Ustadz & Badgirl

Ustadz & Badgirl
Hidup Baru



Habib terus memperhatikan Ar yang sedang memakai cream di wajahnya.


"Kamu ngapain sih pakai bedak banyak banget kayak gitu" Tanya Habib yang sedari tadi memperhatikan Ar di dekatnya.


"Kamu kenapa sih dari tadi protes liat aku perawatan kayak gini" Ucap Ar yang sudah selesai melakukan perawatan malamnya.


"Aku engga protes tapi cuma nanya aja" Ucap Habib sambil menatap Ar.


"Kenapa kamu liat aku kayak gitu" Tanya Ar yang aneh terus di pandang oleh Habib lewat cermin.


"Apa salahnya kalau aku liat istri aku sendiri" Jawab Habib yang membuat Ar berdiri dan menghadap Habib.


"Iya juga sih" Ucap Ar kemudian duduk di pinggir kasur.


"Bib" Panggil Ar.


"Bisa gak kamu ubah nama panggilan kamu untuk aku" Tanya Habib yang juga ikut duduk di samping Ar.


"Hmmm, Bisa aja sih. Kamu mau di panggil apa" Ucap Ar.


"Terserah kamu, asalkan jangan manggil nama aku" Ucap Habib.


"Gimana kalau aku panggil kamu dengan sebutan kakak" Ucap Ar.


"Apa engga ada yang lebih romantis gitu" Tanya Habib sambil menatap Ar.


"Katanya terserah aku tapi protes juga" Ucap Ar.


"Iya deh, kamu bisa panggil aku kakak" Ucap Habib pasrah.


"Nah kan aku udah punya nama panggilan buat kamu, terus kamunya panggil aku apa" Tanya Ar tersenyum kepada Habib.


"Aku manggil kamu sayang aja deh, gimana" Ucap Habib sambil menaik turunkan alisnya menggoda Ar.


Ar pun tersenyum mendengar itu, wajah mereka yang saling berhadapan dan mata nereka yang saling menatap membuat mereka terdiam sesaat. Semakin lama mereka menatap, wajah mereka pun semakin dekat hingga....


"Iss kamu nih ya, dari semenjak selesai ijab kabul selalunya godain aku terus" Ucap Ar kemudian, sambil mencubit pipi Habib gemas.


Mendapat cubitan gemas dari sang istri membuat Habib kaget.


"Hampir aja, tapi cubitan kamu aja udah buat aku degdegan kayak gini" Batin Habib sambil memegang pipinya yang di cubit oleh Ar


"Eh maaf Kak, sakit ya" Ucap Ar sambil memegang pipi Habib yang tadi dia cubit.


"Cubit lagi dong" Ucap Habib.


"Eh aneh banget sih, orang itu kalau di cubit pasti sakit tapi kakak mau di cubit lagi" Ucap Ar heran.


"Cubitan kamu itu engga ada rasa sakitnya tapi geli aja makanya aku suka" Ucap Habib tersenyum


"ihhh apaan sih kak, jangan gombalin terus deh kan akunya jadi malu" Ucap Ar tersipu malu.


"Muka kamu lucu tau kalau lagi merah merona gitu, bikin gemessss" Ucap Habib sambil mencubit pipi Ar juga dengan gemas.


"Aduhh sakit kak, jangan di cubit pipi aku nih nanti tambah besar kayak bakpaw lagi" Ucap Ar mengusap pipinya.


"Abisnya kamu gemesin" Ucap Habib mengusap pipi Ar.


"Bilang aja mau balas dendam kan" Ucap Ar menatap Habib


"Iya engga dong sayang, kan balas dendam itu engga boleh" Ucap Habib tersenyum menatap Ar juga


"Ini udah malem, kamu engga mau istirahat gitu. Pastikan kamu capek karena acara tadi" Ucap Habib setelah terdiam.


"Iya lumayan sih capek tapi aku belum ngantuk" Ucap Ar.


"Aku tau cara kamu supaya cepat ngantuk" Ucap Habib.


"Gimana caranya" Tanya Ar.


Habib pun semakin mendekatkan wajahnya. tangannya mulai menyentuh pinggang Ar kemudian....


