Ucap Ar yang langsung masuk ke dalam kamar mandi lagi


"Dia lucu juga ternyata kalau lagi merona kayak gitu" Ucap Habib sambil tersenyum melihat Ar masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah beberapa menit Ar keluar dari kamar mandi dengan baju tidur tanpa mengenakan hijab lagi.


"Bib. Aku udah mandi nih, guliran kamu gih" Ucap Ar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Cantiknya" Batin Habib yang melihat Ar.


Habib berjalan mendekati Ar yang sedang mengeringkan rambutnya. Saat Habib sudah berada di hadapannya Ar sama sekali tak sadar.


"Hmmm, kayaknya kamu ngehalangin jalan aku deh buat ke kamar mandi" Ucap Habib yang membuat Ar langsung melihat ke arah Habib yang berada di hadapannya.


Jarak antara wajah Ar dan Habib sangat dekat sehingga membuat mereka saling bertatapan dan terdiam bahkan handuk yang Ar pegang pun terjatuh ke lantai.


"Bib" Panggil Ar yang masih menatap Habib.


"Knp" Jawab Habib yang juga masih menatap Ar.


"Kamu bau asem, mandi gih" Ucap Ar yang membuat Habib langsung mencium badannya sendiri.


"Enak aja kamu bilang, masih wangi gini di bilang bau asem" Ucap Habib yang membuat Ar langsung tertawa terbahak bahak melihat reaksi Habib.


"Kenapa ketawa" Ucap Habib lagi.


"Habisnya kamu lucu sih, sampai cium badan gitu" Ucap Ar yang masih tertawa.


"Minggir, aku mau mandi" Ucap Habib langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah Ar memberi jalan.


Didalam kamar mandi Habib tidak langsung mandi melainkan memikirkan wajah Ar yang sangat dekat tadi dengannya.


"Aduhhh, kenapa wajahnya imut banget sih kalau di liat dari dekat kayak gitu, jadi degdegan rasanya" Ucap Habib memegang dadanya.


Sementara Ar sedang melakukan rutinitas malamnya yaitu memakai segala jenis perawatan untuk tubuhnya.


"Untung aja tadi gue bisa jaga sikap tadi di depan Habib yang wajahnya dekat banget lagi, kalau gue kelepasan bisa langsung gue cubit tuh mukanya yang bikin gemes itu" Ucap Ar tersenyum memikirkan wajah Habib


Setelah beberapa menit pun Habib sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya.


"Kamu lagi ngapain sih" Tanya Habib melihat Ar yang masih berada di depan cermin.


"Ini rutinitas aku sebelum tidur, harus pakai ini itu supaya tetap terawat kulitnya" Jawab Ar.


"Kamu mau pakai juga" Tanya Ar kepada Habib yang hendak memakai pakaian.


"Engga deh. kan itu untuk perempuan" Jawab Habib yang sudah berada di dekat Ar.


..............


Jangan lupa vote, rate 5, like dan komen


Terima Kasih