"Aku gelitikin kamu aja supaya setelah kamu capek ketawa pasti cepat tidur" Ucap Habib sambil mengelitik Ar.


"Hahahaha, Kakak geli lah... Hahahahaha" Ar pun tertawa setelah Habib berhasil mengelitinya.


Ar mencoba menghindari Habib yang terus menggelitiknya. Setelah berhasil lepas Ar pun menghindar dan jadinya mereka bermain kejar-kejaran dalam kamar.


"Tangkap aja kalau bisa" Ucap Ar menatang.


Mereka sangat menikmati kegiatan kerjar-kejaran mereka, beruntung kamar mereka itu kedap suara jadinya engga ada yang bisa kendengar suara tawa mereka yang sangat keras itu.


"Nah kan ketangkep kamu" Ucap Habib berhasil menangkap Ar dan memeluknya dari belakang.


Ar tak berhenti tertawa dengan Habib yang menggelitiknya lagi hingga mereka terjatuh di atas kasur.


"Kakak udah dong, aku udah nyerah geli banget" Ucap Ar mencoba menghentikan Habib.


"Hahaha, kamu sampai berkeringat gitu" Ucap Habib berhenti.


Mereka berusaha mengatur nafas mereka yang tidak karuan karena kegiatan kejar-kejaran tadi.


"Engga nyangka ya kakak, kita udah nikah. Aku kira kita engga berjodoh waktu itu tapi Allah memberi jalan agar gita bersatu" Ucap Ar setelah beberapa saat.


"Ini udah takdir dari Allah jadi kita harus bersyukur atas apa yang terjadi" Ucap Habib.


"Iya kakak, bahkan aku bersyukur banget bisa nikah sama orang yang udah dari dulu aku suka" Ucap Ar meratap Habib yang berbaring di sampingnya.


"Aku juga seneng" Ucap Habib juga menatap Ar yang berbaring juga di sampingnya.


"Masa sih" Ucap Ar tersenyum.


"Iya lah, asal kamu tau sebenarnya dari dulu aku itu suka sama kamu tapi aku cuma ragu untuk nikah jadinya aku engga bisa memberi harapan lebih sama kamu" Jelas Habib.


"Terus apa yang buat kakak mau nikah sama aku sekarang" Tanya Ar lagi.


"Allah udah membuka hati aku dan membuat aku sadar kalau kamu jodohku dan harus aku perjuangin" Jawab Habib.


"Aku harap hubungan kita ini selamanya hingga ke surganya Allah ya kak" Ucap Ar.


"Insya Allah, Aamiin" Ucap Habib.


"Mulai sekarang kita bangun bersama keluarga kecil kita" Ucap Habib.


"Iya kakak, dan aku juga minta kakak bimbing aku buat jadi istri yang baik" Ucap Ar.


"Iya sayang pasti itu, kita sama-sama belajar ya buat jadi lebih baik" Ucap Habib.


"Iya kak" Ucap Ar tersenyum bahagia.


"Aku boleh peluk kamu" Tanya Habib serius tapi membuat Ar tertawa.


"Kenapa kamu ketawa" Tanya Habib


"Kakak lucu banget sih, katanya aku ini istrinya kakak tapi masa mau peluk aja nanya gitu" Ucap Ar.


"Iya boleh lah kakak" Ucap Ar kemudian.


Dengan senang Habib pun mendekat dan memeluk Ar dengan erat.


"Aku sayang sama kamu" Ucap Habib.


"Iya aku juga sayang sama suami ku" Ucap Ar.


"Kita mulai hidup baru kita sekarang" Ucap Habib.


"Iya kakak" Ucap Ar.


Mereka pun memejamkan mata mereka dan tertidur lelap dengan saling memeluk penuh kasih sayang.


Mereka tertidur saat jam sudah menunjukkan hampir jam 2 tengah malam.


........


Jangan lupa dukung Author dengan vote, rate 5, like dan komen.


Semoga kalian terhibur dengan karya-karya Author.


Cek juga karya Author yang lain ya. Ada karya baru berjudul "I Love psikopat", kalau kalian suka cerita itu bakalan Author lanjut ke episode berikutnya.


Terima Kasih sudah membaca.